12 Desember 1992: Tsunami 36 meter landa Pulau Flores, 2.100 jiwa tewas
Bumi Flores prak-poranda setelah gempa dahsyat disertai tsunami 36 meter melanda.
Ilustrasi. Foto: https://bit.ly/3FKrwNe/elshinta.com.Elshinta.com - Bumi Flores prak-poranda setelah gempa dahsyat disertai tsunami 36 meter melanda.
Pada 12 Desember 1992, peristiwa memilukan itu menimpa Flores dan memakan korban jiwa yang cukup banyak.
Dari berbagai sumber, gempa bumi Flores Desember 1992 ialah gempa bumi berkekuatan 7,8 pada skala Richter di lepas pantai Flores, Indonesia.
Terjadi pada 12 Desember 1992 pada pukul 13.29 WITA, gempa dahsyat ini menyebabkan tsunami setinggi 36 meter yang menghancurkan rumah di pesisir pantai Flores.
Menurut berbagai literasi, peristiwa gempa dahsyat dan tsunami 36 meter itu membunuh setidaknya 2.100 jiwa, 500 orang hilang, 447 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi.
Gempa ini sedikitnya menghancurkan 18.000 rumah, 113 sekolah, 90 tempat ibadah, dan lebih dari 65 tempat lainnya.
Kabupaten yang terkena gempa ini ialah Kabupaten Sikka, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Flores Timur.
Kota yang paling parah ialah Maumere. Lebih dari 1.000 bangunan hancur dan rusak berat.
Gempa berkekuatan 7,5 SR terjadi pukul 13.29 WITA dengan pusat gempa di kedalaman 35 kilometer barat laut Kota Maumere.
Tsunami hebat terjadi karena gempa tersebut memicu longsor di bawah laut.
Peristiwa gempa disertai tsunami di Flores tidak terdekomentasi dengan baik di dalam negeri. Ini karena saat itu sangat minim perhatian dari ilmuwan Indonesia.
Seperti ditulis nationalgeographic.co.id, hingga tahun 1992, Indonesia belum memiliki ahli tsunami sehingga riset soal tsunami Flores lebih banyak dilakukan ahli-ahli Jepang.
Perhatian kalangan ilmuwan Indonesia terhadap tsunami baru terbangkitkan setelah tsunami Aceh. (Sumber: https://bit.ly/3W2pBcg)




