Cerita Kelenteng Sing Bie, tempat pemujaan Siwa-Buddha di Bali

Elshinta
Minggu, 22 Januari 2023 - 20:55 WIB | Editor : Sigit Kurniawan | Sumber : Antara
Cerita Kelenteng Sing Bie, tempat pemujaan Siwa-Buddha di Bali
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Dalam rangka Tahun Baru Imlek 2574,  umat Konghucu di Bali melaksanakan persembahyangan di kelenteng-kelenteng, salah satunya di Kelenteng Sing Bie, Jalan Gajah Mada No 72, Denpasar.

Kelenteng yang mulanya milik pribadi itu kian dikenal masyarakat, terutama karena keunikannya, yakni adanya akulturasi budaya Tionghoa dan Bali.

Dalam kelenteng yang berada di tengah gang, tepatnya di belakang ruko-ruko kawasan Gajah Mada itu, terdapat gedung tempat pemujaan Siwa-Buddha yang dikelola I Wayan Gunawan dan Tio Sung Tao, pasangan suami-istri keturunan Tionghoa yang kini lebih dikenal dengan nama Jero Gede Kuning dan Jero Sung.

Kawasan Gajah Mada sendiri sejak lama dikenal sebagai Kampung Pecinan, lantaran sepanjang jalan dan ruko-ruko dahulu ditempati para etnis Tionghoa.

Namun, kini jumlahnya berkurang dan tak banyak keluarga etnis Tionghoa yang menempati. Beberapa di antaranya masih tinggal di gang-gang seputar Jalan Kartini. Lampion-lampion yang biasa menandai perayaan Imlek, masih tampak menghiasi jalan ini.
 
Akulturasi Tionghoa - Bali

Memasuki halaman Kelenteng Sing Bie masyarakat dapat melihat langsung perpaduan budaya Tionghoa dan Bali, yakni  terdapat ruangan pemujaan bagi umat Konghucu yang berdampingan dengan padmasana atau bangunan Hindu.

"Sing Bie Bio atau Kelenteng Sing Bie diambil dari nama kakek, ada ruangan berhimpitan dengan padmasana, tapi ini tidak terpisah, seperti di Pura Besakih ada Pura Dalem Balingkang kisah Kang Xing Wei yang menikah dengan Raja Jayapangus, jadi tidak bisa terlepas," kata Jero Gede menjelaskan.

Pada ruang persembahyangan bagi umat Konghucu, terdapat sarana upacara Hindu seperti canang, dupa, dan buah-buahan. "Ini tempat kami lebih mengusung Siwa-Buddha, Buddhanya lengkap ada Dewi Kwan Im, Dewa Kwan Kong, dan dewa uang atau rezeki, sedangkan di Siwa-nya ada Ratu Gede Nusa, Bunda Ratu Subandar, dan Bhatara Segara," tambahnya.

Di dalam ruang suci berukuran sekitar 3x4 meter terdapat rupang atau patung-patung sakral yang mewujudkan Dewa Kwan Kong dan Dewi Kwan Im, ditambah topeng sebagai wujud Dalem Sidakarya, Ratu Gede, patung Bhatara Rambut Sedana dan simbol pemujaan lainnya.

Selain itu, di sana juga terdapat barong sai dan liong (barong naga) di mana sepasang barong sai berwarna hitam dan putih disakralkan di dalam ruangan.

Jero Gede dan Jero Sung bercerita bahwa bangunan Tionghoa dan Bali itu dibentuk pada tahun 2015 meskipun pemujaan Dewi Kwan Im lebih dulu sejak 10 tahun sebelumnya. Jero Gede mendapat wahyu  setelah berkomunikasi dengan penglingsir Hindu di Bali.

"Awalnya bahtera rumah tangga kami diberikan ujian secara ekonomi dan internal. Akhirnya, kami mencari tahu ke penglingsir dan diberi petunjuk diharuskan menjalankan tradisi seperti mebayuh dan mewinten, hingga berjalannya waktu akhirnya sampai di tahap menjadi Jero Gede," tuturnya. Salah satu prosesi Hindu yaitu Dwi Jati juga sempat dilakukan, keduanya di Kabupaten Karangasem pada tahun 2013.

Singkat cerita, masyarakat mulai datang ke Kelenteng Sing Bie untuk meminta petuah dan wejangan Jero Gede Kuning, bahkan seluruh patung pemujaan di sana mereka dapat dari umat yang datang.

"Ada semacam bisikan harus melinggihkan (menempatkan) apa saja di sini, dan patung rupang itu satupun tidak ada yang kami beli, umat yang memberikan misalnya mereka tahu melalui mimpi," ujarnya.

Jero Sung menambahkan, dahulu saat Pasar Kumbasari di Jalan Gajah Mada terbakar, salah satu patung yaitu Patung Rambut Sedana menjadi benda yang tersisa tak tersentuh kobaran api dari kios seni di sana, dan akhirnya kini menjadi milik kelenteng.

Sejak 2019, keluarga tersebut mulai merasakan antusias masyarakat Bali untuk turut merayakan Tahun Baru Imlek dengan bersembahyang di Kelenteng Sing Bie.

Masyarakat yang datang tak hanya berasal dari etnis Tionghoa atau beragama Konghucu, namun dari berbagai agama. Masyarakat luas mengenal Jero Gede dan meminta banyak wejangan darinya.

