Alat pembuang sampah ala mesin ATM, keluarkan saldo untuk jajan siswa

Elshinta
Jumat, 25 November 2022 - 17:07 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Radio Elshinta
 Alat pembuang sampah ala mesin ATM, keluarkan saldo untuk jajan siswa
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 04 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menciptakan alat pembuang sampah berbasis digital yakni mesin ATM. Para siswa yang membuang sampah nantinya mendapatkan saldo yang dapat ditukar dengan makanan atau minuman di kantin sekolah setempat.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Suprap mengatakan, mesin robotic alat pembuang sampah yang diciptakan oleh para siswa tersebut merupakan mesin berbasis digital mirip dengan mesin ATM.

“Alat tersebut dibuat sebagai alat pembuang sampah seperti jenis logam, organik dan non organik. Alat ini benar mirip dengan mesin ATM,” katanya kepada Kontributor Elshinta Sarwoto, Jumat (25/11). 

Ia mengatakan, bagi siswa yang membuang sampah di mesin itu, cukup menempelkan kartu pelajar yang di miliki,  pada bagian mesin, kemudian mesin akan mengeluarkan saldo.

Dari dalam saldo tersebut para siswa dapat menukarkan makanan di kantin sekolah.

“Cukup mudah, para siswa hanya menempelkan kartu pelajar kemudian menunggu sampai muncul saldo. Setelah muncul saldo, kemudian siswa dapat menukarkan dengan makanan atau minuman di kantin sekolah,” kata Suprap.

Kepala sekolah berharap, setelah mesin tersebut di lakukan uji coba, nantinya akan dikembangkan dan diterapkan di lingkungan sekolah.

“Dengan terciptanya mesin pembuang sampah berbasis ATM ini para siswa diharapkan peduli dengan lingkungan sekolah dengan adanya sampah.

Ia menjelaskan, munculnya mesin pembuang sampah berbasis ATM tersebut, bermula para siswa melihat tayangan di youtube luar negeri, bahwa dalam tayangan tersebut warga membuang sampah dalam mesin ATM dan mengeluarkan saldo.

“Ya, dari melihat tayangan tersebut, kemudian para siswa tersebut mencoba membuatnya, dipraktekkan bersama guru pembibingnya,” kata dia.          

Sementara itu, Guru pembibing ekstra robot Mariyanto mengatakan, mesin berbasis ATM  dibuat selama satu bulan dan butuh biaya Rp2 sampai Rp3 juta. Kemudian komponen yang digunakan dari barang bekas seperti printer serta komputer.

“Dari perancangan sampai selesai, membutuhkan waktu 1 bulan," ujar Mariyanto. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Marak isu penculikan di Kudus, sekolah diimbau waspada
Sabtu, 04 Februari 2023 - 15:35 WIB

Marak isu penculikan di Kudus, sekolah diimbau waspada

Elshinta.com, Beredar informasi adanya isu percobaan penculikan anak yang terjadi di wilayah Kudus ...
Operasikan kampus baru, Hacktive8 ingin cetak 500 talenta digital 2023
Sabtu, 04 Februari 2023 - 11:47 WIB

Operasikan kampus baru, Hacktive8 ingin cetak 500 talenta digital 2023

Elshinta.com, Hacktive8, perusahaan yang menyebut dirinya sebagai coding bootcamp, ingin mencetak 5...
FTP UB jalin kerjasama dengan Kongunadu Arts and Science College, India
Jumat, 03 Februari 2023 - 19:06 WIB

FTP UB jalin kerjasama dengan Kongunadu Arts and Science College, India

Elshinta.com, Fakultas Tehnologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur menj...
Orang tua siswa SDN I Pondok Cina Depok kirim surat banding administratif ke Gubernur Jabar
Jumat, 03 Februari 2023 - 17:56 WIB

Orang tua siswa SDN I Pondok Cina Depok kirim surat banding administratif ke Gubernur Jabar

Elshinta.com, Puluhan orang tua siswa dari SDN Pondok Cina I Kota Depok, mendatangi Kantor Provinsi ...
Prabowo minta mahasiswa RI di Turki tetap optimistis dan bangga jadi WNI 
Jumat, 03 Februari 2023 - 16:36 WIB

Prabowo minta mahasiswa RI di Turki tetap optimistis dan bangga jadi WNI 

Elshinta.com, Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menemui mahasiswa dan mahasiswi Indonesia Wis...
Pelajar SMK PGRI 3 Malang gelar pengabdian ke masyarakat
Jumat, 03 Februari 2023 - 14:56 WIB

Pelajar SMK PGRI 3 Malang gelar pengabdian ke masyarakat

Elshinta.com, Sebanyak 10 orang pelajar SMK PGRI 3 Kota Malang, Jawa Timur menggelar pengabdian masy...
PIP 2023 Sukoharjo digulirkan awal Pebruari, jenjang SD pertama cair
Jumat, 03 Februari 2023 - 14:47 WIB

PIP 2023 Sukoharjo digulirkan awal Pebruari, jenjang SD pertama cair

Elshinta.com, Sebanyak 1.500 siswa  jenjang SD di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menerima pencair...
LPAI dorong pengawasan peraturan sekolah tentang sanksi skors
Rabu, 01 Februari 2023 - 08:23 WIB

LPAI dorong pengawasan peraturan sekolah tentang sanksi skors

Elshinta.com, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendorong pengawasan pemerintah terhadap pe...
Atdikbud sebut visibilitas sekolah Indonesia Tokyo penting bagi diplomasi
Rabu, 01 Februari 2023 - 01:57 WIB

Atdikbud sebut visibilitas sekolah Indonesia Tokyo penting bagi diplomasi

Elshinta.com, Peningkatan visibilitas Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT) sangat penting untuk m...
Pahami persoalan anak-anak miskin untuk tingkatkan akses pendidikannya
Senin, 30 Januari 2023 - 20:07 WIB

Pahami persoalan anak-anak miskin untuk tingkatkan akses pendidikannya

Elshinta.com, Akses pendidikan berkualitas, mulai dari jenjang pendidikan usia dini hingga usia seko...

InfodariAnda (IdA)