Top
Begin typing your search above and press return to search.

Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan

Elshinta.com, Turut membantu dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus Jawa Tengah, BPJS Kesehatan Kudus menyerahkan bantuan berupa susu formula dan makanan tambahan kepada anak stunting di Puskesmas Dawe.

Cegah stunting, BPJS Kesehatan Kudus beri susu dan makanan tambahan
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Turut membantu dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Kudus Jawa Tengah, BPJS Kesehatan Kudus menyerahkan bantuan berupa susu formula dan makanan tambahan kepada anak stunting di Puskesmas Dawe.

“Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab, komitmen dan kepedulian kami terhadap masyarakat melalui program Organization Social Responsibility (OSR) guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Agustian Fardianto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (5/12).

Pemerintah Kabupaten Kudus telah bersinergi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus melalui pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (GOTAAS), sehingga semua pihak wajib bersama-sama menurunkan angka kasus stunting.

“Anak-anak stunting yang saat ini mengikuti program Pemberian Makanan Tambahan (PMT)bisa tumbuh dengan normal,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Andini Aridewi, menyampaikan apresiasi atas support yang diberikan oleh berbagai pihak dalam pengentasan kasus stunting di kabupaten Kudus. Termasuk juga kepada BPJS Kesehatan Kudus yang telah memberikan jaminan pelayanan kesehatan kepada para peserta JKN, salah satunya terkait dengan kasus stunting serta Tim Gizi dan KIA dari Puskesmas Dawe yang sudah memantau stunting di wilayah Kecamatan Dawe.

“Ini adalah upaya kita bersama, tidak hanya dibantu pemberian makanan tambahan tapi intinya adalah apa yang disampaikan oleh dokter atau tim medis dapat dilaksanakan di rumah oleh para orang tua,” jelas Andini.

Winda Ayu (35), warga Margorejo, Dawe, salah satu ibu dari balita yang mendapatkan program Syuting menceritakan anaknya tidak mau minum susu dan makannya juga kurang. Setelah, konsultasi ke dokter anaknya diberikan entrakid. Selama 4 kali pertemuan, monitor dan evaluasi, kondisi putrinya sudah ada perubahan ke arah yang baik.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dari awal ikut dan sampai sekarang, perkembangan kondisi kembang anaknya sangat baik" tuturnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire