Tiga kasus polio kembali ditemukan di Kabupaten Pidie
Elshinta.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, NAD kembali menemukan anak terindikasi terserang virus polio, pasca ditetapkannya A (7) posotif terserang virus Polio tipe 2. Berdasarkan temuan ini jumlah kasus polio terus bertambah di Kabupaten Pidie.

Elshinta.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, NAD kembali menemukan anak terindikasi terserang virus polio, pasca ditetapkannya A (7) posotif terserang virus Polio tipe 2. Berdasarkan temuan ini jumlah kasus polio terus bertambah di Kabupaten Pidie.
Dari hasil pemeriksaan 21 sampel fases anak yang diambil beberapa waktu lalu di Desa Mane untuk diperiksakan di laboraturium Kementerian Kesehatan, hasilnya menunjukan tiga warga di Desa Mane, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie positif polio.
"Dengan demikian sudah ada empat kasus polio di Kabupaten Pidie," kata Kepala Dinas Kesehatan Pidie dr. Arika Aboebakar Sp.OG saat dihubungi Kontributor Elshinta, Fitri Juliana, Rabu (23/11) melalui sambungan telepon.
dr.Arika mengatakan, pihaknya tidak mau gegabah untuk mengumumkan adanya penambahan kasus polio di Kabupaten Pidie, sebelum dilakukan pemeriksaan ulang pada tiga kasus tersebut. Seperti yang dilakukan pada A anak laki usia 7 tahun warga Mane tersebut.
“Untuk kasus pertama kita lakukan dua kali pemeriksaan sampel fases, hasilnya sama, positif polio. untuk tiga kasus baru ini kita juga akan melakukan prosedur yang sama untuk lebih meyakinkan,” jelas Kadinkes Pidie tersebut.
Namun Arika menegaskan hingga hari ini pihaknya belum mengambil lagi sampel fases (BAB) yang kedua dari 3 anak tersebut untuk pemeriksaan tahap kedua, karena masih menunggu arahan dari kementrian kesehatan. Dan 3 anak yang dinyatakan positif polio tersebut dalam keadaan sehat tanpa ada keluhan seperti halnya penderita pertama.
“Ini yang sangat kami khawatirkan, karena faktor resiko penularannya bisa lebih luas, mengingat mobilitas anak-anak yang sehat tersebut” kata Arika.
Ia juga mengatakan jika hasil pemeriksaan fases kedua bagi tiga anak tersebut positif maka akan jadi 4 kasus polio di Pidie dan tidak akan menutup kemungkinan akan bertambah lagi karena penyebarannya, maka tantangan yang dihadapi petugas kesehatan di Pidie semakin besar.
Penanganannya tidak lagi hanya tertuju pada keluarga yang anaknya pertama terinveksi polio itu, ketiga anak yang baru dinyatakan positif polio juga harus di prioritaskan karena mereka bisa menjadi carier polio juga.
Saat ini, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie terus melakukan identifikasi kasus untuk penemuan kasus-kasus baru dan melakukan edukasi juga sosialisasi kepada seruruh masyarakat di Kabupaten Pidie melalui perangkat desa, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat untuk mau melakukan imunisasi masal polio pada tanggal 28 November 2022.
Penyakit Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio yang menyerang sistem saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Virus ini bersumber dari air dan makanan yang telah terkontaminasi dari tinja/kotoran orang yang telah terinveksi dan akan timbul gejalanya antara 7-12 hari setelah terpapar virus tersebut.