Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kenalkan seni tradisional Jawa, puluhan pelajar MI belajar dalang

Elshinta.com, Bentuk memperkenalkan seni tradisional Jawa terhadap anak anak, puluhan pelajar tingkat madrasah ibtidaiyah (MI) di Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali, JawaTengah melakukan latihan bersama.

Kenalkan seni tradisional Jawa, puluhan pelajar MI belajar dalang
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Bentuk memperkenalkan seni tradisional Jawa terhadap anak anak, puluhan pelajar tingkat madrasah ibtidaiyah (MI) di Desa Tegalgiri, Kecamatan Nogosari, Boyolali, JawaTengah melakukan latihan bersama. Acara yang dipusatkan di Sanggar Sedulur Ki Wartoyo Langgeng (SKWL) Nusantara Boyolali, Desa Tegalgiri ini sekaligus memperingati hari ulang tahun Kondang Kalimosodo di usiannya yang ke 7 tahun putra dari Ki Dalang Wartoyo.

Purbo Carita pelatih sekaligus kakak dari Kondang Kalimosodo mengatakan, latihan bersama digelar setiap Sabtu dan Minggu. Tujuannya adalah untuk mengenalkan seni tradisional budaya Jawa terhadap anak anak, agar paham dan tahu seni Jawa.

“Ya, puluhan anak ini ikut latihan hari ini. Latihan ini dijadwalkan setiap hari Sabtu dan Minggu,” kata Ki Wartoyo seusai melatih para siswa MI seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (5/12).

“Hari ini cukup meriah, karena bertepatan ulang tahun adik saya, yang datang cukup lumayan banyak anak anaknya,”ujar Purbo.

Ia mengatakan, untuk mengenalkan seni tradisional ini, Kondang Kalimosodo membagikan gemelan berukuran kecil terhadap semua pelajar MI yang hadir hari ini.

“Pada umumnya anak sekarang main HP, tapi saat ini adik saya membagikan gamelan sama teman temannya, semoga dengan gamelan itu mereka yang tadinya main HP berubah memainkan gamelan,” katanya.

Sementara itu, dalang cilik Kondang Kalimosodo mengaku senang dapat membagikan musik gamelan terhadap teman-temannya.

“Saya sekarang sudah usia 7 tahun, saya membagikan gamelan berukuran kecil sama teman untuk latihan di rumah,” kata Kondang.

Di depan temannya, Kondang juga sempat memainkan wayang kulit tokoh Punokawan Ki Gareng.

Gareng adalah Punakawan yang berkaki pincang. Hal ini merupakan sebuah sanepa dari sifat Gareng sebagai kawula yang selalu hati-hati dalam bertindak.

Selain itu, cacat fisik Gareng yang lain adalah tangan yang ciker atau patah. Ini adalah sanepa bahwa Gareng memiliki sifat tidak suka mengambil hak milik orang lain.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire