Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB

Elshinta
Sabtu, 03 Desember 2022 - 18:59 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Guru Besar FKUI ingatkan perokok berisiko lebih besar kena TB
Perlunya strategi komunikasi tersegmentasi untuk kurangi angka perokok (PIXABAY)

Elshinta.com - Guru Besar FKUI Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan para perokok berisiko lebih besar untuk sakit, mengalami kematian akibat tuberkulosis (TB) dan terganggunya penyembuhan penyakit TB-nya.

Dia melalui pesan elektroniknya, Sabtu, menyebutkan data memperlihatkan satu dari lima pasien TB dunia ternyata berhubungan dengan kebiasaan merokok.

Data Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 menunjukkan ada sekitar 34,5 persen penduduk Indonesia merokok atau mengkonsumsi tembakau dalam berbagai jenisnya.

Sekitar 70,2 juta orang dewasa di Indonesia menggunakan produk tembakau (tembakau hisap, tembakau yang dipanaskan, tembakau kunyah) saat ini, baik setiap hari atau kadang-kadang.

Rinciannya yakni sebanyak 33,5 persen perokok, 1 persen pengguna tembakau kunyah dan 3 persen pengguna rokok elektronik. Sementara menurut jenis kelamin, 65,5 persen laki-laki dan 3,3 persen perempuan Indonesia merokok atau menggunakan produk tembakau.

Prof Tjandra berpendapat, perlu ada integrasi antara program TB dan program rokok dan salah satu bentuk nyatanya yakni setiap pasien TB harus ditanya apakah punya kebiasaan merokok.

Bila pasien mengiyakan maka dia harus segera dimasukkan ke dalam program berhenti merokok di Puskesmas dan Rumah Sakit.

"Saat ini Kementerian Kesehatan dalam proses akhir penyusunan buku Pedoman Integrasi Layanan Upaya Berhenti Merokok dan Tuberkulosis di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, yang mudah-mudah dapat segera diselesaikan dan diterapkan di lapangan," kata dia.

Selain berisiko TB, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI itu juga mengingatkan kebiasaan merokok merupakan faktor risiko utama penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Saat ini, kata dia, dilakukan uji coba di beberapa kabupaten tentang deteksi PPOK pada perokok dengan kuesioner yang lalu dikonfirmasi melalui spirometri. Para perokoknya kemudian dimasukkan dalam program berhenti merokok.

"Tahap ini masih dalam bentuk konsultasi tetapi ke depan akan digunakan juga obat dan atau alat tertentu," tutur Prof Tjandra.

Dia melanjutkan, kebiasaan merokok juga berhubungan dengan kejadian stunting. Data yang dipresentasikan Deputi Kepala BKKBN pada pertemuan ketujuh Walikota/Bupati se Asia Pasifik tentang kesehatan (“7th Asia Pacific Summit of Mayors”) 2 Desember 2022 di Bali menunjukkan anak yang tinggal dengan orangtua yang tidak merokok tumbuh 1,5 kg lebih berat dan 0,34 cm lebih tinggi daripada anak dengan orangtua perokok.

Data juga memperlihatkan apabila anak-anak tidak terpapar rokok, maka angka stunting dapat turun sampai satu persen dan kebiasaan merokok atau menggunakan tembakau pada masa kehamilan akan meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anaknya.

Dia menambahkan, orang-orang yang berhenti merokok, selain yang di puskesmas, mereka juga bisa mengikuti program Quitline berhenti merokok dengan menghubungi nomor telepon 08001776565 untuk mendapatkan menghentikan kebiasaan merokok. Rumah Sakit Persahabatan Jakarta juga membuka klinik berhenti merokok.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati
Sabtu, 28 Januari 2023 - 10:25 WIB

Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati

Elshinta.com, Antioksidan pada teh hijau dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Kend...
Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?
Jumat, 27 Januari 2023 - 22:41 WIB

Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?

Elshinta.com, Pakar kesehatan Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, Sp. A, Subsp. I.P.T., M.TropPae...
Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:31 WIB

Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan

Elshinta.com, Pakar pangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Hery Winarsi meng...
Manfaat suplemen fiber untuk diet
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:19 WIB

Manfaat suplemen fiber untuk diet

Elshinta.com, Suplemen serat diklaim mampu memberikan manfaat bagi tubuh, terutama membantu menurunk...
Pakar ingatka konsumsi ikan yang cukup pada ibu hamil bisa cegah stunting
Jumat, 27 Januari 2023 - 02:23 WIB

Pakar ingatka konsumsi ikan yang cukup pada ibu hamil bisa cegah stunting

Elshinta.com, Guru Besar Ilmu Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Hardinsyah mengatakan b...
Dokter ingatkan masyarakat agar makan jangan asal kenyang
Kamis, 26 Januari 2023 - 20:53 WIB

Dokter ingatkan masyarakat agar makan jangan asal kenyang

Elshinta.com, Pakar gizi dr Ida Gunawan, M.S, Sp.GK (K), FINEM mengingatkan masyarakat agar makan ta...
Jaga kekebalan tubuh usai divaksin dengan cukupi nutrisi
Kamis, 26 Januari 2023 - 17:42 WIB

Jaga kekebalan tubuh usai divaksin dengan cukupi nutrisi

Elshinta.com,
Protein hewani penting untuk pertumbuhan optimal anak
Kamis, 26 Januari 2023 - 09:47 WIB

Protein hewani penting untuk pertumbuhan optimal anak

Elshinta.com, Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia atau Pergizi Pangan Indonesia menyampaik...
Camilan bergizi bisa didapat dari pangan lokal
Rabu, 25 Januari 2023 - 14:27 WIB

Camilan bergizi bisa didapat dari pangan lokal

Elshinta.com, Hasil panen melimpah tak menjamin petani sejahtera dan ini terjadi di Banjarnegara, Ja...
Dinkes Kabupaten Tangerang ajukan 30 ribu dosis vaksin booster ke Pemprov Banten
Rabu, 25 Januari 2023 - 12:35 WIB

Dinkes Kabupaten Tangerang ajukan 30 ribu dosis vaksin booster ke Pemprov Banten

Elshinta.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Banten mengajukan 5 ribu vial atau sekitar 30 rib...

InfodariAnda (IdA)