Di hari Senin (23/1) besok, akan dilakukan pawai dari sejumlah kelenteng salah satunya Kelenteng Sing Bie sejak pukul 15.00 Wita hingga puncak perayaan Tahun Baru Imlek dilakukan di pelataran Pasar Badung.

"Imlek sendiri sebenarnya perayaan pergantian musim dari musim hujan ke musim semi. Besok sekitar pukul 17.00 Wita akan dilakukan kirab, berbagi makanan, dan pentas puncaknya," kata Jero Sung.

Selain Imlek, Jero Sung mengaku ia dan suami tetap menjalankan prosesi Hindu seperti piodalan yang jatuh enam bulan sekali dan digelar mereka tepatnya di Hari Suci Saraswati.

Saat itu, masyarakat juga ramai datang tak terbatas pada agama yang dianut. Bahkan, ada yang datang untuk menyumbang tarian dan pewayangan.

Pelaksanaan piodalan juga dijadikan momentum untuk membersihkan rupang-rupang di dalam bangunan kelenteng, sehingga prosesnya dilakukan setahun dua kali saat menjelang Saraswati, bukan Imlek.

Jero Sung mengemukakan bahwa keragaman ini juga menjadi salah satu daya tarik, banyak umat yang datang langsung menyampaikan bahwa pemujaan di Kelenteng Sing Bie tergolong lengkap dan beragam.

Pihak keluarga keduanya juga menerima keberagaman tersebut, mereka saling menghormati meskipun menganut hal yang berbeda.

Jero Sung sendiri merupakan keturunan asli Tionghoa, dengan kakek dan ayah yang lahir di Tiongkok. Sementara Jero Gede Kuning merupakan keturunan campuran di mana orang tuanya berasal dari Buleleng dan Tabanan Bali. Bahkan, ia memiliki sejarah di mana buyutnya seorang perempuan bernama depan Ida Ayu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Gelombang ritual awali puncak Resepsi 1 Abad NU
Senin, 30 Januari 2023 - 17:56 WIB

Gelombang ritual awali puncak Resepsi 1 Abad NU

Elshinta.com, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Puncak Resepsi 1 Abad NU di Gelora De...
Nelayan Bekasi gelar larung laut lestarikan kearifan lokal
Minggu, 29 Januari 2023 - 21:10 WIB

Nelayan Bekasi gelar larung laut lestarikan kearifan lokal

Elshinta.com, Ratusan nelayan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berkumpul menggelar kegiatan bertajuk tas...
Presiden ajak kembali bekerja keras saat hadiri Imlek Nasional 2023
Minggu, 29 Januari 2023 - 20:57 WIB

Presiden ajak kembali bekerja keras saat hadiri Imlek Nasional 2023

Elshinta.com, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk kembali bekerja keras setel...
Polres Banjar kerahkan 4.000 personel amankan Haul Guru Sekumpul
Minggu, 29 Januari 2023 - 14:44 WIB

Polres Banjar kerahkan 4.000 personel amankan Haul Guru Sekumpul

Elshinta.com, Kepolisian Resor (Polres) Banjar, Kalimantan Selatan, mengerahkan sebanyak 4.000 perso...
Alquran dibakar, Gus Yahya sebut Rasmus Paludan berbuat sia-sia
Minggu, 29 Januari 2023 - 13:35 WIB

Alquran dibakar, Gus Yahya sebut Rasmus Paludan berbuat sia-sia

Elshinta.com, Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf menyangkan sikap Rasmus Paludan, ekstremis s...
Ormas Golkar, Al Hidayah terus tingkatkan kepedulian sosial, pendidikan dan kebencanaan
Sabtu, 28 Januari 2023 - 23:55 WIB

Ormas Golkar, Al Hidayah terus tingkatkan kepedulian sosial, pendidikan dan kebencanaan

Elshinta.com, Kegiatan pengajian Al-Hidayah yang merupakan ormas Golkar yang berdiri 37 tahun lalu ...
Musypimwil Muhammadiyah Jateng resmi dibuka 
Sabtu, 28 Januari 2023 - 21:41 WIB

Musypimwil Muhammadiyah Jateng resmi dibuka 

Elshinta.com, Bertempat di Pendopo Amangkurat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah  Musyawarah Pimpinan Wil...
Urgensi Piagam PBB dalam Islam di Muktamar Internasional Fikih Peradaban
Sabtu, 28 Januari 2023 - 17:43 WIB

Urgensi Piagam PBB dalam Islam di Muktamar Internasional Fikih Peradaban

Elshinta.com, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar Internasional Fikih Pera...
Ini Lagu yang akan dibawakan Maher Zain di puncak resepsi Harlah 1 Abad NU
Sabtu, 28 Januari 2023 - 17:35 WIB

Ini Lagu yang akan dibawakan Maher Zain di puncak resepsi Harlah 1 Abad NU

Elshinta.com, Penyanyi religi asal Swedia berdarah Lebanon, Maher Zain, sangat antusias dan ingin ta...
BPKN RI nilai usulan biaya kenaikan BPIH terlalu tinggi
Sabtu, 28 Januari 2023 - 16:04 WIB

BPKN RI nilai usulan biaya kenaikan BPIH terlalu tinggi

Elshinta.com, Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) menilai biaya perj...

InfodariAnda (IdA)