Protes anti-lockdown menyebar di China dengan seruan minta Xi mundur

Elshinta
Senin, 28 November 2022 - 11:52 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Protes anti-lockdown menyebar di China dengan seruan minta Xi mundur
Sejumlah petugas medis dikerahkan di kompleks permukiman di Distrik Chaoyang, Beijing, China, yang sedang di-lockdown, Senin (21/11/2022), untuk mengambil sampel tes PCR para penghuninya. Otoritas Kota Beijing memperketat kebijakan nol kasus COVID-19 setelah ditemukan tiga kasus kematian dalam dua hari berturut-turut pada 19-20 November 2022. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Elshinta.com - Protes terhadap kebijakan ketat "nol-COVID" China yang melibatkan penguncian (lockdown) semakin menyebar selama akhir pekan di tengah lonjakan infeksi virus corona.

Para demonstran di Shanghai menyerukan permintaan, yang jarang terjadi sebelumnya, agar Presiden Xi Jinping mundur, menurut saksi dan video yang dibagikan di media sosial.

Di Shanghai, ratusan orang berkumpul pada Minggu malam untuk unjuk rasa yang diadakan selama dua hari berturut-turut, dengan para peserta melampiaskan kemarahan mereka terhadap pihak berwenang.

Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti "Turunkan Xi Jinping" dan "Turunkan kaisar" yang mengacu pada pemimpin negara tersebut.

Banyak petugas polisi yang dikerahkan di lokasi untuk mengepung para pengunjuk rasa dan beberapa dari mereka ditahan.

Di China, gerakan protes besar jarang terjadi karena mengkritik pemerintah secara terbuka dianggap ilegal.

Kota Shanghai, yang merupakan pusat keuangan dan komersial negara itu, telah menjalani penguncian (lockdown) selama dua bulan pada awal tahun ini.

Banyak aksi unjuk rasa di seluruh China dipicu oleh kebakaran mematikan yang terjadi di Urumqi, ibu kota Xinjiang.

Sejumlah demonstrasi berikutnya di kota itu berlangsung dengan spekulasi yang berkembang bahwa upaya evakuasi dan penyelamatan dalam peristiwa kebakaran itu mungkin terhambat akibat langkah penguncian.

Mahasiswa Universitas Tsinghua, sebuah sekolah tinggi elit di Beijing yang adalah almamater Xi, mengadakan demonstrasi pada Minggu untuk menyerukan kebebasan.

Nyala lilin juga diadakan di sebuah universitas Nanjing pada Sabtu untuk meratapi 10 korban kebakaran yang terjadi di sebuah gedung apartemen bertingkat tinggi di Urumqi.

Menurut video yang beredar, aksi protes juga dilakukan di pusat kota Wuhan -- tempat wabah COVID-19 pertama kali terdeteksi pada akhir 2019, kota Shenzhen -- pusat kegiatan teknologi di China selatan, kota Lanzhou di barat laut, dan Jilin di timur laut.

Di Shanghai, lebih dari 100 orang turun ke sebuah jalan lokal bernama Urumqi pada Sabtu malam. Mereka menawarkan lilin dan bunga untuk memberi penghormatan kepada para korban kebakaran.

Orang-orang juga menyerukan keluhan mereka tentang langkah-langkah pencegahan COVID yang radikal, menolak kediktatoran dan mendorong upaya demokrasi.

Namun, polisi kemudian turun tangan dan menahan beberapa demonstran, menurut sejumlah saksi dan video.

Seorang pria berusia 20-an yang datang untuk meletakkan bunga di jalan mengatakan dia yakin langkah pembatasan COVID yang diterapkan Pemerintah China terlalu ketat karena penyakitnya sekarang sudah dianggap seperti flu biasa. Dia juga menyesalkan kurangnya kebebasan berbicara di China.

Hingga Sabtu (26/11), China telah mencatat kasus virus corona harian lebih dari 38.000 di daratan, menurut Komisi Kesehatan Nasional negara itu. Angka kasus tersebut mencapai tingkat tertinggi untuk hari keempat berturut-turut dibandingkan dengan saat pemerintah mulai merilis data pada musim semi 2020.

Di China, orang-orang di daerah yang menjalani lockdown dilarang meninggalkan rumah mereka dan seringkali kesulitan mendapatkan makanan yang cukup dan kebutuhan sehari-hari.

Menghadapi kemarahan publik yang semakin meningkat, pemerintah China baru-baru ini mengatakan akan menahan diri untuk tidak menerapkan penguncian di seluruh kota dan sebagai gantinya mengisolasi bangunan tempat kasus COVID dilaporkan.

