Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pekerja garmen di Majalengka ikuti Diklat 3in1 berbasis kompetensi Kemenperin

Elshinta.com, Puluhan pekerja pabrik Garment di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat telah mengikuti Diklat 3in1 berbasis kompetensi, operator sewing  angkatan 36 tahun 2022.

Pekerja garmen di Majalengka ikuti Diklat 3in1 berbasis kompetensi Kemenperin
X
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Puluhan pekerja pabrik Garment di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat telah mengikuti Diklat 3in1 berbasis kompetensi, operator sewing angkatan 36 tahun 2022.

Kegiatan ini diselenggarakan anggota Komisi VII DPR-RI dari Fraksi PKS bekerja sama dengan Balai Diklat Kemenperin, yang digelar selama 18 hari, berlokasi di PT Perdana Firsta Garment, Desa Bongas Kulon, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Sedikitnya 30 pekerja pabrik PT Perdana Firsta Garment telah mengikuti Diklat 3in1 berbasis kompetensi, operator sewing angkatan 36 tahun 2022 yang ditutup Kamis (24/11).

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Nurhasan Zaidi mengatakan, Majalengka saat ini telah menjadi kota yang bergairah, hal ini ditandai dengan tumbuhnya industri di Majalengka yang dulu dijuluki Kota Pensiunan.

"Di era industri ini alhamdulillah, Majalengka yang tadinya Kota Pensiun, kota angin sekarang sudah menjadi kota yang bergairah.
Kota bergairah karena industri tumbuh," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Jumat (25/11).

Untuk itu kata dia, perlu adanya upaya persiapan sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan oleh pabrik dengan skill yang memadai.

"Tapi ketika pabrik-pabrik industri tumbuh, harus disiapkan dari Sumber Daya Manusia (SDM)-nya yang terampil, semangat, tidak malas, karena kalau masyarakat SDM nya sigap, inovatif, pabrik-pabrik juga senang merekrut tenaga karyawan," kata Nurhasan.

Ia menilai basic masyarakat Majalengka sejatinya adalah rajin, dan sigap. Sehingga ia berharap pelatihan yang telah diikuti selama 18 hari, akan menghasilkan para pekerja yang terampil. Disamping itu Nurhasan yakin Majalengka bisa melewati masa krisis ekonomi akibat Pandemi Covid 19.

"Saya sebagai wakil rakyat di sini tentu harus mengawal, supaya mempertemukan pengusaha, pemerintah dan rakyat. Sehingga bisa memberikan kemanfaatan, ini kan hasil advokasi kita supaya SDM yang terampil ini lahir dari Majalengka," tegasnya.

Alasan lain, perlunya pelatihan bagi pekerja pabrik, Karena masyarakat Majalengka berasal dari keluarga pertanian, sehingga, untuk menjadi masyarakat industri harus dilatih, ditumbuhkan skillnya, juga mentalnya.

Direktur PT Perdana Firsta Garment, Danny Christiadi mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi langkah pemerintah yang inisiasi komisi VII DPR RI fraksi PKS dan balai Diklat Kemenperin yang telah memberikan pelatihan terhadap 30 pekerja di pabriknya.

Ia berharap, dengan pelatihan tersebut kedepan bukan lagi operator yang dibutuhkan namun ke depan posisi posisi penting seperti kepala -kepala, dimana posisi kepala masih diisi dari Bandung.

"Bersyukur dengan pelatihan ini, dan bersyukur dari pemerintah mau membantu , untuk kedepan bukan hanya butuh operator tapi kedepan bisa menduduki posisi penting, butuh kepala-kepala, posisi kepala masih diisi dari Bandung. Kita hanya bisa memberi kesempatan, saya berharap yang ikut pelatihan bersama-sama mau membangun daerah ini." urainya.

Hadir dalam penutupan acara, Anggota Komisi VII DPR RI fraksi PKS Nurhasan Zaidi, Kepala Balai Diklat Industri Jakarta Hendro Kuswanto, Direktur PT Perdana Firsta Danny Christiadi, Manager PT Perdana Firsta Kusnadi Darmawan, Kepala Dinas Perindustrian Majalengka Aeron Randi, unsur Muspika Kec. Sumberjaya dan Instruktur serta Panitia Diklat 3in1 Kemenperin.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire