Efek buruk oli mesin jika tercampur air akibat terobos banjir

Elshinta
Kamis, 01 Desember 2022 - 13:37 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Efek buruk oli mesin jika tercampur air akibat terobos banjir
Ilustrasi:oli yang tercampur dengan air (ANTARA/Ho/Pertamina Lubricants)

Elshinta.com - Memasuki musim penghujan, genangan air kadang bisa masuk ke dalam celah-celah mesin kendaraan saat pengendara nekat untuk menerobos banjir. Hal itu memungkinkan terjadinya air akan bercampur dengan oli mesin yang menimbulkan efek buruk bagi kendaraan. 

"Kondisi oli yang tercampur dengan air membuat daya pelumasannya tidak maksimal. Sementara komponen di dalam mesin seperti piston, kruk as, noken as dan lain lain membutuhkan pelumasan yang sempurna," kata Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL), Brahma Putra Mahayana dalam keterangan resminya, Rabu. 

Dengan begitu, hal tersebut akan membuat gesekan antar komponen yang notabene berupa logam tak dapat terhindarkan. Dengan kata lain, semua komponen tadi akan rusak karena saling bergesekan. 

"Oli yang sudah bercampur air akan kehilangan fungsi pelumasannya, dan jika dibiarkan tentu saja lama kelamaan pasti merusak komponen di dalam mesin," jelas Brahma.

Oli mesin yang sudah tercampur dengan air nyatanya bisa menimbulkan endapan yang mengakibatkan terpampatnya saluran oli. Jika demikian adanya, mesin akan mengalami kerusakan parah. 

"Kalau sudah seperti ini, harus turun mesin. Setelah itu, endapan oli bisa dibuang dan mengganti komponen yang rusak," tegas dia. 

Tidak hanya itu saja, sifat asam dari air juga dirasa sangat berbahaya untuk bagian internal mesin. Disebut Brahma, korosi pada komponen mesin bisa terjadi akibat adanya air.

Brahma menerangkan bahwa para pemilik kendaraan harus dengan sigap untuk menguras kembali oli mesin ketika menerabas genangan air dengan batas yang tidak wajar atau sudah menyentuh bagian mesin.

"Untuk meyakinkannya, cek kondisi oli melalui dipstick. Kalau ada buih, besar kemungkinan air sudah masuk ke mesin. Akan semakin jelas saat oli yang dibuang berwarna seperti kopi susu. Tandanya oli sudah terkontaminasi," ucap dia.

Untuk melakukan penggantian oli pun sebaiknya dilakukan beberapa kali, untuk memastikan sudah tidak ada air di dalam ruang bakar dan warna oli sudah seperti warna oli yang baru.

Efek buruk lainnya ketika memaksakan tetap melewati daerah banjir bisa merambat ke bagian lain seperti transmisi terutama untuk motor matic. Faktanya, oli transmisi di motor matic ini rentan tercampur air jika nekat menerobos genangan atau banjir, mengingat penggerak rodanya berasal dari area CVT.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
5 rekomendasi mobil bekas murah di bawah Rp100 juta, cocok untuk keluarga
Selasa, 31 Januari 2023 - 15:57 WIB

5 rekomendasi mobil bekas murah di bawah Rp100 juta, cocok untuk keluarga

Elshinta.com, Sedang memiliki rencana untuk membeli mobil baru? Berikut adalah informasi perihal daf...
Honda pamerkan mobil legendaris Civic generasi pertama di Jakarta
Rabu, 18 Januari 2023 - 17:12 WIB

Honda pamerkan mobil legendaris Civic generasi pertama di Jakarta

Elshinta.com, Honda Prospect Motor (HPM) memamerkan Honda Civic generasi pertama di Dreams Café, Ma...
Range Rover Sport bermesin hybrid meluncur di Indonesia
Selasa, 17 Januari 2023 - 18:36 WIB

Range Rover Sport bermesin hybrid meluncur di Indonesia

Elshinta.com, PT JLM Auto Indonesia meluncurkan seri terbaru dari Land Rover yaitu Range Rover Sport...
5 perusahaan tarik hampir 6.500 kendaraan karena suku cadang rusak
Sabtu, 14 Januari 2023 - 10:15 WIB

5 perusahaan tarik hampir 6.500 kendaraan karena suku cadang rusak

Elshinta.com, Hyundai Motor Co., GM Korea Co. dan tiga perusahaan lainnya akan secara sukarela menar...
NIO luncurkan pengisi daya cepat, bisa isi EV 80 persen dalam 12 menit
Rabu, 28 Desember 2022 - 13:23 WIB

NIO luncurkan pengisi daya cepat, bisa isi EV 80 persen dalam 12 menit

Elshinta.com, NIO telah meluncurkan sistem pengisian daya baru untuk baterai kendaraan listrik (EV) ...
Airlangga apresiasi teknologi Hyundai dalam produksi mobil listrik
Rabu, 28 Desember 2022 - 02:55 WIB

Airlangga apresiasi teknologi Hyundai dalam produksi mobil listrik

Elshinta.com, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi teknologi ele...
Jangan abaikan penggantian oli transmisi pada mobil manual
Senin, 26 Desember 2022 - 21:35 WIB

Jangan abaikan penggantian oli transmisi pada mobil manual

Elshinta.com, Pengguna mobil dengan transmisi manual disarankan tidak mengabaikan untuk mengganti ol...
Volkswagen janjikan mobil dengan kualitas lebih baik dan desain segar
Minggu, 25 Desember 2022 - 16:57 WIB

Volkswagen janjikan mobil dengan kualitas lebih baik dan desain segar

Elshinta.com, Chairman Volkswagen Group yang baru diangkat Oliver Blume berencana melakukan perombak...
Deretan mobil listrik yang meluncur di Indonesia sepanjang 2022
Minggu, 25 Desember 2022 - 09:48 WIB

Deretan mobil listrik yang meluncur di Indonesia sepanjang 2022

Elshinta.com, Tren elektrifikasi di industri otomotif Indonesia semakin menggeliat, seiring mulai ba...
Kemenko Marves sebut kendaraan listrik turunkan emisi dan hemat subsidi BBM
Rabu, 14 Desember 2022 - 13:23 WIB

Kemenko Marves sebut kendaraan listrik turunkan emisi dan hemat subsidi BBM

Elshinta.com, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidan...

InfodariAnda (IdA)