Berjalan kaki menikmati peninggalan sejarah Kota Lama Semarang

Elshinta
Minggu, 27 November 2022 - 15:35 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Berjalan kaki menikmati peninggalan sejarah Kota Lama Semarang
Gereja Blenduk atau GPIB Imannuel Semarang menjadi salah satu ikon penting untuk wisata di kawasan Kota Lama Semarang, (ANTARA/Livia Kristianti)

Elshinta.com - Berkunjung ke Semarang tidak lah lengkap sebelum mengunjungi ikon Kota Lumpia ini, yakni kawasan Kota Lama, yang bisa anda jelajahi dengan berjalan kaki.

Kawasan yang masuk ke dalam jajaran World Heritage City UNESCO itu memiliki banyak atraksi unik dari berbagai sisi, tak terkecuali dari segi sejarah.

Salah satu sejarah yang tak bisa lepas dari Kota Lama Semarang ialah bangunan-bangunan dengan sentuhan arsitektur klasik hingga jejak-jejak awal industri kereta api di Indonesia.


Fasad dari kafe Teko Deko bergaya art deco khas Eropa di di kawasan Kota Lama Semarang, (ANTARA/Livia Kristianti)

Wisata dengan berjalan kaki pun menjadi salah satu opsi yang menyenangkan untuk dilakukan di kawasan ini.

Jika anda tertarik berwisata sembari menyelami sejarah Kota Lama Semarang maka anda bisa memulainya dari kedai atau kafe bernama Tekodeko yang berada di Jalan Letjen Suprapto 44.

Secara harafiah kafe ini memiliki dekorasi unik berupa teko sebagai daya pikatnya.

Tekodeko menjadi rekomendasi pertama karena bangunan itu masih memiliki sisa-sisa peninggalan permukiman masyarakat Belanda dari era kolonial.


Museum Kota Lama yang terletak tidak jauh dari Kota Lama Semarang berisikan informasi sejarah serta puing dari Kota Lama Semarang. (ANTARA/Livia Kristianti)

Salah satu peninggalan asli yang masih dapat dilihat di Tekodeko masa kini yaitu ubin marmer berwarna putih. Selain bisa melihat langsung ubin yang mungkin sudah berusia ratusan tahun, anda bisa menikmati sentuhan interior dengan nuansa vintage.

Dari Tekodeko, anda bisa menuju ke arah Jalan Cendrawasih sedikit keluar dari Kawasan Kota Lama Semarang untuk menuju Museum Kota Lama.

Museum Kota Lama sebelumnya dikenal warga lokal sebagai lokasi Air Mancur Bundaran Bubakan. Meski baru diresmikan pada Februari 2022 oleh Pemerintah Kota Semarang, namun nilai sejarah di dalam Museum tersebut sangat tinggi.

Tanpa perlu membayar, saat berkunjung ke museum ini anda bisa menyelami perjalanan Kota Lama Semarang sejak awal didirikan hingga saat ini.

Pengunjung juga bisa melihat langsung kondisi jalur trem sisa-sisa peninggalan Belanda.

Tampilan puing Sentral Jurnatan yang menjadi stasiun pusat milik maskapai kereta Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) yang ada di dekat kawasan Kota Lama Semarang. (ANTARA/Livia Kristianti)

Bagi anda yang tertarik lebih jauh melihat bukti sejarah perkeretaapian, anda bisa sedikit berjalan ke tempat pengisian bahan bakar di seberang Museum Kota Lama. Anda akan melihat sebuah tiang yang tersisa yang semula digunakan untuk alat komunikasi telegram dalam pengoperasian kereta api di masa lampau.

Jejak sejarah dari masa awal industri kereta api dan trem di Semarang juga bisa dilihat dari sisa puing "Sentral Jurnatan".

Lokasinya bisa ditempuh dengan berjalan kaki menuju Jalan Agus Salim yang tak jauh dari Museum Kota Lama.

