Sri Mulyani sebut situasi ekonomi global sangat dinamis dan sulit

Elshinta
Jumat, 02 Desember 2022 - 16:11 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Sri Mulyani sebut situasi ekonomi global sangat dinamis dan sulit
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasi ekonomi global saat ini berkembang sangat dinamis dan sulit hingga menciptakan tantangan besar bagi pembuat kebijakan, termasuk Indonesia.

“Saya pikir kita semua setuju situasi ekonomi global telah berkembang dengan sangat dinamis dan sangat sulit. Menciptakan tantangan besar bagi para pembuat kebijakan kita,” katanya dalam ASEAN+3 Economic Cooperation and Financial Stability Forum di Jakarta, Jumat (2/12).

Sri Mulyani mengatakan ekonomi kini semakin memburuk akibat inflasi tinggi dan respons dari sisi moneter hingga berpotensi terjadi resesi yang bahkan tantangan itu terjadi di saat pandemi COVID-19 belum berakhir.

Risiko global pun sekarang perlahan telah bergeser dari sebelumnya krisis kesehatan menuju ke berbagai guncangan ekonomi dan keuangan.

Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan menurun dari 6 persen pada 2021 menjadi hanya 3,2 persen pada 2022 dan semakin turun ke level 2,7 persen pada 2023.

Menurut Sri Mulyani, revisi ke bawah secara terus-menerus dari prospek ekonomi global ini memberikan perlombaan nyata yang kini harus dihadapi oleh negara-negara besar termasuk negara berkembang.

Kondisi diperparah dengan berbagai faktor pemicu seperti perang di Ukraina yang ternyata meningkatkan risiko dalam bentuk krisis pangan, energi dan pupuk.

Perang tersebut telah menciptakan peningkatan inflasi yang terburuk dalam hampir 14 tahun bagi banyak negara maju hingga kemudian ditanggapi dengan pengetatan kebijakan moneter dan peningkatan suku bunga.

Langkah pengetatan kebijakan moneter dan peningkatan suku bunga menyebabkan tingginya capital outflow di banyak negara berkembang dan melemahnya mata uang.

“Tantangan utama jangka pendek bagi banyak negara adalah bagaimana kita harus mengatasi inflasi tanpa melemahkan perekonomian,” katanya.

Meski demikian, Sri Mulyani mencatat beberapa negara di Kawasan Asia-Pasifik masih memiliki kinerja yang baik seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Indonesia sepanjang triwulan I hingga III 2022.

Ia mencontohkan, Indonesia bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan di atas 5 persen selama empat kuartal berturut-turut dengan kuartal terakhir yaitu kuartal III-2022 yang mencapai pemulihan ekonomi sebesar 5,7 persen.

Permintaan domestik yang kuat dibarengi dengan ekspor yang kuat terutama ditopang oleh harga komoditas telah memberikan kontribusi sangat signifikan terhadap kinerja tersebut.

“Pemulihan di banyak negara Asia Pasifik lainnya juga relatif kuat. Lingkungan seperti ini akan menjadi salah satu tugas paling menantang yang harus dihadapi pembuat kebijakan pada 2023,” kata Sri Mulyani.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Bandara Ngloram kembali dibuka
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:13 WIB

Bandara Ngloram kembali dibuka

Elshinta.com, Setelah sempat terhenti operasionalnya akibat pandemi Covid-19, Jumat (27/1), Bandara ...
Perkuat sinergi antar otoritas keuangan dan pemulihan ekonomi, LPS sesuaikan TBP
Sabtu, 28 Januari 2023 - 18:58 WIB

Perkuat sinergi antar otoritas keuangan dan pemulihan ekonomi, LPS sesuaikan TBP

Elshinta.com, Dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 24 Januari 202...
Tekan angka pengangguran, Gubernur Ganjar jaring tenaga kerja lewat aplikasi e-Makaryo
Sabtu, 28 Januari 2023 - 13:05 WIB

Tekan angka pengangguran, Gubernur Ganjar jaring tenaga kerja lewat aplikasi e-Makaryo

Elshinta.com, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merangkul perusahaan untuk membuka lapangan kerja selu...
Rupiah Jumat pagi tertekan 28 poin
Jumat, 27 Januari 2023 - 10:31 WIB

Rupiah Jumat pagi tertekan 28 poin

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi ter...
IHSG Jumat pagi dibuka naik 45,2 poin
Jumat, 27 Januari 2023 - 10:19 WIB

IHSG Jumat pagi dibuka naik 45,2 poin

Elshinta.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat pagi dibuka m...
Pemprov Bengkulu hentikan angkutan batu bara masuk pelabuhan
Kamis, 26 Januari 2023 - 10:47 WIB

Pemprov Bengkulu hentikan angkutan batu bara masuk pelabuhan

Elshinta.com, Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta delapan perusahaan di wilayah tersebut untuk meng...
Kementerian ATR/BPN gandeng masyarakat wujudkan Reforma Agraria
Kamis, 26 Januari 2023 - 10:11 WIB

Kementerian ATR/BPN gandeng masyarakat wujudkan Reforma Agraria

Elshinta.com, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR...
Rupiah Kamis pagi tergelincir 12 poin
Kamis, 26 Januari 2023 - 09:35 WIB

Rupiah Kamis pagi tergelincir 12 poin

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi ter...
IHSG Kamis pagi dibuka turun 9,94 poin
Kamis, 26 Januari 2023 - 09:23 WIB

IHSG Kamis pagi dibuka turun 9,94 poin

Elshinta.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi dibuka m...
Moeldoko tegaskan, jangan sampai inflasi tinggi hanya gara-gara cabai
Rabu, 25 Januari 2023 - 19:58 WIB

Moeldoko tegaskan, jangan sampai inflasi tinggi hanya gara-gara cabai

Elshinta.com, Komoditas cabai seringkali menjadi penyumbang inflasi nasional.

InfodariAnda (IdA)