Kapal China dengan meriam masuki perairan Jepang dekat Senkaku

Elshinta
Sabtu, 26 November 2022 - 06:15 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Kapal China dengan meriam masuki perairan Jepang dekat Senkaku
Kapal pengawas laut China Haijian No.51 (tengah) berlayar di dekat kapal-kapal Penjaga Pantai Jepang (kanan dan kiri) dan sebuah kapal nelayan Jepang (depan, kedua kiri), di perairan dekat Pulau Uotsuri, salah satu pulau dari kepulauan Senkaku/Diaoyu di Laut China Selatan, Senin (1/7). (REUTERS/KYODO)

Elshinta.com - Sebuah kapal penjaga pantai China dilengkapi dengan meriam terbesar yang pernah terlihat di kapal semacam itu memasuki wilayah perairan Jepang di dekat Kepulauan Senkaku di Laut China Timur pada Jumat, kata penjaga pantai Jepang.

Penjaga pantai Jepang mengatakan bahwa empat kapal penjaga pantai China, termasuk kapal dengan meriam itu, terdeteksi di perairan pulau tak berpenghuni --Senkaku-- yang dikuasai Tokyo dan yang diklaim oleh Beijing.

Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah para pemimpin kedua negara kekuatan Asia itu mengadakan pertemuan tingkat tinggi pertama mereka sejak 2019.

Dua kapal China memasuki wilayah perairan Jepang pada Jumat (25/11) sekitar pukul 02:35 (waktu setempat), di mana kapal pertama masuk dan disusul kapal kedua.

Kemudian sekitar pukul 10:00 pagi, dua lagi kapal China tiba di perairan Jepang itu dengan satu kapal membawa sebuah meriam 76 mm.

Setelah kapal patroli Jepang memerintahkan kapal China untuk segera meninggalkan daerah perairan itu, keempat kapal itu pindah ke zona bersebelahan di luar perairan teritorial Jepang pada kemudian hari, kata penjaga pantai.

Intrusi ke wilayah maritim Jepang oleh kapal pemerintah  China itu adalah yang ke-32 pada tahun ini dan yang pertama sejak 13 November.

Kapal China terlihat di dekat Senkaku, termasuk di zona tambahan, selama 23 hari berturut-turut.

Hingga awal November, meriam 37 mm adalah meriam terbesar yang dipasang di kapal China yang dilihat oleh Penjaga Pantai Jepang.

Namun, pada 15 November, China mengirim kapal penjaga pantainya dengan meriam 76 mm ke zona bersebelahan di luar perairan teritorial Jepang di lepas pantai Senkaku.

Langkah itu dilakukan China dua hari sebelum pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Jepang-China yang berlangsung di Thailand secara tatap muka untuk pertama kali dalam hampir tiga tahun.

Pada Jumat malam, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengkritik Beijing. Dia mengatakan pada konferensi pers bahwa kegiatan maritim seperti itu yang dilakukan oleh penjaga pantai China melanggar hukum internasional.

Matsuno menambahkan Jepang telah mengajukan protes ke China atas langkah terbarunya itu melalui jalur diplomatik.

Selama pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping di Bangkok, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyampaikan "keprihatinan serius" negaranya tentang upaya China untuk menganggu kendali Tokyo atas Senkaku, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang.

Kepulauan Senkaku telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara Asia Timur tersebut.

Jepang mempertahankan pendiriannya bahwa pulau-pulau kecil itu, yang disebut Diaoyu oleh China, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayahnya.

Sumber: Kyodo-OANA

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Ford tarik hampir setengah juta kendaraan karena cacat kamera
Sabtu, 28 Januari 2023 - 08:51 WIB

Ford tarik hampir setengah juta kendaraan karena cacat kamera

Elshinta.com, Produsen otomotif AS Ford Motor Co mengumumkan pada Jumat waktu setempat (27/2) bahwa ...
Militer AS dan Korea Selatan teken pernyataan `visi strategis`
Jumat, 27 Januari 2023 - 17:35 WIB

Militer AS dan Korea Selatan teken pernyataan `visi strategis`

Elshinta.com, Kepala staf angkatan darat Korea Selatan dan Amerika Serikat telah menandatangani pern...
Estonia siap kirimkan bom tandan untuk Ukraina
Jumat, 27 Januari 2023 - 17:23 WIB

Estonia siap kirimkan bom tandan untuk Ukraina

Elshinta.com, Estonia siap mengirimkan kepada Ukraina sejumlah bom tandan/klaster yang diambil dari ...
Kanada akan kirim empat tank Leopard 2 untuk Ukraina
Jumat, 27 Januari 2023 - 15:11 WIB

Kanada akan kirim empat tank Leopard 2 untuk Ukraina

Elshinta.com, Empat tank tempur utama Kanada akan segera meluncur ke Ukraina bersama dengan personel...
Presiden Palestina umumkan hari berkabung nasional peristiwa Jenin
Jumat, 27 Januari 2023 - 10:43 WIB

Presiden Palestina umumkan hari berkabung nasional peristiwa Jenin

Elshinta.com, Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Kamis (26/1) mengumumkan hari berkabung nasional...
Sembilan warga Palestina tewas dalam serbuan tentara Israel
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:55 WIB

Sembilan warga Palestina tewas dalam serbuan tentara Israel

Elshinta.com, Sedikitnya sembilan warga Palestina tewas dan 16 lainnya luka-luka akibat serbuan tent...
Safari ke tiga negara Afrika, Luhut bahas kerja sama bidang strategis
Kamis, 26 Januari 2023 - 18:55 WIB

Safari ke tiga negara Afrika, Luhut bahas kerja sama bidang strategis

Elshinta.com, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan...
Ledakan bom di Nigeria tengah tewaskan 27 gembala
Kamis, 26 Januari 2023 - 14:59 WIB

Ledakan bom di Nigeria tengah tewaskan 27 gembala

Elshinta.com, Sekelompok 27 gembala Fulani tewas dan sejumlah lainnya terluka ketika sebuah bom mele...
Laporan PBB sebut Ekonomi global diproyeksikan tumbuh 1,9 persen pada 2023
Kamis, 26 Januari 2023 - 08:23 WIB

Laporan PBB sebut Ekonomi global diproyeksikan tumbuh 1,9 persen pada 2023

Elshinta.com, Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan melambat dari sekitar 3,0 persen pada 2022 me...
Misi dagang Mendag ke Arab cairkan komunikasi bilateral
Rabu, 25 Januari 2023 - 12:23 WIB

Misi dagang Mendag ke Arab cairkan komunikasi bilateral

Elshinta.com, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Muhammad Rivai Abbas berpendapa...

InfodariAnda (IdA)