Empat tersangka kasus akses kartu kredit terancam denda Rp1 miliar

Elshinta
Jumat, 25 November 2022 - 22:41 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Empat tersangka kasus akses kartu kredit terancam denda Rp1 miliar
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Barly Ramadhany (tiga dari kiri) memimpin ungkap kasus ilegal akses kartu kredit, Jumat (25/11/2022) (ANTARA/M Riezko Bima Elko P)

Elshinta.com - Sebanyak empat orang warga Bogor, Jawa Barat terancam denda senilai Rp1 miliar atau dikenai hukuman pidana selama enam tahun setelah ditetapkan tersangka oleh aparat kepolisian di Sumatera Selatan terkait kasus ilegal akses kartu kredit.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Barly Ramadhany, di Palembang, Jumat, mengatakan ancaman hukuman maksimal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 30 Ayat (1) dan/atau Pasal 32 Ayat (2) Juncto Pasal 45A Ayat (1) Undang-undang ITE nomor 19 tahun 2016.

Kemudian, Pasal 55 dan 56 KUHP terkait penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan atau martabat supaya melakukan perbuatan melawan hukum, yang dikenakan penyidik kepada keempat tersangka warga Bogor itu yakni Eko Bowie (37), Shandy (33), Syahrul (20) dan Mamun Taryono (35).

“Sementara untuk ancaman pidana penjaranya diatur dalam pasal tersebut, yakni selama enam tahun,” kata dia.

Menurutnya, ancaman hukuman itu diberikan kepada tersangka sesuai dengan hasil pengembangan penyidikan, dengan memeriksa dua orang korban sebagai saksi dan didukung kecukupan barang bukti.

Adapun barang bukti tersebut, di antaranya 12 unit ponsel, tiga lembar print out rekening koran tersangka, dua lembar print out data transaksi pada E-Walet, enam lembar print out data transaksi E-Commerce Bukaklapak.

“Barang bukti ini didapatkan dari para tersangka yang ditangkap Subdit V Siber Polda Sumsel dan Polres Bogor, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Agustus lalu,” kata dia.

Ia menjelaskan kepada penyidik tersangka mengakui berbagi peran untuk mempengaruhi kedua korbannya melalui saluran telepon, sehingga korban secara tidak sadar telah memberikan data pribadi berikut kode OTP kartu kredit kepada mereka.

Kedua korban tersebut adalah pria berinisial P (60) warga Palembang, dan SA (51) warga  Bangka, Bangka Belitung.

Setelah mendapatkan kode OTP itu, lanjutnya,  para tersangka memindahkan saldo tabungan dari para korban untuk bertransaksi ke Bukalapak, menggunakan merchant atau olshop milik para tersangka yang telah dibuat sebelumnya.

Total kerugian korban dari saldo tabungan mereka yang digunakan oleh para tersangka diketahui mencapai senilai Rp49,3 juta.

Menurutnya, uang hasil kejahatan tersebut seolah-olah ditransaksikan dalam bentuk barang berupa lima batang logam mulia seberat 5 gram dan lima batang logam mulia seberat 3 gram.

“Barang itu kemudian dikirimkan dalam bentuk kotak paket (yang diisi lempengan besi) melalui aplikasi Gosend yang kemudian diterima mereka. Pengiriman maupun penerimaan barang dilakukan oleh para tersangka,” ujarnya.

Para tersangka saat ini ditahan di ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sumatera Selatan untuk kemudian berkas perkaranya akan dilimpahkan kepada kejaksaan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Oknum ANS di Lampung dilaporkan ke polisi
Sabtu, 04 Februari 2023 - 11:01 WIB

Oknum ANS di Lampung dilaporkan ke polisi

Elshinta.com, Kepolisian Sektor (Polsesk) Tanjung Karang Timur, Polresta Bandarlampung, membenarkan ...
Gayus Lumbuun ingatkan hukuman JC harus tetap memperhatikan perbuatan
Sabtu, 04 Februari 2023 - 06:55 WIB

Gayus Lumbuun ingatkan hukuman JC harus tetap memperhatikan perbuatan

Elshinta.com, Mantan Hakim Agung Republik Indonesia Gayus Lumbuun mengatakan hukuman bagi seorang te...
Dua terdakwa kasus Kanjuruhan dituntut 6 tahun 8 bulan penjara
Sabtu, 04 Februari 2023 - 02:11 WIB

Dua terdakwa kasus Kanjuruhan dituntut 6 tahun 8 bulan penjara

Elshinta.com, Dua orang terdakwa kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, yakni Suko Sutrisn...
Jaksa periksa Kadis ESDM NTB terkait kasus korupsi tambang pasir besi
Jumat, 03 Februari 2023 - 20:57 WIB

Jaksa periksa Kadis ESDM NTB terkait kasus korupsi tambang pasir besi

Elshinta.com, Jaksa penyidik kejaksaan memeriksa Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Nusa Tengga...
Polres Situbondo berhasil tangkap perempuan pelaku pembuang bayi
Jumat, 03 Februari 2023 - 20:45 WIB

Polres Situbondo berhasil tangkap perempuan pelaku pembuang bayi

Elshinta.com, Satuan Reskrim Polres Situbondo, Jawa Timur, menangkap seorang perempuan CAP (19) di ...
Marak isu penculikan, Polda Lampung imbau agar tak panik
Jumat, 03 Februari 2023 - 18:34 WIB

Marak isu penculikan, Polda Lampung imbau agar tak panik

Elshinta.com, Kepolisian Daerah Lampung mengimbau masyarakat setempat tidak panik menyikapi isu penc...
Mantan pejabat Bawaslu Kaur di vonis 3 tahun penjara terkait korupsi
Jumat, 03 Februari 2023 - 18:26 WIB

Mantan pejabat Bawaslu Kaur di vonis 3 tahun penjara terkait korupsi

Elshinta.com, Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu memberikan vonis tiga tahun...
Saksi sebut promosi jabatan eselon tiga Dinsos Pemalang dipatok Rp50 juta
Jumat, 03 Februari 2023 - 18:19 WIB

Saksi sebut promosi jabatan eselon tiga Dinsos Pemalang dipatok Rp50 juta

Elshinta.com, Pejabat yang dipromosikan untuk menduduki jabatan eselon tiga di Dinas Sosial, Keluarg...
Polisi Blitar usut temuan bayi baru lahir dibuang
Jumat, 03 Februari 2023 - 16:58 WIB

Polisi Blitar usut temuan bayi baru lahir dibuang

Elshinta.com, Aparat Kepolisian Resor Blitar Kota mengusut kasus bayi baru lahir yang dibuang dan di...
Kapolda NTB ingatkan sebar hoaks penculikan anak terancam 10 tahun penjara
Jumat, 03 Februari 2023 - 12:47 WIB

Kapolda NTB ingatkan sebar hoaks penculikan anak terancam 10 tahun penjara

Elshinta.com, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto...

InfodariAnda (IdA)