Komisi I minta Laksamana Yudo komit menuntaskan kasus pidana oknum TNI

Elshinta
Minggu, 04 Desember 2022 - 18:23 WIB | Editor : Widodo | Sumber : Antara
Komisi I minta Laksamana Yudo komit menuntaskan kasus pidana oknum TNI
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono (kiri) berjabat tangan dengan Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid (kanan) usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (2/12/2022). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/hp.

Elshinta.com - Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani meminta komitmen calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menuntaskan kasus pidana yang melibatkan oknum TNI seperti mutilasi warga Suku Nduga Papua dan kasus lainnya.

Menurut dia, hal tersebut sudah disampaikan dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI yang dilaksanakan Komisi I DPR pada Jumat (2/12).

"Kami berhasil meminta komitmen beliau untuk melanjutkan praktik baik Panglima TNI Jenderal Andika terkait proses dan penegakan hukum terhadap prajurit yang terlibat dalam pelanggaran hukum dan tindak pidana," kata Christina dalam keterangannya,
 di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan dalam penuntasan kasus pidana tersebut, prinsip yang utama adalah penegakan hukum dilakukan secara tuntas, transparan, dan berkeadilan.

Christina mengatakan dirinya juga meminta Laksamana Yudo memikirkan strategi khusus terkait penanganan wilayah "hot spot" khususnya Laut Natuna Utara karena masih banyak ditemukan pelanggaran kedaulatan.

"Kami yakin Laksamana Yudo sebagai Panglima TNI yang baru mampu memberikan yang terbaik dan DPR mendukung pelaksanaan tugas beliau ke depannya untuk terus bersinergi demi kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

Selain itu, dia meyakini Laksamana Yudo Margono mampu mengemban amanat sebagai Panglima TNI dengan baik, karena melihat rekam jejak yang bersangkutan.

Christina menilai Laksamana Yudo merupakan sosok yang responsif dan komunikatif, terlihat dari rekam jejak dan pengalaman yang bersangkutan saat menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).

"Saya yakin Laksamana Yudo mampu memimpin organisasi TNI secara profesional serta mampu menjaga komitmen dan kemitraan yang baik termasuk dengan DPR RI," katanya.

Sebelumnya, rapat internal Komisi I DPR RI pada Jumat (2/12) sore menyetujui Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI, setelah yang bersangkutan menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI.

"Setelah mempertimbangkan pandangan fraksi dan anggota, maka Komisi I DPR RI memberikan persetujuan pengangkatan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI," kata Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dia menjelaskan seluruh fraksi menyatakan setuju pengangkatan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI, sehingga dalam rapat internal Komisi I DPR tidak dilakukan pemungutan suara atau "voting".

Sementara itu, Rapat Paripurna DPR tentang persetujuan untuk mengesahkan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI akan dilakukan pada Selasa (6/12).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
PDIP tolak biaya haji 2023 sebesar Rp69 juta
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:56 WIB

PDIP tolak biaya haji 2023 sebesar Rp69 juta

Elshinta.com, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui fraksinya di DPR RI menolak renca...
Pengamat katakan Koalisi Perubahan berpotensi jadi wacana
Sabtu, 28 Januari 2023 - 20:47 WIB

Pengamat katakan Koalisi Perubahan berpotensi jadi wacana

Elshinta.com, Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago mengatakan ren...
KPU Kulon Progo sebut jumlah TPS Pemilu 2024 sebanyak 1.300
Sabtu, 28 Januari 2023 - 13:47 WIB

KPU Kulon Progo sebut jumlah TPS Pemilu 2024 sebanyak 1.300

Elshinta.com, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebu...
PDI Perjuangan gelar Gerakan Merawat Pertiwi gelorakan semangat pemuda
Sabtu, 28 Januari 2023 - 13:11 WIB

PDI Perjuangan gelar Gerakan Merawat Pertiwi gelorakan semangat pemuda

Elshinta.com, PDI Perjuangan menggelar Gerakan Merawat Pertiwi di Bandung, Jawa Barat, Sabtu, sebaga...
PDI Perjuangan gelar Senam Indonesia Cinta Tanah Air di Bandung
Sabtu, 28 Januari 2023 - 08:35 WIB

PDI Perjuangan gelar Senam Indonesia Cinta Tanah Air di Bandung

Elshinta.com, Dalam rangkaian HUT ke-50, PDI Perjuangan mengadakan acara Senam Indonesia Cinta Tanah...
28 Januari 1844: Gubernur Jenderal Hindia-Belanda meninggal dunia
Sabtu, 28 Januari 2023 - 06:00 WIB

28 Januari 1844: Gubernur Jenderal Hindia-Belanda meninggal dunia

Johannes graaf van den Bosch adalah seorang perwira dan politikus Belanda yang menjabat sebagai G...
Demokrat harap koalisi segera deklarasikan Anies Baswedan jadi capres
Jumat, 27 Januari 2023 - 21:11 WIB

Demokrat harap koalisi segera deklarasikan Anies Baswedan jadi capres

Elshinta.com, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya berharap koalisi Partai Na...
Pertemuan Jokowi-Surya Paloh menandakan hubungan sangat baik
Jumat, 27 Januari 2023 - 20:47 WIB

Pertemuan Jokowi-Surya Paloh menandakan hubungan sangat baik

Elshinta.com, Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni menilai pertemuan antara Presiden RI Jo...
Pengamat paparkan tiga strategi gaet anak muda pada pemilu
Jumat, 27 Januari 2023 - 16:47 WIB

Pengamat paparkan tiga strategi gaet anak muda pada pemilu

Elshinta.com, Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryant...
Pengamat sebut Kaesang lebih tepat maju eksekutif tahun 2029
Jumat, 27 Januari 2023 - 16:35 WIB

Pengamat sebut Kaesang lebih tepat maju eksekutif tahun 2029

Elshinta.com, Pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Abdul Hakim menyebut p...

InfodariAnda (IdA)