KPK periksa Utut Adianto sebagai saksi kasus Unila

Elshinta
Jumat, 25 November 2022 - 14:23 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
KPK periksa Utut Adianto sebagai saksi kasus Unila
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Utut Adianto memberikan keterangan pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (22/12/2021). (ANTARA/Imam Budilaksono/am)

Elshinta.com - KPK memeriksa anggota DPR RI Utut Adianto sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru tahun 2022 di Universitas Lampung (Unila), yang menjerat Rektor nonaktif Unila Karomani (KRM) sebagai tersangka.

"Bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jumat, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan saksi Utut Adianto. Saat ini, saksi telah hadir," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat.

Selain Utut, KPK juga memanggil dua saksi lainnya, yaitu karyawan swasta Mustopa Endi Saputra Hasibuan dan Uum Marlia selaku pedagang.

Hingga kini, KPK total menetapkan empat tersangka yang terdiri atas tiga orang penerima suap, yakni Karomani, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi, dan Ketua Senat Unila Muhammad Basri; sementara tersangka selaku pemberi suap adalah pihak swasta Andi Desfiandi yang sudah berstatus terdakwa.

Dalam konstruksi perkara, KPK menjelaskan bahwa Karomani, yang menjabat sebagai Rektor Unila periode 2020-2024, memiliki wewenang terkait mekanisme Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila) Tahun Akademik 2022.

Selama proses Simanila berjalan, KPK menduga Karomani aktif terlibat langsung dalam menentukan kelulusan dengan memerintahkan Heryandi, Kepala Biro Perencanaan dan Humas Unila Budi Sutomo, dan Basri untuk menyeleksi secara personal terkait dengan kesanggupan orang tua mahasiswa.

Apabila ingin dinyatakan lulus, calon mahasiswa dapat "dibantu" dengan menyerahkan sejumlah uang, selain uang resmi yang dibayarkan sesuai mekanisme yang ditentukan kepada pihak universitas.

Selain itu, Karomani juga diduga memberikan peran dan tugas khusus bagi Heryandi, Basri, dan Budi untuk mengumpulkan sejumlah uang yang disepakati dengan pihak orang tua calon mahasiswa baru. Besaran uang itu jumlahnya bervariasi mulai dari Rp100 juta sampai Rp350 juta untuk setiap orang tua peserta seleksi yang ingin diluluskan.

Karomani juga diduga memerintahkan Mualimin selaku dosen untuk turut mengumpulkan sejumlah uang dari para orang tua peserta seleksi yang ingin dinyatakan lulus. Seluruh uang yang dikumpulkan melalui Mualimin itu berjumlah Rp603 juta dan telah digunakan untuk keperluan pribadi Karomani sekitar Rp575 juta.

Sementara itu, dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) KPK menyebutkan Andi memberikan suap Rp250 juta kepada Karomani guna memuluskan dua orang calon mahasiswa masuk ke Fakultas Kedokteran Unila tahun 2022.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polisi dalami adanya jaringan layanan kencan dalam kasus pembunuhan siswi SMP
Sabtu, 28 Januari 2023 - 16:57 WIB

Polisi dalami adanya jaringan layanan kencan dalam kasus pembunuhan siswi SMP

Elshinta.com, Polisi mengembangkan penyelidikan kasus pembunuhan siswi SMP di Kabupaten Sukoharjo, J...
Kasus korupsi suap pengurusan pekara di MA mulai disidangkan
Sabtu, 28 Januari 2023 - 16:45 WIB

Kasus korupsi suap pengurusan pekara di MA mulai disidangkan

Elshinta.com, Kasus korupsi suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa Theodorus...
Polisi amankan belasan kendaraan knalpot `brong` di Surakarta
Sabtu, 28 Januari 2023 - 12:47 WIB

Polisi amankan belasan kendaraan knalpot `brong` di Surakarta

Elshinta.com, Polresta Surakarta kembali mengamankan belasan kendaraan sepeda motor dengan knalpot t...
Polisi imbau masyarakat hindari judi daring karena dipastikan kalah
Sabtu, 28 Januari 2023 - 07:09 WIB

Polisi imbau masyarakat hindari judi daring karena dipastikan kalah

Elshinta.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan mengi...
Polres Indramayu tangkap 13 pengedar narkotika dua di antaranya IRT
Sabtu, 28 Januari 2023 - 03:29 WIB

Polres Indramayu tangkap 13 pengedar narkotika dua di antaranya IRT

Elshinta.com, Kepolisian Resor Indramayu, Jawa Barat, pada awal Januari hingga saat ini menangkap se...
Polres Jember tetapkan 22 tersangka penambang emas ilegal
Sabtu, 28 Januari 2023 - 02:27 WIB

Polres Jember tetapkan 22 tersangka penambang emas ilegal

Elshinta.com, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menetapkan sebanyak 22 or...
Polisi tangkap komplotan perampok nasabah bank di Jambi
Sabtu, 28 Januari 2023 - 01:55 WIB

Polisi tangkap komplotan perampok nasabah bank di Jambi

Elshinta.com, Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menangkap tiga tersangka perampok nasabah bank, dan ke...
Kajari Lahat dimutasi terkait penanganan kasus pemerkosaan anak
Jumat, 27 Januari 2023 - 23:11 WIB

Kajari Lahat dimutasi terkait penanganan kasus pemerkosaan anak

Elshinta.com, Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanudin memutasi NW sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lahat,...
Kejati tahan tiga tersangka kasus korupsi Bank Sulteng
Jumat, 27 Januari 2023 - 22:11 WIB

Kejati tahan tiga tersangka kasus korupsi Bank Sulteng

Elshinta.com, Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng) resmi menahan tiga oran...
Kejaksaan tetapkan mantan Kadistan Bekasi sebagai tersangka korupsi
Jumat, 27 Januari 2023 - 21:47 WIB

Kejaksaan tetapkan mantan Kadistan Bekasi sebagai tersangka korupsi

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri Bekasi menetapkan mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi beri...

InfodariAnda (IdA)