SDN 1 Ngagrong, Boyolali dicanangkan jadi Sekolah Penggerak Ramah Anak

Elshinta
Rabu, 11 Januari 2023 - 15:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Radio Elshinta
SDN 1 Ngagrong, Boyolali dicanangkan jadi Sekolah Penggerak Ramah Anak
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), SD Negeri 1 Ngagrong di lereng Gunung Merbabu, Kecamatan Gladaksari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dicanangkan sebagai Sekolah Penggerak Ramah Anak.

Komite SD Negeri 1 Ngagrong, Ayup Sarjono, Rabu (11/1) mengatakan, dalam program Sekolah Penggerak Ramah Anak tersebut para siswa diajarkan kurikulum pelajar Pancasila dan kewirausahaan. "Dengan harapan agar siswa mengerti bagaimana tentang kewirausahaan," kata Ayup. 

Dalam kegiatan sekolah ramah anak tersebut, mendapat perhatian dan dukungan dari sejumlah pihak, diantaranya dinas pendidikan abupaten, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Gladaksari dan para wali murid serta warga masyarakat sekitar.

Pelaksanaan program ramah anak di SD Negeri 1 tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan seni tari topeng Ireng yang merupakan ciri khas kesenian daerah lereng Gunung Merbabu dan Merapi. Selain itu juga ditampilkan penjualan produk-produk lokal unggulan warga lereng gunung Merbabu.

"Agar kegiatan sekolah ini berlangsung meriah dan semarak, sekolah bersama komite mengadakan pentas seni yang dilakukan para siswa siswi. Mulai tari topeng Ireng, reog, karawitan dan lainnya. Kegiatan ini juga menghadirkan para alumni SD Negeri 1 Ngagrong.Tujuannya memberi motivasi terhadap para siswa dan membawa nama baik sekolah," tambah Ayup Sarjono seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto.

Ayup menambahkan, SDN 1 Ngagrong adalah induk sekolah penggerak di Kecamatan Gladaksari.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri 1 Ngagrong, Nari Indriyanto mengatakan, dalam giat ini menampilkan kreatifitas siswa bertema kearifan lokal kewirausahaan dan juga untuk penguatan propil pelajar Pancasila. 

"Betul sekali, kearifan lokal ini mengangkat budaya lokal. Kami sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program dan kegiatan ini. Di sini seluruh masyarakat merasa memiliki SD ini," kata Nari Indrianto.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali, Darmanto mengatakan, hari ini dewan guru, kepala sekolah dan seluruh warga masyarakat bergerak bersama sama dalam penguatan profil Pancasila.

"Di Boyolali terdapat Perda No 18 Tahun 2022 tentang Wawasan Kebangsaan dan Pancasila. Untuk itu Pelajar Pancasila terus kita bangun," kata Darmanto.

Lebih lanjut Darmanto menjelaskan, para siswa dituntut untuk beriman, bertakwa dan belajar mandiri. Begitu juga harus bersifat gotong royong. Di Boyolali baru terdapat 16 sekolah penggerak, mulai TK, SD dan SMP. Penyelesaiannya melalui Kemendikbud.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
PYCH beri pelatihan manajemen hubungan pelanggan, kembangkan talenta pemuda Papua
Kamis, 23 Maret 2023 - 17:35 WIB

PYCH beri pelatihan manajemen hubungan pelanggan, kembangkan talenta pemuda Papua

Elshinta.com, Papua Youth Creative Hub (PYCH) bekerja sama dengan PT Nokentech Digital Indonesia dan...
Menguak sejarah lewat memoar Buku `Berjalan Sampai ke Batas`
Kamis, 23 Maret 2023 - 12:23 WIB

Menguak sejarah lewat memoar Buku `Berjalan Sampai ke Batas`

Elshinta.com, Cerita ini bermula dari sosok Kadiroen. Lulusan Sekolah Angka Satu (Ongko Siji) 1906‚Ä...
 Ratusan siswa-siswi MI di Boyolali gelar kirab 144 wayang kulit sambut Ramadan 
Rabu, 22 Maret 2023 - 19:46 WIB

Ratusan siswa-siswi MI di Boyolali gelar kirab 144 wayang kulit sambut Ramadan 

Elshinta.com, Berbagai cara dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1444 H/2023 M, se...
Profesionalisme dan nasib guru jadi bahasan diskusi Prodi Pendidikan Sejarah UNJ
Minggu, 19 Maret 2023 - 16:35 WIB

Profesionalisme dan nasib guru jadi bahasan diskusi Prodi Pendidikan Sejarah UNJ

Elshinta.com, Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zanatul Haeri mengak...
Rektor UB katakan Akreditasi Internasional jadi paramater atau standar sistem pendidikan
Minggu, 19 Maret 2023 - 13:45 WIB

Rektor UB katakan Akreditasi Internasional jadi paramater atau standar sistem pendidikan

Elshinta.com, Sebanyak 28 program studi yang ada di Universitas Brawijaya (UB) telah mendapatkan Akr...
Tampilkan karya terbaik, belasan pelajar antardaerah adu kompetisi IoT
Minggu, 19 Maret 2023 - 12:14 WIB

Tampilkan karya terbaik, belasan pelajar antardaerah adu kompetisi IoT

Elshinta.com, Belasan pelajar dari berbagai daerah hadir di kampus ber-tagline `bernas karena kualit...
Disbudpar Batam ajak guru kenalkan jenis baju adat Melayu kepada siswa
Sabtu, 18 Maret 2023 - 22:27 WIB

Disbudpar Batam ajak guru kenalkan jenis baju adat Melayu kepada siswa

Elshinta.com, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Kepulauan Riau mengajak guru S...
Kembangkan minat dan bakat anak muda Papua, PYCH hadirkan studio podcast
Sabtu, 18 Maret 2023 - 15:16 WIB

Kembangkan minat dan bakat anak muda Papua, PYCH hadirkan studio podcast

Elshinta.com, Papua Youth Creative Hub (PYCH) hadir di tengah-tengah anak muda Papua yang tertarik d...
Kolaborasi kunci dalam penerapan Kurikulum Merdeka
Sabtu, 18 Maret 2023 - 12:25 WIB

Kolaborasi kunci dalam penerapan Kurikulum Merdeka

Elshinta.com, Penerapan teknologi menjadi hal yang tak bisa dihindarkan lagi saat ini, termasuk dala...
UB dan UM tuan rumah Sidang Paripurna MDGB PTNBH
Jumat, 17 Maret 2023 - 21:22 WIB

UB dan UM tuan rumah Sidang Paripurna MDGB PTNBH

Elshinta.com, Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) menjadi tuan rumah Sidan...

InfodariAnda (IdA)