Tim peneliti UGM deteksi gejala sebelum gempa M 5,6 terjadi di Cianjur

Elshinta
Selasa, 29 November 2022 - 15:58 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Tim peneliti UGM deteksi gejala sebelum gempa M 5,6 terjadi di Cianjur
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Tim Peneliti Laboratorium Sistem Sensor dan Telekontrol (SSTK) Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengklaim telah mendeteksi gejala beberapa hari sebelum terjadi gempa berkekuatan magnitido 5,6 di Cianjur, Jawa Barat.

Ketua Tim Peneliti Laboratorium Sistem Sensor dan Telekontrol (SSTK) UGM Prof Sunarno melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin, mengatakan gejala tersebut tertangkap melalui sistem peringatan dini ("Early Warning System"/EWS) gempa bumi yang dikembangkan dengan mengukur konsentrasi gas radon dan groundwater level 1-3.

"Data pengukuran konsentrasi gas radon dilakukan mulai tanggal 1 November 2022 hingga tanggal 22 November 2022 di stasiun telemonitoring konsentrasi gas radon Daerah Istimewa Yogyakarta," kata dia.

Sunarno menjelaskan konsentrasi gas radon mengalami kenaikan hingga lebih dari sembilan kali lipat sebelum kejadian gempa bumi di Bengkulu berkekuatan magnitudo 6,8 pada 18 November 2022 dan di Cianjur magnitido 5,6 pada 21 November 2022.

Berdasarkan algoritma prediksi waktu terjadinya gempa bumi yang diintegrasikan dengan pesan otomatis melalui aplikasi Telegram, kata Sunarno, terdapat peringatan pada sistem peringatan dini gempa bumi yang telah dirancang oleh tim peneliti

"Ketika sistem mengirimkan status 'waspada', maka prediksi gempa bumi satu samai empat hari ke depan akan terjadi di daerah antara Aceh hingga Nusa Tenggara Timur dengan magnitudo lebih dari 4,5," kata dia.

Berdasarkan status "waspada" pada tanggal 18 November 2022 tersebut, Sunarno lebih detail menjelaskan dalam satu sampai empat hari ke depan akan terjadi gempa dengan magnitudo lebih dari 4,5.

Namun demikian, ia menegaskan tim peneliti UGM tidak memiliki hak untuk mengumumkan hasil prediksi tersebut kepada publik.

Sunarno mengatakan United State of Geological Survey (USGS) menyampaikan bahwa sistem peringatan gempa bumi yang ideal terdiri dari tanggal dan waktu, magnitudo, dan lokasi.

"Sistem peringatan dini gempa bumi yang dirancang oleh tim peneliti EWS Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika, Fakultas Teknik UGM ini masih dalam pengembangan untuk mencapai sistem peringatan dini gempa bumi yang ideal yakni lebih spesifik pada waktu, magnitudo, dan lokasi gempa," kata dia.

Tim UGM mengembangkan EWS tersebut sejak 2013 dan pada akhir 2021 berhasil memprediksi 1-4 hari sebelum terjadinya gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 4,5 di area prediksi dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (lempeng Samudera Indo-Australia).

Prediksi dibangun berdasarkan fluktuasi precursor, konsentrasi gas radon, dan groundwater level 4-5.

"Hingga November 2022, tim peneliti telah memiliki tujuh stasiun telemonitoring yang berada di Provinsi Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur," ujar Sunarno.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Jembatan Kapsali Kabupaten Kupang putus akibat banjir
Sabtu, 04 Februari 2023 - 11:23 WIB

Jembatan Kapsali Kabupaten Kupang putus akibat banjir

Elshinta.com, Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur putus...
 4 Februari 2022: Dua gempa guncang Banten
Sabtu, 04 Februari 2023 - 06:47 WIB

4 Februari 2022: Dua gempa guncang Banten

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap ada dua gempa yang getarkan wilayah ...
TNI-Polri kembali kerja bakti di lokasi terdampak banjir di Manado
Jumat, 03 Februari 2023 - 20:24 WIB

TNI-Polri kembali kerja bakti di lokasi terdampak banjir di Manado

Elshinta.com, Personel TNI dan Polri kembali melakukan kerjabakti di lokasi terdampak banjir di wila...
Tim Polda Sulut gelar trauma healing untuk warga terdampak banjir Bailang
Jumat, 03 Februari 2023 - 17:11 WIB

Tim Polda Sulut gelar trauma healing untuk warga terdampak banjir Bailang

Elshinta.com, Polda Sulawesi Utara melalui Bagian Psikologi Biro SDM melaksanakan trauma healing dan...
3 Februari 2021, gempa getarkan 3 wilayah Indonesia
Jumat, 03 Februari 2023 - 06:45 WIB

3 Februari 2021, gempa getarkan 3 wilayah Indonesia

Indonesia kembali didatangi gempa pada Rabu, 3 Februari 2021. Hingga pukul 20.00 WIB, ada tiga lindu...
Banjir memaksa puluhan orang mengungsi di Singkawang Tengah
Kamis, 02 Februari 2023 - 22:55 WIB

Banjir memaksa puluhan orang mengungsi di Singkawang Tengah

Elshinta.com, Banjir telah memaksa 21 keluarga yang terdiri atas 81 orang mengungsi di posko banjir ...
2 Februari 2022: Jalan Kabupaten di Sukabumi tertutup longsor
Kamis, 02 Februari 2023 - 06:43 WIB

2 Februari 2022: Jalan Kabupaten di Sukabumi tertutup longsor

Bencana longsor menerjang sebuah tebing di Kampung Cipurut Tanjakan Dahu RT 24 RW 06, Desa Cibuntu, ...
Gempa bumi kembali guncang Dataran Tinggi Dieng
Rabu, 01 Februari 2023 - 09:47 WIB

Gempa bumi kembali guncang Dataran Tinggi Dieng

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa pada Rabu pagi g...
1 Februari 2007: Banjir hampir lumpuhkan Ibu Kota Jakarta
Rabu, 01 Februari 2023 - 06:41 WIB

1 Februari 2007: Banjir hampir lumpuhkan Ibu Kota Jakarta

Hujan mengguyur Jakarta sepajang hari Kamis, 1 Februari 2007 silam. Tak banyak yang menyangka bahwa ...
 H+3 pasca banjir Manado, Personel TNI-Polri bersih-bersih lingkungan
Selasa, 31 Januari 2023 - 11:23 WIB

H+3 pasca banjir Manado, Personel TNI-Polri bersih-bersih lingkungan

Elshinta.com, Personel Polri bersama TNI kembali melakukan kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingku...

InfodariAnda (IdA)