Hindari stigma negatif, WHO ubah nama cacar monyet jadi `mpox`

Elshinta
Rabu, 30 November 2022 - 10:30 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Hindari stigma negatif, WHO ubah nama cacar monyet jadi `mpox`
Arsip - Foto yang diambil selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), 1996 hingga 1997, menunjukkan tangan seorang pasien dengan ruam akibat cacar monyet, dalam gambar tidak bertanggal yang diperoleh Reuters pada 18 Mei 2022. (CDC/Brian W.J. Mahy/HO via Reuters/as)

Elshinta.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin mengganti nama penyakit monkeypox (cacar monyet) menjadi "mpox" karena khawatir dengan rasisme dan stigmatisasi.

Nama baru itu akan digunakan "secara bersamaan selama satu tahun" dan nama lama secara bertahap akan dihapus, kata WHO dalam sebuah pernyataan.

Masa transisi untuk adopsi nama baru itu bertujuan untuk mengurangi kekhawatiran yang disampaikan oleh para ahli tentang kebingungan yang disebabkan oleh perubahan nama di tengah wabah global yang sedang berlangsung, katanya.

"Ketika wabah cacar monyet meluas awal tahun ini, bahasa bernuansa rasis dan menstigmatisasi terpantau menyebar di dunia maya, di lingkungan lain dan di beberapa komunitas," kata organisasi yang berbasis di Jenewa itu.

Menurut WHO, penyakit cacar monyet dinamai pada 1970 ketika kasus infeksi pertama pada manusia terkonfirmasi.

Virus penyebab penyakit itu pertama kali ditemukan pada monyet penangkaran di Denmark pada 1958.

Badan kesehatan PBB itu mengusulkan nama "mpox" mengikuti pedoman yang dirilis pada 2015 untuk "meminimalkan efek negatif yang tidak perlu pada negara, ekonomi, dan masyarakat" saat menamai penyakit menular baru pada manusia.

Pedoman tersebut merekomendasikan untuk menghindari nama yang mengacu pada hewan, lokasi geografis dan kelompok etnis, seperti "flu babi" dan "Sindrom Pernafasan Timur Tengah".

Nama penyakit harus terdiri dari istilah deskriptif generik berdasarkan gejala yang ditimbulkannya, kata WHO.

Mpox mulai menyebar di luar Afrika tengah dan barat, yang menjadi tempat endemiknya, pada Mei.

Hingga Sabtu (26/11), sebanyak 81.107 kasus mpox dan 55 kematian akibat penyakit itu di 110 negara dan wilayah telah dilaporkan ke WHO pada tahun ini, terutama pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Meskipun masih belum pasti penyebab utamanya, hewan pengerat tampaknya menjadi pembawa alami virus tersebut, kata WHO.

Sumber: Kyodo-OANA

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Ford targetkan produksi 270 ribu Mustang Mach-E selama 2023
Sabtu, 04 Februari 2023 - 12:59 WIB

Ford targetkan produksi 270 ribu Mustang Mach-E selama 2023

Elshinta.com, Ford Motor membidik jumlah produksi sport utility vehicle (SUV) berpenggerak listrik...
Pemerintah Inggris dukung pembiayaan MRT Fase 3 sebesar Rp19,3 triliun
Sabtu, 04 Februari 2023 - 05:57 WIB

Pemerintah Inggris dukung pembiayaan MRT Fase 3 sebesar Rp19,3 triliun

Elshinta.com, Pemerintah Kerajaan Inggris melalui \"Expression of Interest\" (EoI) menyatakan dukung...
Ketua DPR harap tak ada diskriminasi atas produk Indonesia di Inggris
Jumat, 03 Februari 2023 - 12:11 WIB

Ketua DPR harap tak ada diskriminasi atas produk Indonesia di Inggris

Elshinta.com, Ketua DPR RI Puan Maharani saat bertemu dengan Ketua Dewan Rakyat Inggris Sir Lindsay ...
Iran sebut semua bank Rusia terhubung ke sistem pesan keuangan Iran
Jumat, 03 Februari 2023 - 08:35 WIB

Iran sebut semua bank Rusia terhubung ke sistem pesan keuangan Iran

Elshinta.com, Seorang pejabat perbankan Iran mengatakan pada Kamis (2/2/2023) bahwa semua bank Rusia...
Taiwan deteksi 23 jet tempur dan Beijing jaga kedaulatan teritorial
Jumat, 03 Februari 2023 - 06:25 WIB

Taiwan deteksi 23 jet tempur dan Beijing jaga kedaulatan teritorial

Elshinta.com, Otoritas pertahanan Taiwan mendeteksi 23 pesawat tempur dan 17 kapal perang China mema...
Bank Sentral Inggris bersiap angkat suku bunga ke tertinggi 14-tahun
Kamis, 02 Februari 2023 - 09:41 WIB

Bank Sentral Inggris bersiap angkat suku bunga ke tertinggi 14-tahun

Elshinta.com, Bank Sentral Inggris (BoE) siap menaikkan suku bunga untuk ke-10 kali berturut-turut ...
Fed kerek suku bunga 25 basis poin, janjikan `kenaikan berkelanjutan`
Kamis, 02 Februari 2023 - 09:29 WIB

Fed kerek suku bunga 25 basis poin, janjikan `kenaikan berkelanjutan`

Elshinta.com, Federal Reserve menaikkan suku bunga targetnya sebesar seperempat persentase poin pada...
Tidak ada WNI di antara korban bom di Pakisatan
Rabu, 01 Februari 2023 - 13:11 WIB

Tidak ada WNI di antara korban bom di Pakisatan

Elshinta.com, Kementerian Luar Negeri RI mengatakan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menj...
Pendatang dari China tak perlu PCR setibanya di Taiwan
Rabu, 01 Februari 2023 - 12:47 WIB

Pendatang dari China tak perlu PCR setibanya di Taiwan

Elshinta.com, Otoritas kesehatan di Taiwan menetapkan kebijakan baru yang menyebutkan bahwa pelaku ...
BNPB siap terapkan TMC di Sulut jika masih potensi cuaca ekstrem
Selasa, 31 Januari 2023 - 07:45 WIB

BNPB siap terapkan TMC di Sulut jika masih potensi cuaca ekstrem

Elshinta.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merencanakan penerapan teknologi modifika...

InfodariAnda (IdA)