Kodim 1611/Badung tanam 2.000 mangrove
Elshinta.com, Dalam rangka memperingati Hari Juang ke 77 TNI AD Tahun 2022, Kodim 1611/Badung telah melakukan penanaman sebanyak 2.000 mangrove di Taman Hutan Rakyat (Tahura) I Gusti Ngurah Rai, Kota Denpasar, Bali.

Elshinta.com - Dalam rangka memperingati Hari Juang ke 77 TNI AD Tahun 2022, Kodim 1611/Badung telah melakukan penanaman sebanyak 2.000 mangrove di Taman Hutan Rakyat (Tahura) I Gusti Ngurah Rai, Kota Denpasar, Bali.
“Kadim 1611/Badung (Bali) melakukan penanaman 2.000 mangrove dengan tujuan menjaga dan melestarikan lingkungan dan dalam rangka memperingati Hari Juang ke 77 TNI AD Tahun 2022,” kata Kolonel Inf. Dody Triyo Hadi, Rabu (14/12).
Menurutnya, pemilihan lokasi penanaman mangrove di Tahura Ngurah Rai sebagai untuk melanjutkan pelestarian lsebagai lokasi side event saat berlangsungnya pertemuan puncak KTT G20 pada 15-16 November 2022.
“Jadi (penanaman pohon mangrove) tidak hanya berhenti saat G20, tetapi lanjut terus dan lokasi yang kita tanam juga, bisa dibilang kita membuat area baru, mengembangkan,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Rabu (14/12).
Ia berharap, dengan pelestarian mangrove di sekitar kawasan Tahura Ngurah Rai tersebut kedepan nya juga bisa diproyeksikan menjadi tempat wisata bertema alam baru yang dimiliki Bali, khususnya di Kota Denpasar.
“Hutan (mangrove) semakin mengembang, bukan mengisi yang kosong, kita (Kodim 1611/Badung) membuat bedeng baru dengan harapan menambah luasan hutan mangrove ini dan lokasinya bisa ditinjau dari tol Bali Mandara,” tambahnya.
Ia menjelaskan, bahwa pelestarian mangrove di Bali mempunyai banyak manfaat, diantaranya dapat mencegah erosi air laut, menyaring sampah hingga meredam ombak besar jika terjadi tsunami.
"Kemudian secara ekologi, dia (mangrove) bisa menjadi tempat habitat ikan atau biota laut dan tentunya bisa menjadi juga penahan polusi, baik udara, air dan tanah," lanjutnya.
Menurut Dandim 1611/Badung, mangrove juga bermanfaat untuk menaikkan ekonomi masyarakat nelayan atau pantai, dimana akar, batang sampai buah semua bisa dikelola menjadi makanan, minuman dan bisa menjadi bahan bakar dan macam-macam.
“Janganlah, maaf kalau kita ingin membangun rumah yang dekat mangrove diuruk sampai wilayah-wilayah hutan mangrove,” pesannya.
“Kemudian jangan membuang sampah sembarangan karena hutan mangrove ini, sela-selanya tidak kelihatan. Ini jangan sampai terjadi yang artinya malah merusak alam kita," pungkasnya.
Sementara itu sebegai informasi, penanaman sebanyak 2.000 mangrove tersebut terlaksana berkat kerjasama yang baik antara Kodim 1611/Badung dengan PT. Pertamina (Persero).
Acara tersebut dihadiri oleh Kapolresta Denpasar, Kajari Denpasar, Wakil Walikota Denpasar, Pasiren Sirenrem 163/WSA, seluruh anggota Kodim 1611/Badung, Kapolsek Densel, Fuel Terminal Manager Sanggaran, Camat Densel, Kahutla Ngurah Rai, Karang Taruna Denpasar, HIPMI Denpasar, Yayasan Al-Hikmah Joglo.
Selanjutnya juga dihadiri Perwakilan Mahasiswa Kampus Univ. Ngurah Rai, Univ. Saraswati Denpasar, New Media, Kelompok Nelayan Segara Guna Batu Lumbang Desa Pemogan dan seluruh warganya yang bersinergi bahu-membahu untuk mensukseskan acara penanaman dan penghijauan mangrove.