Kepemimpinan Xi Jinping diyakini khawatir dengan penyebaran aksi protes terhadap kebijakan nol-COVID dan meningkatnya kritik terhadap pemerintah.

Xi memulai masa jabatan lima tahun sebagai presiden untuk ketiga kalinya, di mana hal itu melanggar norma. Xi kembali menjabat sebagai ketua Partai Komunis yang berkuasa pada Oktober.

Daerah otonom Xinjiang pada Sabtu memutuskan untuk menindak aksi kekerasan yang bertujuan menghalangi penerapan langkah-langkah anti-virus.

Seorang jurnalis China mengatakan pihak berwenang mungkin mengklaim bahwa "pasukan asing" berada di belakang aksi protes dan secara ketat mengontrol aksi unjuk rasa.

Sumber: Kyodo-OANA

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Ford targetkan produksi 270 ribu Mustang Mach-E selama 2023
Sabtu, 04 Februari 2023 - 12:59 WIB

Ford targetkan produksi 270 ribu Mustang Mach-E selama 2023

Elshinta.com, Ford Motor membidik jumlah produksi sport utility vehicle (SUV) berpenggerak listrik...
Pemerintah Inggris dukung pembiayaan MRT Fase 3 sebesar Rp19,3 triliun
Sabtu, 04 Februari 2023 - 05:57 WIB

Pemerintah Inggris dukung pembiayaan MRT Fase 3 sebesar Rp19,3 triliun

Elshinta.com, Pemerintah Kerajaan Inggris melalui \"Expression of Interest\" (EoI) menyatakan dukung...
Ketua DPR harap tak ada diskriminasi atas produk Indonesia di Inggris
Jumat, 03 Februari 2023 - 12:11 WIB

Ketua DPR harap tak ada diskriminasi atas produk Indonesia di Inggris

Elshinta.com, Ketua DPR RI Puan Maharani saat bertemu dengan Ketua Dewan Rakyat Inggris Sir Lindsay ...
Iran sebut semua bank Rusia terhubung ke sistem pesan keuangan Iran
Jumat, 03 Februari 2023 - 08:35 WIB

Iran sebut semua bank Rusia terhubung ke sistem pesan keuangan Iran

Elshinta.com, Seorang pejabat perbankan Iran mengatakan pada Kamis (2/2/2023) bahwa semua bank Rusia...
Taiwan deteksi 23 jet tempur dan Beijing jaga kedaulatan teritorial
Jumat, 03 Februari 2023 - 06:25 WIB

Taiwan deteksi 23 jet tempur dan Beijing jaga kedaulatan teritorial

Elshinta.com, Otoritas pertahanan Taiwan mendeteksi 23 pesawat tempur dan 17 kapal perang China mema...
Bank Sentral Inggris bersiap angkat suku bunga ke tertinggi 14-tahun
Kamis, 02 Februari 2023 - 09:41 WIB

Bank Sentral Inggris bersiap angkat suku bunga ke tertinggi 14-tahun

Elshinta.com, Bank Sentral Inggris (BoE) siap menaikkan suku bunga untuk ke-10 kali berturut-turut ...
Fed kerek suku bunga 25 basis poin, janjikan `kenaikan berkelanjutan`
Kamis, 02 Februari 2023 - 09:29 WIB

Fed kerek suku bunga 25 basis poin, janjikan `kenaikan berkelanjutan`

Elshinta.com, Federal Reserve menaikkan suku bunga targetnya sebesar seperempat persentase poin pada...
Tidak ada WNI di antara korban bom di Pakisatan
Rabu, 01 Februari 2023 - 13:11 WIB

Tidak ada WNI di antara korban bom di Pakisatan

Elshinta.com, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menj...
Pendatang dari China tak perlu PCR setibanya di Taiwan
Rabu, 01 Februari 2023 - 12:47 WIB

Pendatang dari China tak perlu PCR setibanya di Taiwan

Elshinta.com, Otoritas kesehatan di Taiwan menetapkan kebijakan baru yang menyebutkan bahwa pelaku ...
BNPB siap terapkan TMC di Sulut jika masih potensi cuaca ekstrem
Selasa, 31 Januari 2023 - 07:45 WIB

BNPB siap terapkan TMC di Sulut jika masih potensi cuaca ekstrem

Elshinta.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merencanakan penerapan teknologi modifika...

InfodariAnda (IdA)