Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian

Elshinta
Sabtu, 03 Desember 2022 - 20:35 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Dokter sebut deteksi dini gejala kanker ovarium kurangi risiko kematian
Ilustrasi kanker ovarium (Shutterstock/mi_viri)

Elshinta.com - Mendeteksi dini keberadaan kanker ovarium dengan mengenal enam faktor risiko dan empat gejala dapat membantu pasien mendapat penanganan yang tepat dan mengurangi angka kematian, kata Dokter Spesialis Onkologi - dr. Oni Khonsa, Sp.OG, Subsp. Onk dari RSUP Persahatan.

"Kebanyakan datang terlambat, angka yang datang lebih awal itu jauh lebih dibanding dengan yang telat. Penting untuk tahu tentang 10 faktor risiko dan gejala," ujar dr. Oni dalam webinar "AstraZeneca: Kampanye 10 Jari" di Jakarta, Sabtu.

Terdapat enam faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang terkena kanker ovarium yakni memiliki riwayat kista endometrium, keturunan keluarga dengan kanker ovarium atau payudara, mutasi genetik, jumlah persalinan rendah, gaya hidup yang buruk dan pertambahan usia.

Dari keenam faktor tersebut ditambah lagi dengan empat tanda atau gejala seperti perut kembung, nafsu makan berkurang, sering buat air kecil dan nyeri panggul atau perut. Namun, kanker ovarium tidak disertai gejala pada stadium awal.

"Kalau kita sudah punya salah satu dari enam faktor risikonya, terus ditambah ada gejala perut kembung, mungkin diare, harus periksa meskipun tidak semua gejala itu pada akhirnya kanker ovarium," kata dr. Oni.

Lebih lanjut, dr. Oni mengatakan penting untuk mewaspadai setiap tanda dan gejala. Sebab, kanker ovarium tidak seperti kanker serviks yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan papsmear.

Kanker ovarium juga tidak hanya diderita oleh perempuan yang sudah mengalami menopause. Anak muda pun memiliki peluang yang sama khususnya jika terdapat keluarga dekat dengan riwayat kanker.

"Kalau enggak ada tanda bukan berarti enggak melakukan pemeriksaan, yang muda belum tentu aman. Ketiga ada kolega sedarah, kita harus waspada tapi bukan hanya kanker ovarium tapi juga kanker payudara, itu satu geng," katanya.

dr. Oni mengatakan minimnya informasi dan pengetahuan masyarakat mengenai kanker ovarium sangat memprihatinkan. Padahal jika dideteksi lebih awal, kanker ovarium dapat ditangani dan 94 persen pasiennya dapat hidup lebih dari 5 tahun setelah didiagnosis.

Menurut dr. Oni, saat kanker ovarium masih berada di stadium awal, di mana kanker masih terbatas di ovarium maka penanganan dan pengobatan memiliki kemungkinan besar untuk berhasil.

"Di Indonesia itu kalau enggak mau periksa karena takut ketahuan, padahal memang periksaan itu biar ketahuan. Kalau memeriksa sejak awak dampak-dampaknya juga akan rendah," ujar dr. Oni.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati
Sabtu, 28 Januari 2023 - 10:25 WIB

Konsumsi suplemen teh hijau dosis tinggi bisa picu kerusakan hati

Elshinta.com, Antioksidan pada teh hijau dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Kend...
Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?
Jumat, 27 Januari 2023 - 22:41 WIB

Bolehkah divaksin campak sekaligus booster COVID-19?

Elshinta.com, Pakar kesehatan Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, Sp. A, Subsp. I.P.T., M.TropPae...
Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:31 WIB

Pakar: Kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang harus ditingkatkan

Elshinta.com, Pakar pangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Hery Winarsi meng...
Manfaat suplemen fiber untuk diet
Jumat, 27 Januari 2023 - 09:19 WIB

Manfaat suplemen fiber untuk diet

Elshinta.com, Suplemen serat diklaim mampu memberikan manfaat bagi tubuh, terutama membantu menurunk...
Pakar ingatka konsumsi ikan yang cukup pada ibu hamil bisa cegah stunting
Jumat, 27 Januari 2023 - 02:23 WIB

Pakar ingatka konsumsi ikan yang cukup pada ibu hamil bisa cegah stunting

Elshinta.com, Guru Besar Ilmu Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Hardinsyah mengatakan b...
Dokter ingatkan masyarakat agar makan jangan asal kenyang
Kamis, 26 Januari 2023 - 20:53 WIB

Dokter ingatkan masyarakat agar makan jangan asal kenyang

Elshinta.com, Pakar gizi dr Ida Gunawan, M.S, Sp.GK (K), FINEM mengingatkan masyarakat agar makan ta...
Jaga kekebalan tubuh usai divaksin dengan cukupi nutrisi
Kamis, 26 Januari 2023 - 17:42 WIB

Jaga kekebalan tubuh usai divaksin dengan cukupi nutrisi

Elshinta.com,
Protein hewani penting untuk pertumbuhan optimal anak
Kamis, 26 Januari 2023 - 09:47 WIB

Protein hewani penting untuk pertumbuhan optimal anak

Elshinta.com, Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia atau Pergizi Pangan Indonesia menyampaik...
Camilan bergizi bisa didapat dari pangan lokal
Rabu, 25 Januari 2023 - 14:27 WIB

Camilan bergizi bisa didapat dari pangan lokal

Elshinta.com, Hasil panen melimpah tak menjamin petani sejahtera dan ini terjadi di Banjarnegara, Ja...
Dinkes Kabupaten Tangerang ajukan 30 ribu dosis vaksin booster ke Pemprov Banten
Rabu, 25 Januari 2023 - 12:35 WIB

Dinkes Kabupaten Tangerang ajukan 30 ribu dosis vaksin booster ke Pemprov Banten

Elshinta.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Banten mengajukan 5 ribu vial atau sekitar 30 rib...

InfodariAnda (IdA)