Diduga dipukuli kakak senior, santri pondok alami luka serius
Elshinta.com, Dugaan tindak kekerasan di lingkungan pondok pesantren kembali terjadi. Aksi kekerasan terjadi di dalam lingkungan Ponpes terbesar di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Elshinta.com - Dugaan tindak kekerasan di lingkungan pondok pesantren kembali terjadi. Aksi kekerasan terjadi di dalam lingkungan Ponpes terbesar di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Korban berinisial Mf (16) mengalami sejumlah luka dan pendarahan akibat dugaan tindak kekerasan yang dilakukan sejumlah kakak senior.
Hardi Arlianto orang tua korban saat ditemui Elshinta.com di kediaman di Sumbersekar Dau, Kabupaten Malang membenarkan kejadian tersebut.
“Jumat siang (16/12) anak saya yang mondok dan sekolah di SMK di lingkungan pondok telpon dan memberi tahu kalau akan pulang dan tidak mau dijemput karena ada masalah. Tentu saja kami curiga,” kata Hardi.
Ketika sampai di rumah, Hardi mengaku kaget mendapati anaknya mengalami luka lebam dengan darah yang keluar di pelipis sebelah kiri.
“Ketika saya desak dia mengaku mengalami pemukulan oleh kakak seniornya dan dipaksa mengaku mencuri uang Rp150 ribu dan dari pengakuannya ia tidak melakukan hal tersebut.” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Sabtu (17/12).
Merasa anaknya jadi korban, ia pun melapor ke Polsek Dau, namun pihak polsek menyarankan ke Polsek Bululawang ketika ke sana pihak Polsek mengarahkan laporan ke UPPA Polres Malang.
“Kemudian pihak Polres Malang menyarankan visum di RS Kanjuruhan dan hasilnya baru Senin (19/12) keluar, saya juga telah berulang kali meminta penjelasan dari pihak pondok namun seakan-akan pihak pondok mengabaikan termasuk guru atau kepala sekolahnya sama sekali tidak ada etikad baik meski sudah kita laporkan ke Polres Malang,” jelasnya.
MF mengaku masih syok dengan kejadian yang dialaminya.
“Kamis malam jam 22.00 saya dipangil ke ruang 3 kemudian saya datang dan duduk, di sana ada beberapa orang yang saya kenal, kemudian terjadilah akasi pemukulan yang dilakukan lebih dari 10 orang ,mereka kakak kelas saya. Saya mengalami kekerasan mulai dari pukulan dengan tangan maupun benda termasuk diinjak. Saya dipukuli mulai jam 00.00 hingga 4 subuh dan disuruh mengaku mengambil uang Rp150 ribu,” jelasnya.
Sementara itu pihak pondok hingga berita diturunkan belum bisa dikonfirmasi terkait berita tersebut. Nomor HP kepala sekolah tempat MF menimba ilmu coba dihubungi namun direject/dimatikan.