Menteri KKP ingin Biak jadi contoh daerah pengekspor ikan tuna

Elshinta
Jumat, 02 Desember 2022 - 20:11 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Menteri KKP ingin Biak jadi contoh daerah pengekspor ikan tuna
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hadir menyaksikan Wakil Presiden Ma\\

Elshinta.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut ingin agar Biak menjadi contoh daerah penghasil ikan tuna tujuan ekspor.

"Nanti (Biak) jadi model dan wilayah seperti ini sudah kita hitung berapa pertumbuhan ekonominya," kata Sakti Wahyu Trenggono di Pelabuhan Pelindo IV, kota Biak, kabupaten Biak Numfor di provinsi Papua, Jumat (2/12/2022).

Ia menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin melepas ekspor 1,4 ton ikan tuna segar jenis sirip kuning asal Biak dengan tujuan Jepang.

"Kami sudah buat zona-zona, kita bagi 6 zona, zona 1 di Natuna, zona 2 di Manado-Biak, zona 3 Arafura hingga Selatan, zona 4 dari Kupang sampai Aceh itu (tuna) 'blue fin' semua, zona 5 di Selat Malaka, zona 6 di Laut Jawa, Kalimantan Sulawesi. Setiap zona kita sudah dapat hitungannya dan yang paling besar itu zona 3, zona 2. Zona 3 itu kira-kira 2 juta ton ikan, paling sering itu di daerah Arafura," ungkap Trenggono.

Dua nelayan asal Biak yaitu Simon (kiri) dan Engel (kanan) di Pelabuhan Pelindo IV, kota Biak, kabupaten Biak Numfor di provinsi Papua, Jumat (2/12/2022). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menghitung berapa ribu nelayan yang beroperasi di masing-masing zona.

"Dan akan kami berikan basis kuota, dengan demikian yang ambil ikan harus ambil di situ, tidak boleh dari Jawa ke sini lalu bawa lagi ke Jawa, jadi ada pertumbuhan di masing-masing zona itu," tambah Trenggono.

Selain ikan hasil tangkapan, Trenggono menyebut kementeriannya sedang mengembangkan budidaya rumput laut.

"Rumput laut ke depan bisa seperti nikel, saat ini ekspornya masih 'raw material' nanti kita akan kembangkan bukan lagi 'raw' tapi sudah diproses. Rumput laut ini ada di setiap zona tapi di NTT besar sekali, di sini (Biak) juga bisa," ungkap Trenggono.

Selain ikan tuna dan rumput laut, komoditas lain yang punya potensi adalah kepiting dan udang.

"Udang kami buat kawasan khusus, dan sedang dalam proses pembuatan, itu di daerah Sumba, di sini (Biak), juga saya minta Pak Bupati sediakan lahan untuk kita bangun juga," tambah Trenggono.

Atas rencana tersebut, Wapres Ma'ruf berharap agar dicari lebih banyak investor untuk mendorong budidaya sekaligus pengolahan hasil laut.

Meski tangkapan ikan tuna di Biak dan sekitarnya cukup banyak namun nelayan di kawasan tersebut mengeluhkan rendahnya harga ikan tuna.

"Tuna tapi kendala di kabupaten Biak adalah harganya, harganya lebih rendah dibanding di Papua Barat seperti di Manowakri, Jayapura dan Sorong, di sana harga sudah sampai Rp60ribu per kilogram kalau sudah 'diloin' (dibersihkan), sedangkan kalau gelondongan Rp50 ribu sementara di kabupaten Biak, per kilogram cuma Rp30 ribu," kata salah seorang nelayan Biak, Engel di lokasi tersebut.

Istilah "loin" tuna menunjukkan model potongan produk tuna ekspor. Loin tuna sirip kuning berarti seperempat potongan memanjang ikan Tuna, terdiri atas sisi kiri atas, sisi kiri bawah, sisi kanan atas dan sisi kanan bawah, tidak termasuk kepala, tulang tengah dan ekor ikan.

Engel menjadi salah satu penerima bantuan kapal motor yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) perikanan.

"Dengan (harga) BBM naik semua tambah susah. Kita di lapangan tidak sama, bahkan kadang (harga ikan tuna) bisa turun dari Rp30 ribu kalau berat (seekor) tuna kurang dari 20 kilogram, jadi harga disesuaikan dengan beratnya. Kami di sini tidak seperti tempat lain dengan batas 15 kilogram ke atas harga jadi naik, malah kalau timbangan turun jadi harga makin turun," ungkap Engel.

