Polemik stok beras, Sultan minta Bulog dan Kementan bersinergi perluas program kemitraan 

Elshinta
Selasa, 22 November 2022 - 20:23 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Elshinta.Com
Polemik stok beras, Sultan minta Bulog dan Kementan bersinergi perluas program kemitraan 
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin mendorong Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog dan kementerian pertanian bersinergi melalukan perluasan jangkauan program Mitra Kerja Pengadaan beras di tingkat petani.

Hal ini disampaikan mantan ketua HIPMI Bengkulu itu untuk merespon pernyataan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyarankan pemenuhan stok cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri atau impor dengan pertimbangan saat ini hanya 651 ribu ton atau separuh dari target sebanyak 1,2 juta ton.

Sementara di saat yang sama, Kementerian Pertanian memastikan produksi beras nasional dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Dengan peluang tambahan stok pada produksi periode Oktober-Desember 2022, Kementan memperkirakan mencapai 5 sampai 6 juta ton beras.

"Baik kementerian pertanian maupun Bulog memiliki tanggungjawab yang sama dalam penyediaan pangan. Kita tidak ingin ego sektoral antara keduanya justru merugikan petani dan masyarakat sebagai konsumen",  ungkap Sultan melalui keterangan resminya pada Selasa (22/11).

Menurutnya, kenaikan harga beras di tingkat petani yang memberatkan Bulog sedikit banyak disebabkan oleh kebijakan pemangkasan subsidi pupuk Kementan melalui Permentan nomor 10 tahun 2022. Tapi harus diakui juga bahwa sejauh ini Bulog belum efektif melaksanakan program mitra kerja pengadaan di daerah penghasil utama beras.

"Oleh karena itu kami mendorong agar kedua institusi ini bersinergi dengan stakeholder lainnya seperti pemerintah daerah untuk menyatukan data juga persepsi dalam agenda penyediaan pangan bagi masyarakat. Jangan sampai Bulog justru mengimpor beras karena tak tertarik dengan harga beras di tingkat petani dinilai terlalu mahal", tegasnya.

Lebih lanjut, Sultan mengusulkan agar Pemerintah perlu memberikan insentif fiskal bagi para petani secara proporsional untuk menekan biaya produksi petani. Biaya produksi petani kita masih jauh lebih tinggi dari petani Vietnam dan Thailand, sedangkan produktivitas kita juga masih kalah.

"Sementara gejolak geopolitik dan ancaman perubahan iklim terus mendorong dunia ke tepi jurang krisis pangan dan energi. Pemerintah harus fokus pada upaya penyediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh masyarakat melalui peningkatan produktivitas dan pemerataan distribusi pangan ke seluruh tanah air", tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
UMY salurkan Rp1,2 miliar zakat institusi 
Senin, 30 Januari 2023 - 12:35 WIB

UMY salurkan Rp1,2 miliar zakat institusi 

Elshinta.com, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mennyalurakan atau pentasyarufan zakat inst...
Rupiah Senin pagi menguat 11 poin
Senin, 30 Januari 2023 - 09:35 WIB

Rupiah Senin pagi menguat 11 poin

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi men...
IHSG Senin pagi dibuka naik 9,94 poin
Senin, 30 Januari 2023 - 09:23 WIB

IHSG Senin pagi dibuka naik 9,94 poin

Elshinta.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin pagi dibuka...
Jokowi katakan jika `lockdown` saat pandemi ekonomi bisa minus 17 persen
Minggu, 29 Januari 2023 - 19:34 WIB

Jokowi katakan jika `lockdown` saat pandemi ekonomi bisa minus 17 persen

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang keputusannya tidak memberlakukan lockdown sa...
Pemkot Banjarmasin gandeng Pemkab Subang kerjasama jaga pasokan beras dan kendalikan inflasi
Minggu, 29 Januari 2023 - 19:26 WIB

Pemkot Banjarmasin gandeng Pemkab Subang kerjasama jaga pasokan beras dan kendalikan inflasi

Elshinta.com, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan Bupati Subang Ruhimat menandatangani kesepakatan b...
Pj. Bupati Aceh Utara serius genjot `participating interest` 10 persen
Minggu, 29 Januari 2023 - 19:17 WIB

Pj. Bupati Aceh Utara serius genjot `participating interest` 10 persen

Elshinta.com, Penjabat Bupati Aceh Utara Azwardi, AP menggelar rapat di Pendopo Bupati untuk membaha...
 Tahun 2022, Ombudsman Kalsel selamatkan kerugian masyarakat senilai Rp3,4 miliar  
Minggu, 29 Januari 2023 - 16:22 WIB

Tahun 2022, Ombudsman Kalsel selamatkan kerugian masyarakat senilai Rp3,4 miliar  

Elshinta.com, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hadi Rahman, meng...
Pupuk Indonesia siapkan 310.822 ton pupuk subsidi untuk Indonesia timur 
Minggu, 29 Januari 2023 - 16:11 WIB

Pupuk Indonesia siapkan 310.822 ton pupuk subsidi untuk Indonesia timur 

Elshinta.com, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi di penjualan wilayah Ind...
 Beras medium di Majalengka masih tinggi, warga berburu beras lama
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:22 WIB

Beras medium di Majalengka masih tinggi, warga berburu beras lama

Elshinta.com, Harga beras jenis medium di sejumlah pasar di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat masih m...
Bandara Ngloram kembali dibuka
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:13 WIB

Bandara Ngloram kembali dibuka

Elshinta.com, Setelah sempat terhenti operasionalnya akibat pandemi Covid-19, Jumat (27/1), Bandara ...

InfodariAnda (IdA)