"Sentral Jurnatan" di masa lampau merupakan stasiun kereta api pusat yang dioperasikan oleh maskapai kereta api bernama Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS).

Ada banyak rute yang dilayani menggunakan trem uap dari stasiun tersebut ketika masih aktif seperti menuju arah Demak, Kudus, Pati, Rembang, serta Blora.


Bangunan tua yang ada di kanan dan kiri jalan merupakan bagian daya tarik dari Kota Lama Semarang. (ANTARA/Livia Kristianti)

Namun kini karena area tersebut sudah menjadi kompleks pertokoan, dan puing itu terletak di salah satu gerai penjualan dan servis motor sport.

Setelah disuguhi berbagai destinasi yang menunjukkan sisa-sisa industri kereta api, perjalanan bisa dilanjutkan kembali menuju ke Kota Lama Semarang.

Berjalanlah menuju ke arah Jalan Suari dan Jalan Kepodang, maka anda akan disuguhi bangunan-bangunan tua serta beberapa puing di kanan kiri anda ketika menyusuri daerah itu.

Di momen ini bisa dibilang anda tengah menikmati pesona sesungguhnya dari Kota Lama Semarang.

Terutama bagi anda yang menyukai foto "instagramable", ini saat yang tepat untuk mengabadikan momen di Kota Lama.


Area Rumah Akar di Kota Lama Semarang yang merupakan salah satu spot instagramable. (ANTARA/Livia Kristianti)

Masih belum cukup memenuhi keinginan berfoto? Jangan kuatir tak jauh dari jalanan itu ada destinasi bernama Rumah Akar.

Anda bisa melihat puing-puing bangunan yang terakhir digunakan di 1967 itu, kini menyatu dengan akar pohon.

Bangunan tua yang dibiarkan apa adanya memberikan sentuhan estetik, unik, dan membuatnya menjadi menarik serta dijamin sangat instagramable.

Rumah Akar secara lebih spesifik kini terletak di Jalan Roda II, namun di masa kolonial Belanda disebut Zwalustraat.

Lokasi ini menjadi populer sejak beberapa kali tampil di layar lebar.

Sebut saja film "Ayat-Ayat Cinta" hingga "Gee", yang pernah menjadikan tempat itu sebagai lokasi syuting dan pengambilan gamar.

Untuk menutup perjalanan lebih berkesan, anda bisa mendatangi Gereja Blenduk yang terletak di bagian inti Kawasan Kota Lama Semarang.

Gereja Blenduk atau dikenal juga dengan sebutan GPIB Imannuel Semarang merupakan gedung paling ikonik di kawasan itu.

Kental mengadopsi gaya arsitektur art deco ala Eropa, wisatawan bisa memanjakan matanya dengan suguhan visual dan juga mengabadikan momen di tempat ibadah itu.

Wisatawan juga bisa menikmati berbagai aktivitas yang berlangsung di dekat Gereja Blenduk tepatnya di Taman Sri Gunting.

Komunitas dari para pegiat budaya hingga seniman memanfaatkan ruang publik itu dengan maksimal.

Ada yang membuka kelas seperti kelas membatik atau pun menghadirkan pertunjukan seni tari di tempat itu.

Membuat wisatawan semakin lebih dekat dengan kearifan budaya lokal dan mendapatkan pengalaman baru.

Secara durasi, perjalanan wisata dengan berjalan kaki menggunakan rute ini setidaknya bisa memakan waktu kurang lebih 40 menit hingga 1 jam.

Namun jika ingin menghemat waktu, anda juga bisa menyewa sepeda, yang sebagian sudah bertenaga listrik, kepada penyedia jasa sewa di sekitar kawasan Kota Lama Semarang.

Ada baiknya perjalanan tersebut dilakukan di pagi atau sore hari, tentunya untuk menghindari sinar matahari yang menyengat.

