Terduga pelaku kekerasan seksual anak di Tambora ditangkap polisi

Elshinta
Kamis, 08 Desember 2022 - 15:34 WIB | Editor : Calista Aziza | Sumber : Antara
Terduga pelaku kekerasan seksual anak di Tambora ditangkap polisi
FH terduga pelaku kekerasan seksual anak di Tambora, Jakarta Barat, Rabu (7/12/2022). ANTARA/Ho-Polsek Tambora

Elshinta.com - Kepolisian sektor (Polsek) Tambora, Jakarta Barat, menangkap seorang pria berinisial FH (32) karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak perempuan berusia 11 tahun di daerah itu pada Rabu (7/12).

"Kita tangkap FH lantaran karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak perempuan berusia 11 tahun," kata Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama, saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Putra mengatakan awalnya pelaku dengan keluarga korban saling kenal sehingga kedua belah pihak sempat menjalin hubungan baik.

Kedekatan tersebut dimanfaatkan FH untuk mendekati korban dan setelah beberapa lama menjalin komunikasi dengan korban, FH akhirnya mengajak korban ke hotel di kawasan Jakarta Barat.

Pertemuan itu terjadi sebanyak dua kali yakni pada 22 Oktober dan 21 November 2022.

"Di situlah peristiwa kekerasan seksual dilakukan pelaku," kata Putra.

Putra mengatakan FH kerap memberikan uang senilai Rp100.000 sebagai imbalan.

Dia juga meminta korban untuk tidak memberi tahu orang tuanya tentang tindakannya itu. 

Namun demikian, aksi bejad FH akhirnya terbongkar kala korban melaporkan peristiwa tersebut ke orang tuanya.

Orang tua korban pun akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tambora. Setelah laporan masuk, FH akhirnya ditangkap di Jakarta Barat. 

"Kita sudah tangkap berikut dengan beberapa barang bukti juga sudah kita amankan. Saat ini FH tengah diperiksa lebih lanjut," kata Putra.

Dengan adanya peristiwa ini, Putra berharap orang tua bisa lebih aktif dalam mengawasi dan mengedukasi anak tentang tindak pelecehan dan kekerasan seksual.

"Kami berpesan kepada para orang tua bangunlah komunikasi yang intens dengan anak, ajarkan anak batasan yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh, apa yang harus dilakukan dan tidak harus dilakukan," kata Putra.

Putra menambahkan, FH dapat dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dengan ancaman pidana 3-15 tahun penjara. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Oknum ANS di Lampung dilaporkan ke polisi
Sabtu, 04 Februari 2023 - 11:01 WIB

Oknum ANS di Lampung dilaporkan ke polisi

Elshinta.com, Kepolisian Sektor (Polsesk) Tanjung Karang Timur, Polresta Bandarlampung, membenarkan ...
Gayus Lumbuun ingatkan hukuman JC harus tetap memperhatikan perbuatan
Sabtu, 04 Februari 2023 - 06:55 WIB

Gayus Lumbuun ingatkan hukuman JC harus tetap memperhatikan perbuatan

Elshinta.com, Mantan Hakim Agung Republik Indonesia Gayus Lumbuun mengatakan hukuman bagi seorang te...
Dua terdakwa kasus Kanjuruhan dituntut 6 tahun 8 bulan penjara
Sabtu, 04 Februari 2023 - 02:11 WIB

Dua terdakwa kasus Kanjuruhan dituntut 6 tahun 8 bulan penjara

Elshinta.com, Dua orang terdakwa kasus kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, yakni Suko Sutrisn...
Jaksa periksa Kadis ESDM NTB terkait kasus korupsi tambang pasir besi
Jumat, 03 Februari 2023 - 20:57 WIB

Jaksa periksa Kadis ESDM NTB terkait kasus korupsi tambang pasir besi

Elshinta.com, Jaksa penyidik kejaksaan memeriksa Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Nusa Tengga...
Polres Situbondo berhasil tangkap perempuan pelaku pembuang bayi
Jumat, 03 Februari 2023 - 20:45 WIB

Polres Situbondo berhasil tangkap perempuan pelaku pembuang bayi

Elshinta.com, Satuan Reskrim Polres Situbondo, Jawa Timur, menangkap seorang perempuan CAP (19) di ...
Marak isu penculikan, Polda Lampung imbau agar tak panik
Jumat, 03 Februari 2023 - 18:34 WIB

Marak isu penculikan, Polda Lampung imbau agar tak panik

Elshinta.com, Kepolisian Daerah Lampung mengimbau masyarakat setempat tidak panik menyikapi isu penc...
Mantan pejabat Bawaslu Kaur di vonis 3 tahun penjara terkait korupsi
Jumat, 03 Februari 2023 - 18:26 WIB

Mantan pejabat Bawaslu Kaur di vonis 3 tahun penjara terkait korupsi

Elshinta.com, Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu memberikan vonis tiga tahun...
Saksi sebut promosi jabatan eselon tiga Dinsos Pemalang dipatok Rp50 juta
Jumat, 03 Februari 2023 - 18:19 WIB

Saksi sebut promosi jabatan eselon tiga Dinsos Pemalang dipatok Rp50 juta

Elshinta.com, Pejabat yang dipromosikan untuk menduduki jabatan eselon tiga di Dinas Sosial, Keluarg...
Polisi Blitar usut temuan bayi baru lahir dibuang
Jumat, 03 Februari 2023 - 16:58 WIB

Polisi Blitar usut temuan bayi baru lahir dibuang

Elshinta.com, Aparat Kepolisian Resor Blitar Kota mengusut kasus bayi baru lahir yang dibuang dan di...
Kapolda NTB ingatkan sebar hoaks penculikan anak terancam 10 tahun penjara
Jumat, 03 Februari 2023 - 12:47 WIB

Kapolda NTB ingatkan sebar hoaks penculikan anak terancam 10 tahun penjara

Elshinta.com, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Inspektur Jenderal Polisi Djoko Poerwanto...

InfodariAnda (IdA)