kecelakaan di Bukit Bego disebabkan karena kegagalan pengereman

Elshinta
Rabu, 30 November 2022 - 17:19 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
kecelakaan di Bukit Bego disebabkan karena kegagalan pengereman
Tangkapan layar - Plt Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT Wildan dalam media rilis \\\"Studi kasus kecelakaan bus pariwisata di Tebing Bego Bantul\\\" secara daring yang dipantau di Jakarta, Rabu (30/11/2022). ANTARA/Adimas Raditya

Elshinta.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan hasil investigasi terhadap kecelakaan bus pariwisata di Bukit Bego, Bantul pada 6 Februari 2022 karena kegagalan sistem pengereman.

"Jadi faktor penyebab kecelakaan ini adalah pada saat menghadapi jalan sub-standar, pengemudi menggunakan gigi tinggi sehingga melakukan pengereman panjang berkali-kali dan berdampak pada penurunan angin sistem rem secara cepat," kata Plt Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT Wildan dalam media rilis secara daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Wildan menjelaskan, pengemudi bus menggunakan gigi tinggi di jalan menurun yang relatif cukup curam sehingga memberikan daya dorong yang sangat besar pada kendaraan tersebut.

Adapun penggunaan gigi tinggi memaksa pengemudi melakukan pengereman berulang ulang sehingga bus mengalami tekor angin.

Kondisi tersebut membuat tenaga pneumatic yang dihasilkan sistem rem tidak mampu memberikan daya dorong kampas menekan tromol.

Ia menyampaikan, jejak pengereman yang terputus putus dan semakin tipis pada jarak 200 meter di lokasi kejadian menunjukkan penurunan tenaga pneumatic tersebut.

Selain itu, pengemudi mencoba untuk menurunkan ke gigi rendah pada saat kendaraan melaju dengan cukup kencang yang mengakibatkan kegagalan pada sistem transmisi.

"Pengemudi bus dan truk, jangan sekali-sekali menurunkan gigi di jalan menurun. Ketika putaran roda sangat tinggi, kemudian anda menurunkan gigi maka proporsi putaran mesin dan roda tidak seimbang sehingga akhirnya masuk ke gigi netral," ujarnya.

Lebih lanjut Wildan menyampaikan, berdasarkan hasil dan data investigasi yang diperoleh KNKT, diketahui bahwa kasus kecelakaan yang disebabkan oleh rem blong rata-rata diakibatkan oleh kecepatan yang sangat tinggi.

Para pengemudi biasanya mencoba menurunkan gigi sebagai upaya untuk melakukan engine brake, padahal pada kecepatan tinggi sistem transmisi justru akan berpindah pada gigi netral.

Ia juga menegaskan, tidak ada satupun teknologi otomotif yang mengizinkan pengemudi memindahkan gigi lebih rendah di jalan menurun karena mesin akan hancur.

"Saat akan menurunkan gigi pasti menginjak kopling sehingga daya dorongnya menjadi maksimal. Sistem transmisi pasti akan menolak, kalaupun masuk pasti giginya rompal," katanya.

Kecelakaan bus pariwisata menabrak tebing di Bukit Bego, Imogiri, Bantul, pada Minggu (6/2/2022) mengakibatkan 14 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat dan 29 orang luka ringan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Pencarian nelayan hilang hari ke lima di Krui terkendala cuaca buruk
Senin, 30 Januari 2023 - 17:31 WIB

Pencarian nelayan hilang hari ke lima di Krui terkendala cuaca buruk

Elshinta.com, Hingga hari ke lima proses pencarian nelayan warga Pesisir Barat Lampung, yang diduga ...
Manado sediakan pos pemantau banjir di Bendungan Kuwil Kawangkoan
Senin, 30 Januari 2023 - 16:25 WIB

Manado sediakan pos pemantau banjir di Bendungan Kuwil Kawangkoan

Elshinta.com, Pemerintah Kota Manado, Sulawesi Utara, menyediakan pos pemantau banjir di Bendungan K...
 34 ASN di Kudus terima SK pensiun, 4 diantaranya meninggal dunia
Senin, 30 Januari 2023 - 14:56 WIB

34 ASN di Kudus terima SK pensiun, 4 diantaranya meninggal dunia

Elshinta.com, Kepala BKPSDM Kabupaten Kudus Jawa Tengah Putut Winarno mengatakan sebanyak 34 pegawai...
KPP Pratama Binjai sosialisasi integrasi NIK menjadi NPWP
Senin, 30 Januari 2023 - 12:26 WIB

KPP Pratama Binjai sosialisasi integrasi NIK menjadi NPWP

Elshinta.com, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai, Sumatera Utara, menggelar sosialisasi implement...
Manfaatkan momentum HPN, Pemprov suarakan DBH sawit dan potensi Sumut 
Senin, 30 Januari 2023 - 11:45 WIB

Manfaatkan momentum HPN, Pemprov suarakan DBH sawit dan potensi Sumut 

Elshinta.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memanfaatkan momentum Hari Pers N...
Pohon pengikat jembatan gantung tumbang jadi penyebab insiden Diguel
Senin, 30 Januari 2023 - 10:47 WIB

Pohon pengikat jembatan gantung tumbang jadi penyebab insiden Diguel

Elshinta.com, Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Muhammad Dafi Bustomi mengatakan insiden yang terjadi...
Polres Banjar perkirakan jamaah Haul Guru Sekumpul capai dua juta
Senin, 30 Januari 2023 - 10:23 WIB

Polres Banjar perkirakan jamaah Haul Guru Sekumpul capai dua juta

Elshinta.com, Kepala Kepolisian Resor Banjar Kalimantan Selatan AKBP Ifan Hariyat memperkirakan juml...
Gelombang tinggi hingga enam meter, masyarakat pesisir diimbau waspada
Senin, 30 Januari 2023 - 10:11 WIB

Gelombang tinggi hingga enam meter, masyarakat pesisir diimbau waspada

Elshinta.com, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat yang beraktivit...
Angin kencang putus layanan listrik tiga kecamatan di Natuna
Senin, 30 Januari 2023 - 09:47 WIB

Angin kencang putus layanan listrik tiga kecamatan di Natuna

Elshinta.com, Layanan listrik tiga kecamatan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau terputus karena tian...
Pemkot Manado harapkan warga bantaran tinggal di perumahan relokasi
Senin, 30 Januari 2023 - 08:47 WIB

Pemkot Manado harapkan warga bantaran tinggal di perumahan relokasi

Elshinta.com, Pemerintah Kota Manado mengharapkan warga di sejumlah bantaran sungai untuk tinggal d...

InfodariAnda (IdA)