Namun jika anda ingin mendalami interaksi dengan komunitas pegiat budaya dan seni, maka sore hari menjadi waktu yang paling tepat untuk mengitari kawasan Little Netherland itu.

Secara umum berwisata di Kota Lama Semarang tergolong hemat dan tidak memakan banyak biaya.

Akan tetap anda harus menyiapkan dana lebih apabila ingin melakukan wisata kuliner mengingat di kawasan Kota Lama Semarang juga cukup banyak sajian kuliner lokal yang siap dinikmati.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
 Gunung Merapi jadi suguhan pemandangan di obyek wisata Langit Pitu
Rabu, 25 Januari 2023 - 14:07 WIB

Gunung Merapi jadi suguhan pemandangan di obyek wisata Langit Pitu

Elshinta.com, Boyolali Jawa Tengah memiliki potensi alam pegunungan luar biasa untuk mendukung sekto...
Tingkatkan ekonomi masyarakat, Desa Dukuh tambah obyek wisata baru 
Selasa, 24 Januari 2023 - 12:06 WIB

Tingkatkan ekonomi masyarakat, Desa Dukuh tambah obyek wisata baru 

Elshinta.com, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menambah obyek wisata...
Atlet Paralayang promosi potensi wisata paralayang Gorontalo Utara
Senin, 23 Januari 2023 - 21:12 WIB

Atlet Paralayang promosi potensi wisata paralayang Gorontalo Utara

Elshinta.com, Atlet Paralayang Gorontalo Septian Lamadlaw mempromosikan potensi wisata alam parala...
Wisata Bandung Selatan mulai pulih seperti sebelum pandemi
Senin, 23 Januari 2023 - 21:04 WIB

Wisata Bandung Selatan mulai pulih seperti sebelum pandemi

Elshinta.com, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung menyebut aktivitas pariw...
Kebun Bintang Taman Rimba Jambi dikunjungi 1.600 wisatawan
Senin, 23 Januari 2023 - 20:56 WIB

Kebun Bintang Taman Rimba Jambi dikunjungi 1.600 wisatawan

Elshinta.com, Kebun Binatang Taman Rimba Jambi dikunjungi 1.600 wisatawan selama dua hari libur Tahu...
Presiden Jokowi yakin Solo Safari bakal jadi destinasi wisata baru
Senin, 23 Januari 2023 - 16:15 WIB

Presiden Jokowi yakin Solo Safari bakal jadi destinasi wisata baru

Elshinta.com, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meyakini Solo Safari, yang ia kunjungi bersama keluar...
Presiden Jokowi mengajak Jan Ethes dan La Lembah kunjungi Solo Safari
Senin, 23 Januari 2023 - 15:56 WIB

Presiden Jokowi mengajak Jan Ethes dan La Lembah kunjungi Solo Safari

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi memanfaatkan cuti bersama d...
PHRI sebut pencabutan PPKM jadi faktor okupansi meningkat pada Imlek
Senin, 23 Januari 2023 - 15:44 WIB

PHRI sebut pencabutan PPKM jadi faktor okupansi meningkat pada Imlek

Elshinta.com, Sekretaris Jendral Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Maulana Yusran mengatakan pe...
TMII tak menggelar acara khusus untuk sambut perayaan Imlek 2023
Minggu, 22 Januari 2023 - 18:08 WIB

TMII tak menggelar acara khusus untuk sambut perayaan Imlek 2023

Elshinta.com, Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tidak menggelar acara khusus untuk menyamb...
Keren, dari Gardu Pandang ini pengunjung bisa nikmati tujuh gunung
Minggu, 22 Januari 2023 - 17:42 WIB

Keren, dari Gardu Pandang ini pengunjung bisa nikmati tujuh gunung

Elshinta.com, Daya Tarik Wisata (DTW) Ketep Pass segera hadir dengan ikon baru. Sebuah gardu pandang...

InfodariAnda (IdA)