Top
Begin typing your search above and press return to search.

UMKM serap 90 persen dari total tenaga kerja di Indonesia

Elshinta.com, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus tumbuh dan menjadi sektor yang mempunyai daya tahan cukup baik. Dengan daya tahan yang baik maka UMKM bisa pulih lebih cepat. 

UMKM serap 90 persen dari total tenaga kerja di Indonesia
X
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terus tumbuh dan menjadi sektor yang mempunyai daya tahan cukup baik. Dengan daya tahan yang baik maka UMKM bisa pulih lebih cepat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan sektor yang memiliki peran sangat vital dalam menjaga resiliensi ekonomi domestik. Dengan jumlah yang terus bertambah setiap tahunnya, UMKM semakin mendominasi struktur ekonomi nasional. Apalagi mobilitas ekonomi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang hingga kini masih tak kunjung henti mendapatkan tantangan. Bahkan setelah menurunnya penyebaran pandemi Covid-19.

Airlangga menyampaikan bahwa tantangan tesebut dapat diatasi dengan menjadikan kinerja ekonomi domestik tetap kuat dan memiliki daya saing, salah satunya melalui UMKM.

"Dalam dua dekade terakhir, 57% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berasal dari UMKM dan berhasil menyerap sekitar 90% dari total tenaga kerja di Indonesia,”ujar Airlangga Hartarto saat mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) secara daring, Kamis (19/01).

Dalam setiap periode krisis yang terjadi, UMKM selalu menjadi sektor yang memiliki daya tahan yang baik sehingga menjadikannya dapat pulih dalam jangka waktu singkat. UMKM merupakan pondasi yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi lebih baik lagi.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan salah satu sisi dari UMKM yang dapat dikembangkan adalah dari kontribusinya terhadap ekspor. Dalam aktifitas ekspor, UMKM hanya menyumbang 15,8% dari total keseluruhan.

"Berbeda dengan negara lain seperti Jepang dimana sektor UMKM Jepang mampu melakukan ekspor hingga 53,8% dari total keseluruhan,” jelas Iskandar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.

Hal ini karena produk yang dihasilkan UMKM di Indonesia secara kualitas belum dapat menjadi produk yang banyak dikonsumsi masyarakat internasional. Maka dari itu, UMKM tidak bisa berdiri sendiri dan perlu mendapat dorongan dari pemerintah berupa pembiayaan dan penguatan UMKM.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire