Ibu hamil dianjurkan jalani pemeriksaan untuk deteksi penularan HIV

Elshinta
Jumat, 02 Desember 2022 - 17:58 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Ibu hamil dianjurkan jalani pemeriksaan untuk deteksi penularan HIV
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita dr. Dwinanda Aidina, Sp.A(K) menganjurkan ibu hamil menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi penularan HIV guna menekan risiko transmisi virus kepada bayi semasa kehamilan hingga pasca-persalinan.

"Ibunya harus diskrining. Lebih baik lagi kalau dia sebelum menikah sudah diskrining. Atau pada saat trimester dua atau tiga dites penyakit HIV dan penyakit-penyakit lainnya," kata Dwinanda dalam acara bincang-bincang virtual Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan yang diikuti dari Jakarta, Jumat (2/12).

Apabila penularan HIV pada ibu bisa dideteksi lebih dini, ia mengatakan, maka dokter bisa menyiapkan terapi pengobatan antiretroviral (ARV) guna menekan perkembangan virus serta mencegah ibu menularkan virus kepada bayinya.

Ia menambahkan, dokter juga bisa rutin memantau kondisi ibu untuk mengecek kemungkinan muncul efek samping penggunaan obat ARV meskipun secara umum ARV aman diberikan kepada ibu hamil.

Dia mengatakan bahwa ibu hamil dengan infeksi HIV biasanya disarankan menjalani kontrol rutin sekitar dua minggu hingga satu bulan sekali jika mengalami efek samping penggunaan obat atau masalah yang lain.

"Kami juga harus melihat evaluasi obat apakah si antivirus ini sudah efektif terhadap HIV itu dan kami juga akan mengevaluasi kepatuhan berobat si ibu hamil," katanya, menambahkan, kepatuhan mengonsumsi ARV penting untuk menghindari risiko resistensi virus terhadap obat.

Dwinanda menjelaskan, pengobatan ARV ditujukan untuk menekan replikasi HIV sampai virus tidak terdeteksi atau terdeteksi pada tingkat sangat rendah di dalam darah.

"Kalau kadarnya sangat rendah, sebetulnya sangat sangat rendah kemungkinan dia akan menularkan ke pasangannya dan sangat sangat rendah kemungkinan dia akan menularkan ke bayinya," kata dia.

Dia mengemukakan bahwa ibu dengan HIV bisa merencanakan punya anak selama syarat kepatuhan minum ARV terpenuhi dan virus HIV sudah tidak terdeteksi di dalam darahnya. 

"Tetapi, nanti begitu dia melahirkan anaknya, anaknya pun juga akan mendapatkan obat pencegahan agar tidak tertular virus itu," kata Dwinanda.

Ia menjelaskan pula bahwa dokter kandungan serta dokter penyakit dalam akan bekerja sama dan memberikan berbagai saran mengenai persiapan persalinan hingga pasca-persalinan kepada ibu dengan HIV, termasuk perencanaan persalinan dan perencanaan pemberian ASI atau pendamping ASI serta pemeriksaan darah rutin.

Dwinanda mengingatkan bahwa pemerintah telah menjalankan program pencegahan HIV yang mencakup penyediaan pelayanan pemeriksaan HIV pada ibu hamil di fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Angka stunting tinggi, PDIP beri pelatihan memasak warga Terban, Yogyakarta
Selasa, 24 Januari 2023 - 13:56 WIB

Angka stunting tinggi, PDIP beri pelatihan memasak warga Terban, Yogyakarta

Elshinta.com, Kasus stunting di Yogyakarta sampai saat ini masih banyak ditemukan. Di kelurahan Ter...
 Kejar target nasional penurunan stunting, Ganjar galakkan pencegahannya sedini mungkin
Senin, 23 Januari 2023 - 15:05 WIB

Kejar target nasional penurunan stunting, Ganjar galakkan pencegahannya sedini mungkin

Elshinta.com, Dalam rangka percepatan penurunan angka stunting, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganja...
Berapa kalori yang ditambahkan pada wanita hamil?
Rabu, 18 Januari 2023 - 15:57 WIB

Berapa kalori yang ditambahkan pada wanita hamil?

Elshinta.com, Dokter spesialis gizi klinik dr Raissa Edwina Djuanda, M.Gizi, Sp.GK mengatakan tamba...
Kejari Aceh Utara tutup Program Adhyaksa Peduli Stunting tahun 2022 
Minggu, 25 Desember 2022 - 16:07 WIB

Kejari Aceh Utara tutup Program Adhyaksa Peduli Stunting tahun 2022 

Elshinta.com, Kejaksaan Negeri Aceh Utara laksanakan penutupan program Adhyaksa Peduli Stunting tahu...
Cegah stunting, Ganjar sosialisasikan `Jo Kawin Bocah`
Kamis, 08 Desember 2022 - 18:45 WIB

Cegah stunting, Ganjar sosialisasikan `Jo Kawin Bocah`

Elshinta.com, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mensosialisasikan gerakan `Jo Kawin Bocah...
Ibu hamil dianjurkan jalani pemeriksaan untuk deteksi penularan HIV
Jumat, 02 Desember 2022 - 17:58 WIB

Ibu hamil dianjurkan jalani pemeriksaan untuk deteksi penularan HIV

Elshinta.com, Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita dr. Dwinanda Aidina...
Ibu hamil derita HIV/AIDS berisiko lahirkan anak stunting
Sabtu, 19 November 2022 - 13:26 WIB

Ibu hamil derita HIV/AIDS berisiko lahirkan anak stunting

Elshinta.com, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi ...
Infeksi saluran kemih pada ibu hamil bisa akibatkan ketuban pecah dini
Jumat, 18 November 2022 - 09:23 WIB

Infeksi saluran kemih pada ibu hamil bisa akibatkan ketuban pecah dini

Elshinta.com, Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. Muhammad Fadli Sp.OG mengatakan ibu hamil...
UNICEF: Minuman soda tidak memperlancar siklus menstruasi
Kamis, 17 November 2022 - 23:11 WIB

UNICEF: Minuman soda tidak memperlancar siklus menstruasi

Elshinta.com, Koordinator OKY UNICEF, Melania Niken Larasati meluruskan berbagai mitos terkait menst...
Dokter: Membersihkan organ reproduksi wanita cukup dengan air mengalir
Jumat, 11 November 2022 - 14:35 WIB

Dokter: Membersihkan organ reproduksi wanita cukup dengan air mengalir

Elshinta.com, Dokter umum Puskesmas kecamatan Kelapa Gading Retno Ayu Wulandari mengatakan membersih...

InfodariAnda (IdA)