Pengadilan Vatikan putar rekaman percakapan kardinal-Paus Fransiskus

Elshinta
Jumat, 25 November 2022 - 09:11 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Pengadilan Vatikan putar rekaman percakapan kardinal-Paus Fransiskus
Kardinal Angelo Becciu. angelusnews.com

Elshinta.com - Sidang kasus korupsi di Vatikan, Kamis, mendengarkan percakapan telepon antara terdakwa utama, Kardinal Angelo Becciu, dan Paus Fransiskus yang direkam secara diam-diam.

Rekaman itu dibuat tanpa sepengetahuan Paus oleh seseorang yang tengah bersama Becciu dalam sebuah kamar pada bulan Juli 2021 sebelum persidangan dimulai dan ketika Paus masih menjalani pemulihan usai dioperasi.

Para wartawan diminta untuk meninggalkan ruang sidang ketika rekaman itu diputar.

Para pengacara yang mendengarkannya mengatakan bahwa Becciu meminta Paus untuk memastikan bahwa pemimpin Gereja Katolik itu telah mengizinkan pembayaran untuk membantu pembebasan seorang biarawati yang diculik di Afrika.

Dalam percakapan itu, kata mereka, Paus tampak bingung dan heran kenapa Becciu meneleponnya.

Mereka juga mengatakan bahwa Paus berkali-kali meminta sang kardinal untuk mengirimkan nota tertulis tentang apa yang dia inginkan.

Pada tahun 2018, Becciu—saat itu merupakan orang ketiga paling berkuasa di Vatikan—menyewa jasa terdakwa lain, Cecilia Marogna, seorang analis keamanan gadungan, untuk membebaskan seorang biarawati Kolombia yang diculik di Mali oleh sebuah kelompok yang dikaitkan dengan Al Qaida.

Marogna (44) menerima 575.000 euro (sekitar Rp9,4 miliar) dari Sekretariat Negara, departemen paling penting di Vatikan, pada tahun 2018—2019 ketika Becciu masih bekerja di sana.

Uang tersebut lalu dikirim ke sebuah perusahaan yang didirikan Marogna di Slovenia. Dia menerima sejumlah uang tunai, menurut informasi yang terungkap dalam sidang.

Polisi mengetahui bahwa Marogna telah menghabiskan banyak uang untuk kepentingan pribadi, termasuk membeli baju mewah bermerek dan mengunjungi spa.

Marogna didakwa dengan pasal penggelapan, sedangkan Becciu didakwa dengan pasal penggelapan, korupsi, dan penyalahgunaan jabatan.

Keduanya, seperti delapan terdakwa lain, membantah semua dakwaan.

Kepada pers pada hari Kamis, kepala penuntut umum pada sidang tersebut, Alessandro Diddi, mengatakan bahwa pihaknya telah memulai investigasi untuk memastikan apakah Becciu terlibat dalam konspirasi kejahatan.

Alessandro Diddi mengatakan telah menyampaikan perinciannya kepada pihak pengadilan.

Para pengacara Becciu mengatakan bahwa mereka tidak tahu jika ada tuduhan baru. Pernyataan itu tidak mengomentari percakapan telepon yang diperdengarkan dalam sidang.

Setahun sebelum persidangan dimulai, Fransiskus memecat Becciu atas dugaan nepotisme. Becciu membantah melakukan sesuatu untuk membantu keluarganya secara finansial.

Pada hari Kamis, Becciu menghadapi orang yang menuduhnya, Monsinyur Alberto Perlasca, yang merupakan mantan asisten pribadinya.

Perlasca mengatakan bahwa pada sidang bagaimana dia diperintahkan untuk melakukan pembayaran yang menurutnya tidak biasa.

Ia mengaku mengirim 100.000 euro (sekitar Rp1,6 miliar) ke badan amal di Sardinia, tanpa mengetahui bahwa badan itu terkait dengan keluarga Becciu.

Becciu sebelumnya mengatakan bahwa badan amal itu membantu menciptakan lapangan kerja di kawasan miskin.

Persidangan itu berusaha mengungkap kasus pembelian sebuah gedung di London oleh Sekretariat Negara.

Ke-10 terdakwa yang diduga terlibat termasuk sejumlah mantan pegawai Vatikan dan perantara asal Italia yang disebut oleh jaksa telah memeras Vatikan.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Restoran di Jerman denda pengunjung yang tak habiskan makanan
Kamis, 09 Februari 2023 - 17:59 WIB

Restoran di Jerman denda pengunjung yang tak habiskan makanan

Elshinta.com, Restoran-restoran di negara bagian Lower Saxony, Jerman, menetapkan biaya tambahan kep...
Inggris luncurkan prangko bergambar Raja Charles tanpa mahkota
Rabu, 08 Februari 2023 - 13:06 WIB

Inggris luncurkan prangko bergambar Raja Charles tanpa mahkota

Elshinta.com, Prangko baru yang menampilkan gambar Raja Charles tanpa mahkota terungkap untuk pertam...
Jerman amankan lebih banyak mineral penting dalam tur Amerika Selatan
Senin, 30 Januari 2023 - 10:59 WIB

Jerman amankan lebih banyak mineral penting dalam tur Amerika Selatan

Elshinta.com, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengumumkan kemitraan komoditas baru yang diperluas dengan...
Pria di Spanyol serang pendeta pakai parang
Kamis, 26 Januari 2023 - 16:23 WIB

Pria di Spanyol serang pendeta pakai parang

Elshinta.com, Seorang pria yang membawa parang menyerang pendeta di dua gereja di Spanyol selatan se...
Jerman akan mulai latih tentara Ukraina gunakan tank Leopard 2
Kamis, 26 Januari 2023 - 16:11 WIB

Jerman akan mulai latih tentara Ukraina gunakan tank Leopard 2

Elshinta.com, Juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman Arne Collatz pada Rabu mengatakan negaranya...
Bos mafia Italia paling dicari ditangkap setelah buron 30 tahun
Selasa, 17 Januari 2023 - 10:59 WIB

Bos mafia Italia paling dicari ditangkap setelah buron 30 tahun

Elshinta.com, Bos mafia paling dicari di Italia, Matteo Messina Denaro, ditangkap di Sisilia pada S...
Rusia kerahkan unit militer di Al-Bab Suriah
Sabtu, 14 Januari 2023 - 11:15 WIB

Rusia kerahkan unit militer di Al-Bab Suriah

Elshinta.com, Rusia mengerahkan unit militer di daerah kekuasaan rezim Bashar al-Assad di selatan di...
Erdogan kutuk kekerasan terhadap Presiden Brazil
Selasa, 10 Januari 2023 - 16:24 WIB

Erdogan kutuk kekerasan terhadap Presiden Brazil

Elshinta.com, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk kekerasan terhadap Presiden Brazil Luiz I...
Rusia klaim tewaskan 600 tentara Ukraina
Senin, 09 Januari 2023 - 22:23 WIB

Rusia klaim tewaskan 600 tentara Ukraina

Elshinta.com, Rusia pada Minggu (8/9) mengklaim telah menewaskan 600 tentara Ukraina lewat `operasi ...
Inggris kecam eksekusi terhadap dua pengunjuk rasa Iran
Minggu, 08 Januari 2023 - 16:45 WIB

Inggris kecam eksekusi terhadap dua pengunjuk rasa Iran

Elshinta.com, Inggris mengutuk eksekusi mati dua pengunjuk rasa Iran dan menyerukan negara itu untuk...

InfodariAnda (IdA)