Pemerintah dorong sistem kesehatan dalam negeri ke arah preventif

Elshinta
Sabtu, 26 November 2022 - 08:59 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Pemerintah dorong sistem kesehatan dalam negeri ke arah preventif
Ilustrasi pengecekan gula darah. (Pexels)

Elshinta.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini pemerintah mendorong agar arah sistem kesehatan dalam negeri lebih banyak untuk mencegah (preventif) dan mendeteksi penyakit sejak dini (skrinning) alih-alih kuratif.

"Para CEO harus masuk ke bisnis yang sifatnya promotif dan preventif karena itu yang didorong oleh Kementerian Kesehatan," kata Menkes di hadapan para chief executive officer (CEO) dalam acara Kompas100 CEO Forum 2022 di Jakarta pada Jumat.

Menkes, di hadapan para pucuk pimpinan perusahaan menjelaskan bahwa para CEO hendaknya mulai melirik bisnis kesehatan yang bersifat promotif dan skrinning.

"Mulai dari skrinning yang sederhana seperti kolesterol, gula darah, hipertensi atau yang lebih canggih genome sequence. Spending promotif dan preventif will become the trend for every government," kata Menkes dalam keterangab pers pada Sabtu.

Selain itu, pemerintah juga mendorong agar BPJS dan asuransi kesehatan mulai lebih banyak mengalokasikan pendanaan ke arah promotif preventif.

"Jadi 14 skrining kesehatan sekarang sudah di-cover BPJS. sebelumnya kesemuanya hanya kuratif saja," katanya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat pengeluaran rata-rata untuk kesehatan masyarakat Indonesia sebesar 112 dolar AS per kapita per tahun dengan rerata usia harapan hidup masyarakat 72 tahun.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan negara Asia lain seperti Malaysia di mana pengeluaran rata-rata untuk kesehatan di Malaysia sebesar 431 dolar AS per kapita per tahun dengan rerata usia harapan hidupnya 76 tahun.

Jepang dan Singapura masing-masing pengeluaran rata-rata untuk kesehatan sebesar 4.800 dolar AS dan 2.800 dolar AS dengan usia harapan hidupnya masyarakatnya masing-masing 84 tahun dan 80 tahun.

Adapun pengeluaran rata-rata untuk kesehatan masyarakat Amerika Serikat (AS) sebesar 10.000 dolar AS per kapita per tahun dengan rata-rata usia harapan hidup 79 tahun.

"Spending ini akan naik sejalan dengan menuanya populasi kita. Jadi kalau population aging (penuaan populasi) nanti pasti health spending-nya lebih besar," kata Menkes.

Dari data itu, Singapura adalah negara dengan sistem kesehatan paling efektif.

"Semua orang Singapura setahunnya bayar biaya kesehatan 2.800 dolar AS tapi they can life sampai 80 tahun sama seperti orang Jepang yang bayar 4.800 dolar AS untuk hidup 84 tahun, lebih baik dari orang Amerika yang harus keluarin uang 10.000 dollar AS setahun untuk hidupnya cuma 79 tahun," kata dia.

Menurutnya, sistem kesehatan Singapura dan Jepang dapat lebih efisien dari Indonesia lantaran kedua negara tersebut lebih banyak menerapkan sistem mencegah daripada mengobati.

Sementara masyarakat Indonesia akan berobat jika sudah merasakan sakit.

"Pesan saya buat teman-teman, hidup yang sehat adalah hidupnya yang mencegah, bukan mengobati, yang preventif bukan yang kuratif," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Satgas Yonarmed 1 Kostrad gelar pelayanan kesehatan keliling
Minggu, 29 Januari 2023 - 20:23 WIB

Satgas Yonarmed 1 Kostrad gelar pelayanan kesehatan keliling

Elshinta.com, Kondisi cuaca yang tidak menentu dan tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari te...
Korps Brimob dan BKKBN jalin kerja sama percepat penanganan `stunting`
Sabtu, 28 Januari 2023 - 23:34 WIB

Korps Brimob dan BKKBN jalin kerja sama percepat penanganan `stunting`

Elshinta.com, Korps Brigade Mobile (Brimob) Polri menjalin kerja sama dengan Badan Kependudukan dan ...
Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati
Sabtu, 28 Januari 2023 - 10:25 WIB

Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati

Elshinta.com, Antioksidan pada teh hijau dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Kend...
Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?
Jumat, 27 Januari 2023 - 22:41 WIB

Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?

Elshinta.com, Pakar kesehatan Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, Sp. A, Subsp. I.P.T., M.TropPae...
Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:31 WIB

Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan

Elshinta.com, Pakar pangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Hery Winarsi meng...
Manfaat suplemen fiber untuk diet
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:19 WIB

Manfaat suplemen fiber untuk diet

Elshinta.com, Suplemen serat diklaim mampu memberikan manfaat bagi tubuh, terutama membantu menurunk...
Pakar ingatka konsumsi ikan yang cukup pada ibu hamil bisa cegah stunting
Jumat, 27 Januari 2023 - 02:23 WIB

Pakar ingatka konsumsi ikan yang cukup pada ibu hamil bisa cegah stunting

Elshinta.com, Guru Besar Ilmu Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Hardinsyah mengatakan b...
Dokter ingatkan masyarakat agar makan jangan asal kenyang
Kamis, 26 Januari 2023 - 20:53 WIB

Dokter ingatkan masyarakat agar makan jangan asal kenyang

Elshinta.com, Pakar gizi dr Ida Gunawan, M.S, Sp.GK (K), FINEM mengingatkan masyarakat agar makan ta...
Jaga kekebalan tubuh usai divaksin dengan cukupi nutrisi
Kamis, 26 Januari 2023 - 17:42 WIB

Jaga kekebalan tubuh usai divaksin dengan cukupi nutrisi

Elshinta.com,
Protein hewani penting untuk pertumbuhan optimal anak
Kamis, 26 Januari 2023 - 09:47 WIB

Protein hewani penting untuk pertumbuhan optimal anak

Elshinta.com, Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia atau Pergizi Pangan Indonesia menyampaik...

InfodariAnda (IdA)