Engel mengaku ia dan nelayan BIak lainnya biasa menjual ikan tuna ke pasar ikan Biak dan menjualnya kepada pengumpul ikan.

"Padahal untuk berangkat (menangkap) butuh ongkos Rp3-4 juta. Kita sudah pertanyakan ke dinas, nelayan sudah kasih masukan, sudah bersurat cuma belum dijawab. Kami nelayan kecil minta dinaikkan supaya kami nelayan kecil juga puas," tambah Simon, sesama nelayan.

Padahal ikan tuna segar yang diekspor ke Jepang harganya dapat mencapai Rp150 ribu per kilogram atau lima kali lipat dari harga jual para nelayan.

"Ikan tuna biak kualitas lebih bagus, tapi kita dapat harga per kilonya begitu (rendah), makanya kita kecewa dengan harga, mungkin bisa naik sedikit, bisa cek harga ke nelayan di Jayapura dan Sorong, harganya beda," ungkap Engel.

Sedangkan terkait kendala BBM, baik Simon dan Engel mengaku mengajukan surat untuk membeli BBM harga khusus nelayan.

"Di sini nelayan pakai motor tempel dengan bahan bakar bensin, kadang terkendala juga kalau harga bensin sudah Rp10 ribu per liter karena susah antrenya meski kita ikut prosedur pemerintah daerah yaitu kita nelayan antri minta surat rekomendasi dari dinas perikanan," tambah Engel.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Wali Kota Surabaya imbau waspadai penipuan modus telepon kecelakaan
Rabu, 08 Februari 2023 - 21:41 WIB

Wali Kota Surabaya imbau waspadai penipuan modus telepon kecelakaan

Elshinta.com, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau warganya mewaspadai modus penipuan melalui te...
Menperin resmikan pabrik daur ulang berteknologi `food grade`
Rabu, 08 Februari 2023 - 21:29 WIB

Menperin resmikan pabrik daur ulang berteknologi `food grade`

Elshinta.com, Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, meresmikan pabrik daur ulang PET...
ASEAN perlu tunjuk utusan khusus tetap untuk Myanmar
Rabu, 08 Februari 2023 - 19:41 WIB

ASEAN perlu tunjuk utusan khusus tetap untuk Myanmar

Elshinta.com, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) perlu menunjuk utusan khusus tetap unt...
Panja Haji nilai pelaksanaan haji 35 hari bisa dilakukan pada 2023
Rabu, 08 Februari 2023 - 18:41 WIB

Panja Haji nilai pelaksanaan haji 35 hari bisa dilakukan pada 2023

Elshinta.com, Ketua Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Komisi VIII DPR R...
Diskominfo Jayapura sebut semua kampung sudah bisa mengakses telekomunikasi
Rabu, 08 Februari 2023 - 18:17 WIB

Diskominfo Jayapura sebut semua kampung sudah bisa mengakses telekomunikasi

Elshinta.com, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jayapura, Papua menyebut semua kampung di w...
Basarnas ungkap alasan terjunkan personel bantu gempa Turki
Rabu, 08 Februari 2023 - 17:18 WIB

Basarnas ungkap alasan terjunkan personel bantu gempa Turki

Elshinta.com, Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) mengungkap alasan mengapa baru men...
Sembilan unit rumah warga Aceh Tamiang terbakar, satu orang terluka
Rabu, 08 Februari 2023 - 17:06 WIB

Sembilan unit rumah warga Aceh Tamiang terbakar, satu orang terluka

Elshinta.com, Sebanyak sembilan unit rumah warga di Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan terbakar dan m...
Mer-C segera berangkatkan tim medis bantu korban gempa Turki
Rabu, 08 Februari 2023 - 16:54 WIB

Mer-C segera berangkatkan tim medis bantu korban gempa Turki

Elshinta.com, Lembaga sosial, Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) segera memberangkatkan tim ...
Waspada angin kencang di Bali 4-45 km/jam sampai 10 Februari
Rabu, 08 Februari 2023 - 16:42 WIB

Waspada angin kencang di Bali 4-45 km/jam sampai 10 Februari

Elshinta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewasp...
BPOM nyatakan obat sirop Praxion aman dikonsumsi
Rabu, 08 Februari 2023 - 15:18 WIB

BPOM nyatakan obat sirop Praxion aman dikonsumsi

Elshinta.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan bahwa obat sirup Praxion aman dikon...

InfodariAnda (IdA)