BNPT: Kelompok ekstremisme menyalahgunakan internet untuk propaganda

Elshinta
Jumat, 25 November 2022 - 21:11 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
BNPT: Kelompok ekstremisme menyalahgunakan internet untuk propaganda
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Boy Rafli Amar (kanan) berdialog dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kiri). (ANTARA-HO Humas BNPT).

Elshinta.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar mengatakan kelompok ekstremisme yang mengarah pada tindakan terorisme kerap menyalahgunakan internet untuk melakukan propaganda.

"Selain menyalahgunakan internet untuk propaganda, mereka berusaha menyedot pendanaan terorisme yang menargetkan generasi muda," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNPT di hadapan 16 negara yang hadir dalam Forum Tingkat Tinggi Aqaba Process Regional Asia Tenggara, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, Kamboja, Jepang, India, Australia, Selandia Baru, Prancis, AS, Inggris, dan Belanda yang diadakan di Bali pada 22-23 November 2022.

Kelompok ekstremisme melakukan rekrutmen dan perencanaan hingga pendanaan tindak pidana terorisme yang menargetkan anak muda bahkan mendorong pelibatan perempuan untuk melakukan aksi teror, katanya.

Menurutnya, perlu ada komitmen bersama antara pemerintah, organisasi, entitas internasional, dan perusahaan teknologi dalam menghadapi tantangan tersebut.

"Sangat penting menggunakan pendekatan multidisiplin dengan menguatkan kemitraan dalam mengatasinya," ujar mantan Kapolda Papua tersebut.

Kerja sama itu, papar dia, tidak hanya antarnegara namun dengan berbagai organisasi internasional, termasuk perusahaan teknologi untuk mengatasi tantangan eksploitasi internet oleh kelompok teroris dan ekstremis berbasis kekerasan.

Selain dihadiri negara-negara sahabat, pertemuan tersebut dihadiri perusahaan teknologi seperti Microsoft, Meta, TikTok, YouTube hingga Google.

Dalam kesempatan itu, seluruh negara yang terlibat sepakat mengenai pentingnya peran Global Internet Forum to Counter Terrorism (GIFCT) dan Christchurch Call to Action yang di antaranya berisi pertukaran informasi, riset, dan praktik terbaik pencegahan radikalisasi melalui internet khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Aqaba Process merupakan sebuah inisiatif yang dibuat King Abdullah II dari Kerajaan Yordania pada tahun 2015 untuk mempertemukan perwakilan pejabat pemerintah, praktisi teknologi, dan masyarakat sipil.

Tujuan Aqaba Process meningkatkan koordinasi di tingkat global, bertukar informasi, keahlian dalam upaya penanggulangan terorisme, dan ekstremisme "online" maupun "offline" menggunakan pendekatan holistik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polisi dalami adanya jaringan layanan kencan dalam kasus pembunuhan siswi SMP
Sabtu, 28 Januari 2023 - 16:57 WIB

Polisi dalami adanya jaringan layanan kencan dalam kasus pembunuhan siswi SMP

Elshinta.com, Polisi mengembangkan penyelidikan kasus pembunuhan siswi SMP di Kabupaten Sukoharjo, J...
Kasus korupsi suap pengurusan pekara di MA mulai disidangkan
Sabtu, 28 Januari 2023 - 16:45 WIB

Kasus korupsi suap pengurusan pekara di MA mulai disidangkan

Elshinta.com, Kasus korupsi suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa Theodorus...
Polisi amankan belasan kendaraan knalpot `brong` di Surakarta
Sabtu, 28 Januari 2023 - 12:47 WIB

Polisi amankan belasan kendaraan knalpot `brong` di Surakarta

Elshinta.com, Polresta Surakarta kembali mengamankan belasan kendaraan sepeda motor dengan knalpot t...
Polisi imbau masyarakat hindari judi daring karena dipastikan kalah
Sabtu, 28 Januari 2023 - 07:09 WIB

Polisi imbau masyarakat hindari judi daring karena dipastikan kalah

Elshinta.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan mengi...
Polres Indramayu tangkap 13 pengedar narkotika dua di antaranya IRT
Sabtu, 28 Januari 2023 - 03:29 WIB

Polres Indramayu tangkap 13 pengedar narkotika dua di antaranya IRT

Elshinta.com, Kepolisian Resor Indramayu, Jawa Barat, pada awal Januari hingga saat ini menangkap se...
Polres Jember tetapkan 22 tersangka penambang emas ilegal
Sabtu, 28 Januari 2023 - 02:27 WIB

Polres Jember tetapkan 22 tersangka penambang emas ilegal

Elshinta.com, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, menetapkan sebanyak 22 or...
Polisi tangkap komplotan perampok nasabah bank di Jambi
Sabtu, 28 Januari 2023 - 01:55 WIB

Polisi tangkap komplotan perampok nasabah bank di Jambi

Elshinta.com, Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menangkap tiga tersangka perampok nasabah bank, dan ke...
Kajari Lahat dimutasi terkait penanganan kasus pemerkosaan anak
Jumat, 27 Januari 2023 - 23:11 WIB

Kajari Lahat dimutasi terkait penanganan kasus pemerkosaan anak

Elshinta.com, Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanudin memutasi NW sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lahat,...
Kejati tahan tiga tersangka kasus korupsi Bank Sulteng
Jumat, 27 Januari 2023 - 22:11 WIB

Kejati tahan tiga tersangka kasus korupsi Bank Sulteng

Elshinta.com, Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng) resmi menahan tiga oran...
Kejaksaan tetapkan mantan Kadistan Bekasi sebagai tersangka korupsi
Jumat, 27 Januari 2023 - 21:47 WIB

Kejaksaan tetapkan mantan Kadistan Bekasi sebagai tersangka korupsi

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri Bekasi menetapkan mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi beri...

InfodariAnda (IdA)