Peduli lingkungan, LPDP latih 50 anak olah sampah plastik jadi barang bernilai
Elshinta.com, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Chaanakya Dharma PK 196 Kementerian Keuangan RI mengadakan masa pengabdian di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sekitar 50 anak di desa itu mengikuti berbagai pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi olahan barang bernilai seperti mainan anak-anak ketapel dan gantungan kunci.

Elshinta.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Chaanakya Dharma PK 196 Kementerian Keuangan RI mengadakan masa pengabdian di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Sekitar 50 anak di desa itu mengikuti berbagai pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi olahan barang bernilai seperti mainan anak-anak ketapel dan gantungan kunci.
Program Kementrian Keuangan RI ini juga mengaet muda mudi terlibat di dalamnya.
Siti Masfiah, Koordinator masa pengabdian mengatakan, Desa Branjang dijadikan pilot project karena desa unggulan destinasi wisata edukasi dan UMKM. Adapaun materi olahan sampah karena bertujuan agar anak-anak bisa diajarkan bagaimana peduli lingkungan sejak dini.
"Jadi kegiatan ini pelaksananya adalah penerima LPDP angkatan 196 ini yang mendapatkan beasiswa study S2 dan S3 ke Belanda. Sebelum berangkat diwajibkan mengadakan masa pengabdian ke masyarakat," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Senin (19/12).
Arya salah satu peserta dari SD Negeri Branjang mengaku senang ikut kegiatan karena diberi pelatihan pengolahan sampah menjadi barang-barang mainan anak dan bernilai ini.
"Senang sekali apalagi di kegiatan banyak simulasi yang menyenangkan," katanya.
Teguh Basuki pelopor wisata edukasi Desa Branjang mengatakan, anak-anak sekolah dan mahasiswa banyak yang mengadakan edukasi maupun penelitian desa wisata di Desa Branjang karena SDM wisata edukasi Desa Branjang sudah memadahi.
"Kami ingin pemuda desa kami maju tidak hanya bermain tapi juga bisa mengembangkan potensi desa, salah satunya desa wisata edukasi. Ini sudah berjalan dan kami terus mengembangkanya," ujarnya.