Sosialisasi risiko penting untuk Indonesia menuju endemi

Elshinta
Selasa, 22 November 2022 - 19:19 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Sosialisasi risiko penting untuk Indonesia menuju endemi
Ilustrasi mencegah laju penularan COVID-19 (Pixabay)

Elshinta.com - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D berpendapat mengkomunikasikan risiko melalui sosialisasi kepada masyarakat bahwa pandemi COVID-19 masih ada menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong Indonesia menuju endemi.

"Tadinya WHO bilang komunikasi di bawah. Sengaja, saya taruh di atas karena paling penting terbuka memberikan informasi yang benar. Musuh kita selama pandemi, banyak orang memberikan informasi yang sesat," kata dia dalam sebuah acara kesehatan di Jakarta, Selasa.

Pandu mengatakan, strategi lainnya yakni masyarakat mendapatkan vaksinasi mulai dari dosis pertama, kedua dan ketiga atau booster dan ini perlu didorong.

Pandu mengatakan, masyarakat menghadapi pandemi yang disebabkan oleh virus yang selalu bermutasi yang ditularkan dari orang ke orang melalui udara yang mengandung virus.

Menurut dia, menghadapi wabah penyakit menular yakni hanya dengan menghindari penularan melalui penerapan protokol kesehatan dan menekan dampak penularan dengan vaksinasi yang meningkatkan imunitas.

Imunitas bagi masyarakat yang dapat diandalkan termasuk melalui vaksinasi booster khususnya pada mereka yang rentan seperti lansia. Dia mengatakan, bila masyarakat bisa meningkatkan cakupan vaksinasi booster, maka pandemi akan terkendali dengan baik dan dapat berakhir.

"Selama pandemi, anak-anak tidak sempat divaksinasi. Vaksinasi penting. Kita bisa hidup sampai dewasa dan tua seperti sekarang karena dulu divaksinasi. Kenapa anak cucu kita, kita masih permasalahkan tidak usah divaksinasi?," kata dia.

Pandu menambahkan, strategi berikutnya agar Indonesia menuju endemi yakni memastikan sistem pelayanan kesehatan dari hulu ke hilir, selalu mempersiapkan antisipasi jika terjadi lonjakan kasus dan tindakan pencegahan dan pengendalian secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Kementerian Kesehatan menyatakan, salah satu cara untuk dapat mengendalikan pandemi menjadi endemi yakni dengan menekan laju penularan. Endemi merupakan wabah penyakit yang terjadi secara konsisten namun terbatas pada wilayah tertentu saja sehingga laju penyebaran dan penyakitnya dapat dikendalikan atau diprediksi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Peringati HPN, ribuan paket bahan pangan diberikan kepada anak stunting
Kamis, 09 Februari 2023 - 15:24 WIB

Peringati HPN, ribuan paket bahan pangan diberikan kepada anak stunting

Elshinta.com, Rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-77, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ...
Gejala penyakit syaraf tidak boleh diabaikan kaum muda
Kamis, 09 Februari 2023 - 09:07 WIB

Gejala penyakit syaraf tidak boleh diabaikan kaum muda

Elshinta.com, Gejala penyakit saraf seperti sakit kepala, nyeri tengkuk, nyeri pinggang bawah, kesem...
Tips konsumsi obat yang aman untuk balita
Rabu, 08 Februari 2023 - 16:30 WIB

Tips konsumsi obat yang aman untuk balita

Elshinta.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan ber...
Hasil uji dua lab independen nyatakan Praxion tak mengandung cemaran EG/DEG
Rabu, 08 Februari 2023 - 11:46 WIB

Hasil uji dua lab independen nyatakan Praxion tak mengandung cemaran EG/DEG

Elshinta.com, PT Pharos Indonesia pada Selasa (7/2) menyampaikan hasil uji ulang keamanan produk Pra...
 Pastikan mutu dan keamanan Praxion, PT Pharos Indonesia lakukan voluntary recall
Selasa, 07 Februari 2023 - 10:05 WIB

Pastikan mutu dan keamanan Praxion, PT Pharos Indonesia lakukan voluntary recall

Elshinta.com, Terkait pemberitaan mengenai pasien anak yang mengalami Gagal Ginjal Akut Progresif At...
Ahli jelaskan klaim jus jambu dapat obati DBD hanya mitos
Senin, 06 Februari 2023 - 22:47 WIB

Ahli jelaskan klaim jus jambu dapat obati DBD hanya mitos

Elshinta.com, Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sekaligus spesialis anak dan konsu...
Virus campak dapat menular dengan cepat, perlukah lakukan isolasi?
Senin, 06 Februari 2023 - 20:59 WIB

Virus campak dapat menular dengan cepat, perlukah lakukan isolasi?

Elshinta.com, Penderita campak sebaiknya dirawat di ruang khusus atau melakukan isolasi agar tak men...
Dua pakar bedah plastik Kanada latih 40 dokter Indonesia operasi bibir sumbing
Sabtu, 04 Februari 2023 - 19:24 WIB

Dua pakar bedah plastik Kanada latih 40 dokter Indonesia operasi bibir sumbing

Elshinta.com, Pakar bedah plastik asal Canada, Dale Podolsky seorang Craniofacial and Cleft Surgery...
Danramil 1710-07/Mapurujaya beri bantuan untuk anak stunting di Mimika, Papua
Sabtu, 04 Februari 2023 - 16:07 WIB

Danramil 1710-07/Mapurujaya beri bantuan untuk anak stunting di Mimika, Papua

Elshinta.com, Untuk kesekian kalinya Danramil 1710-07/Mapurujaya Lettu Inf Yakonias Maniagasi melaks...
4 Langkah untuk hindari orang-orang `toxic`
Sabtu, 04 Februari 2023 - 14:11 WIB

4 Langkah untuk hindari orang-orang `toxic`

Elshinta.com, Orang-orang yang berpengaruh buruk atau dikenal sebagai toxic people dapat mempengar...

InfodariAnda (IdA)