Sudin LH Jakut identifikasi perusahaan diduga timbulkan pencemaran debu

Elshinta
Jumat, 25 November 2022 - 18:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Radio Elshinta
Sudin LH Jakut identifikasi perusahaan diduga timbulkan pencemaran debu
Sumber foto: ME Sudiono/elshinta.com.

Elshinta.com - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara melakukan identifikasi terhadap perusahaan-perusahaan di wilayah Jakarta Utara, termasuk di Kawasan Industri KBN Marunda dan KBN Cakung, yang diduga menimbulkan pencemaran debu ke lingkungan permukiman.

Mayarakat Kawasan Rumah Susun Sederhana Sewa atau disingkat Rusunawa Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan adanya debu yang diduga akibat dari sisa pembuangan pabrik di wilayah Kawasan Berikat Nusantara Marunda (KBN)

Mereka menyoroti pabrik-pabrik yg sudah lama beroperasi di Kawasan Industri itu, dan jauh lebih lama dari keberadaan Rusunawa Marunda, karena debu-debunya beterbangan hingga mengotori kediaman warga setempat, sehingga dianggap sangat mengganggu, terutama dalam kesehatan.

Adanya informasi pencemaran lingkungan dari debu, pihak Sudin Lingkungan Hidup/LH Jakarta Utara, segera melakukan identifikasi terhadap perusahaan-perusahaan di wilayah Jakarta Utara. Tidak terkecuali yang berada di lingkungan KBN Marunda dan KBN Cakung, terutama di sekitar atau mendekati kawasan permukiman Rusunawa Marunda.

Dari Suku Dinas Lingkungan Hidup telah mendata beberapa perusahaan yang diduga menimbulkan pencemaran dari pembuangan untuk dilakukan pengujian laboratorium pembuangan dari cerobong.

Kepada Reporter Elshinta, ME Sudiono, Kasudin LH Jakarta Utara, Ahmad Hariyadi menjelaskan di ruang kantornya, Jumat (25/11) terkait adanya pencemaran debu yang terjadi di Rusunawa Marunda, bahwa Sudin Jakarta Utara melakukan indentifikasi terhadap sumber tensi pencemaran debu. 

"Sejauh ini sudin LH melakukan langkah-langkah melalui data-data dokumen yang ada, dari titik sumber tercemar di rusunawa marunda, kemudian melihat aktifitas perusahaan," kata Hariyadi. 

Lebih lanjut Hariadi mengakui ada satu perusahaan yang hingga kini belum dilakukan uji laboratorium dalam pengambilan sampel sisa pembuangan dari boiler milik perusahaan tersebut. "Tangga perusahaan dimaksud yang menuju lokasi pembuangannya terindikasi kurang aman, sehingga dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkapnya.

Hariadi mengharapkan agar setiap perusahaan semakin taat dalam pengelolaan lingkungan. Sementara masyarakat sebaiknya semakin bijak dalam menjaga stabilitas sosial wilayahnya dan menjaga komunikasi yang baik antara masyarakat dengan perusahaan.

"Agar tercipta iklim masyarakat lingkungan yang lebih kondusif," tandas Hariyadi. 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:05 WIB

Warga Desa Sugihmas lepas dari kesulitan air bersih

Elshinta.com, Kini tak ada lagi masyarakat Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa...
 1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng
Sabtu, 28 Januari 2023 - 18:24 WIB

1.500 pohon ditanam di area rawan longsor dan banjir bandang di Jateng

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan penanaman pohon di lahan kritis yang be...
Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan
Kamis, 26 Januari 2023 - 12:23 WIB

Bantul kembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis desa/kelurahan

Elshinta.com, Pemerintah Kabupaten Bantul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berupaya mengembang...
 Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan
Selasa, 24 Januari 2023 - 12:44 WIB

Ganjar optimalkan lahan tidur jadi lahan produktif untuk perkuat ketahanan pangan

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, bersama Kapolda Jayeng Irjen Pol Ahmad L...
DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir
Senin, 16 Januari 2023 - 10:35 WIB

DLH Bekasi angkut puluhan ton sampah di Sungai Cikarang Hilir

Elshinta.com, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali melakukan aksi bersi...
HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara
Minggu, 15 Januari 2023 - 17:25 WIB

HBKB, Sudin Lingkungan Hidup Jakut pantau kualitas udara

Elshinta.com, Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Freeday di Jl Danau Sunter Slatan, Tj P...
 Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon
Jumat, 13 Januari 2023 - 22:05 WIB

Atasi banjir dan longsor di Grobogan, Ganjar akan pulihkan lahan kritis dengan penanaman pohon

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menggalakkan penanaman pohon di Pegunungan Kende...
Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang
Jumat, 13 Januari 2023 - 20:47 WIB

Sahabat Ganjar bersih-bersih pantai dan lingkungan di Pekalongan, Demak hingga Rembang

Elshinta.com, Sahabat Ganjar menggelar kegiatan menjalankan sunnah di hari baik, dengan melangsungk...
Minimalisir banjir, Sungai Wulan sepanjang 47 km bakal dinormalisasi
Kamis, 12 Januari 2023 - 18:10 WIB

Minimalisir banjir, Sungai Wulan sepanjang 47 km bakal dinormalisasi

Elshinta.com, Pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Wulan sepanjang 47 kilometer sebagai up...
Walhi pastikan kondisi Sungai Batanghari semakin tercemar
Senin, 09 Januari 2023 - 13:47 WIB

Walhi pastikan kondisi Sungai Batanghari semakin tercemar

Elshinta.com, Walhi Jambi memberikan catatan penting tentang kondisi Sungai Batanghari kepada pemer...

InfodariAnda (IdA)