Polri tetapkan tiga tersangka tambang ilegal di Kaltim

Elshinta
Kamis, 08 Desember 2022 - 14:35 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Polri tetapkan tiga tersangka tambang ilegal di Kaltim
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus penambangan ilegal di Kalimantan Timur salah satunya milik Ismail Bolong.

"Ketiga tersangka, yaitu BP selaku penambang batu bara tanpa izin atau ilegal, RP sebagai kuasa direktur PT EMP, dan IB selaku Komisaris PT Energindo Mitra Pratama (EMP)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Nurul Azizah di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/12).

Nurul menjelaskan, kasus ini berdasarkan laporan polisi nomor LP: A/0099/II/2022/SPJR Dittipiter Bareskrim Polri tanggal 23 Februari 2022 terkait dengan dugaan penambangan ilegal.

Kegiatan tambang ilegal ini telah berlangsung sejak awal November 2021. Bertempat di Terminal Khusus PT Makaramma Timur Energi (MTE) yang terletak di Kalimantan Timur.

"Lokasi penambangan dan penyimpanan batu bara ini hasil penambangan ilegal yang juga termasuk dalam Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B) PT SB," kata Nurul.

Adapun peran ketiga tersangka dalam perkara ini, kata Nurul, tersangka BP (merujuk pada keterangan Budi) sebagai kuasa direktur PT EMP berperan mengatur operasional batu bara dari mulai kegiatan penambangan, pengangkutan dan penguatan dalam rangka dijual dengan atas nama PT EMP.

Kemudian tersangka RP (merujuk pada keterangan Rinto) sebagai kuasa direktur PT EMP berperan mengatur operasional batu bara dari mulai kegiatan penambangan, pengangkutan dan penguatan dalam rangka dijual dengan atas nama PT EMP.

"Selanjutnya, IB (Ismail Bolong-red) berperan mengatur rangkaian kegiatan penambangan ilegal pada lingkungan PKP2B perusahaan lain dan menjabat sebagai komisaris PT EMP yang tidak memiliki izin usaha penambangan untuk melakukan Kegiatan penambangan," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, para tersangka dijerat dengan Pasal 158 dan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Penyidik juga menjerat tersangka dengan Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang penyertaan.

"Rencana tindak lanjut sampai dengan saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk kepentingan penuntutan dan peradilan," kata Nurul.

Dalam perkara ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa 36 damtruck, tiga unit telepon genggam berikut SIM card, tiga buah buku tabungan dan tumpukan batu bara hasil penambangan ilegal di terminal khusus dan di lokasi TKP2B PT SB serta dua buah eksavator dan dua bundle rekening koran.

Sebelumnya, Ismail Bolong (IB) ditetapkan sebagai tersangka Rabu (7/12) setelah menjalani pemeriksaan selama 13 di Bareskrim Polri.

Pengacara Ismail Bolong, Johannes L Tobing saat ditemui di Bareskrim Polri, Rabu (7/12), mengakui kliennya adalah pemilik tambang sejak masih aktif menjadi anggota Polri.

"Iya (IB) salah satu pemilik tambang, waktu aktif menjadi polisi, penyidik menemukan diduga ada tindak pidana (tanpa izin)," kata Johannes.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Oknum ANS di Lampung dilaporkan ke polisi
Sabtu, 04 Februari 2023 - 11:01 WIB

Oknum ANS di Lampung dilaporkan ke polisi

Elshinta.com, Kepolisian Sektor (Polsesk) Tanjung Karang Timur, Polresta Bandarlampung, membenarkan ...
Gayus Lumbuun ingatkan hukuman JC harus tetap memperhatikan perbuatan
Sabtu, 04 Februari 2023 - 06:55 WIB

Gayus Lumbuun ingatkan hukuman JC harus tetap memperhatikan perbuatan

Elshinta.com, Mantan Hakim Agung Republik Indonesia Gayus Lumbuun mengatakan hukuman bagi seorang te...
Dua terdakwa kasus Kanjuruhan dituntut 6 tahun 8 bulan penjara
Sabtu, 04 Februari 2023 - 02:11 WIB

Dua terdakwa kasus Kanjuruhan dituntut 6 tahun 8 bulan penjara

Elshinta.com, Dua orang terdakwa kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, yakni Suko Sutrisn...
Jaksa periksa Kadis ESDM NTB terkait kasus korupsi tambang pasir besi
Jumat, 03 Februari 2023 - 20:57 WIB

Jaksa periksa Kadis ESDM NTB terkait kasus korupsi tambang pasir besi

Elshinta.com, Jaksa penyidik kejaksaan memeriksa Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Nusa Tengga...
Polres Situbondo berhasil tangkap perempuan pelaku pembuang bayi
Jumat, 03 Februari 2023 - 20:45 WIB

Polres Situbondo berhasil tangkap perempuan pelaku pembuang bayi

Elshinta.com, Satuan Reskrim Polres Situbondo, Jawa Timur, menangkap seorang perempuan CAP (19) di ...
Marak isu penculikan, Polda Lampung imbau agar tak panik
Jumat, 03 Februari 2023 - 18:34 WIB

Marak isu penculikan, Polda Lampung imbau agar tak panik

Elshinta.com, Kepolisian Daerah Lampung mengimbau masyarakat setempat tidak panik menyikapi isu penc...
Mantan pejabat Bawaslu Kaur di vonis 3 tahun penjara terkait korupsi
Jumat, 03 Februari 2023 - 18:26 WIB

Mantan pejabat Bawaslu Kaur di vonis 3 tahun penjara terkait korupsi

Elshinta.com, Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu memberikan vonis tiga tahun...
Saksi sebut promosi jabatan eselon tiga Dinsos Pemalang dipatok Rp50 juta
Jumat, 03 Februari 2023 - 18:19 WIB

Saksi sebut promosi jabatan eselon tiga Dinsos Pemalang dipatok Rp50 juta

Elshinta.com, Pejabat yang dipromosikan untuk menduduki jabatan eselon tiga di Dinas Sosial, Keluarg...
Polisi Blitar usut temuan bayi baru lahir dibuang
Jumat, 03 Februari 2023 - 16:58 WIB

Polisi Blitar usut temuan bayi baru lahir dibuang

Elshinta.com, Aparat Kepolisian Resor Blitar Kota mengusut kasus bayi baru lahir yang dibuang dan di...
Kapolda NTB ingatkan sebar hoaks penculikan anak terancam 10 tahun penjara
Jumat, 03 Februari 2023 - 12:47 WIB

Kapolda NTB ingatkan sebar hoaks penculikan anak terancam 10 tahun penjara

Elshinta.com, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto...

InfodariAnda (IdA)