MemoRI 25 Januari

25 Januari 2006: Mantan Wakil Presiden Indonesia ke-5 meninggal dunia

Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Calista Aziza | Sumber : Lansir
25 Januari 2006: Mantan Wakil Presiden Indonesia ke-5 meninggal dunia
Mantan Wakil Presiden Indonesia ke-5, Letnan Jenderal (Purn) Sudharmono, SH. (https://bit.ly/3wswtES)

Elshinta.com - Letnan Jenderal (Purn) Sudharmono SH, atau yang akrab disapa Pak Dar adalah Wakil Presiden Kabinet Pembangunan V masa jabatan Maret 1988 hingga Maret 1993.

Sudharmono lahir di desa Cerme, Gresik, Jawa Timur pada tanggal 12 Maret 1927. Sejak kecil, Sudharmono sudah menjadi yatim piatu. Dari usia 3 tahun, Sudharmono berpindah-pindah orang tua asuh. Ibunya, Soekarsi meninggal ketika melahirkan adik bungsu Soedharmono (1930). Ayahnya R. Wiroredjo meninggal 6 bulan kemudian karena sakit.

Sudharmono terpilih menjadi Wapres setelah berhasil memimpin DPP Golkar dengan kemenangan mutlak pada Pemilu 1987. Selama periode sebagai Wapres, Sudharmono pernah mengeluarkan kebijakan untuk membentuk Tromol Pos 5000 sebagai sarana pengawasan masyarakat.

Terpilihnya Sudharmono menjadi Wakil Presiden tak terlepas dari keberhasilannya memimpin DPP Golongan Karya. Pada periode kepemimpinannya, partai ini semakin mendominasi (mayoritas mutlak) politik Indonesia dengan meraih suara 72 persen pada Pemilu 1997.

Sudharmono terpilih menjadi ketua Umum DPP Golkar periode 1983-1988 pada Musyawarah Nasional III Golongan Karya (Golkar), Oktober 1983 menggantikan Amir Moertono. Tak salah bila disebut bahwa Sudharmono adalah orang kepercayaan Pak Harto.

Sangat lama dia mendampingi Presiden Soeharto sebagai Sekretaris Negara, yang kemudian menjadi Menteri Sekretaris Negara, dipercayakan padanya sejak 1970 hingga tahun 1988, sampai akhirnya menjadi Wakil Presiden.

Setelah tidak aktif di pemerintahan, Sudharmono masih tetap setia bekerja bersama Pak Harto. Dia dipercaya mengoordinir tujuh yayasan yang didirikan Pak Harto, yakni Dharmais, Supersemar, Dakap, Damandiri, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Gotong Royong, dan Trikora.

Pada Rabu, tanggal 25 Januari 2006 sekitar pukul 19.40 WIB, Sudharmono meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama dua pekan di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (MMC), Jakarta, sejak 10 Januari 2006.

Sudharmono meninggal akibat infeksi paru dan komplikasi penyakit lain. Sebelumnya jenderal pekerja keras itu beberapa lama dirawat di Singapura. Setahun sebelumnya juga menjalani perawatan di Jepang.

Saat itu, almarhum dinyatakan mengalami gejala parkinson. Almarhum dimakamkan sebelum (salat) dzuhur atau sekitar pukul 10.00, Kamis 26 Januari 2006  di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman.

Sumber: merdeka.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Hevearita jadi wali kota perempuan pertama di Kota Semarang
Senin, 30 Januari 2023 - 17:42 WIB

Hevearita jadi wali kota perempuan pertama di Kota Semarang

Elshinta.com, Hevearita Gunaryanti  Rahayu resmi menjadi Wali Kota Semarang untuk sisa masa jabatan...
Mahfud MD apresiasi KBRI Riyadh selamatkan PMI mohon dipulangkan
Senin, 30 Januari 2023 - 17:07 WIB

Mahfud MD apresiasi KBRI Riyadh selamatkan PMI mohon dipulangkan

Elshinta.com, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD men...
Partai Gerindra minta rencana kenaikan ongkos haji Rp69 juta dikaji ulang
Senin, 30 Januari 2023 - 15:56 WIB

Partai Gerindra minta rencana kenaikan ongkos haji Rp69 juta dikaji ulang

Elshinta.com, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani membuka acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Ge...
Dukungan <i>emak-emak</i> ke Prabowo tidak bergeser
Senin, 30 Januari 2023 - 15:47 WIB

Dukungan emak-emak ke Prabowo tidak bergeser

Elshinta.com, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto hingga saat ini masih jadi idola dan masi...
Legislatif 2024, figur Anang Hermansyah masih kuat di daerah
Senin, 30 Januari 2023 - 13:56 WIB

Legislatif 2024, figur Anang Hermansyah masih kuat di daerah

Elshinta.com, Pertemuan musisi dan vokalis Anang Hermansyah dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional...
Wasekjen Nasdem sebut capres-cawapres selesai sebelum Ramadan
Minggu, 29 Januari 2023 - 21:35 WIB

Wasekjen Nasdem sebut capres-cawapres selesai sebelum Ramadan

Elshinta.com, Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim mengungkapkan bahwa pihaknya be...
LP3ES ajak kawal Pemilu 2024 untuk atasi kemunduran demokrasi
Minggu, 29 Januari 2023 - 19:57 WIB

LP3ES ajak kawal Pemilu 2024 untuk atasi kemunduran demokrasi

Elshinta.com, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (...
 Senator Aceh minta pemerintah RI panggil Dubes Swedia terkait pembakaran Al Quran
Minggu, 29 Januari 2023 - 16:03 WIB

Senator Aceh minta pemerintah RI panggil Dubes Swedia terkait pembakaran Al Quran

Elshinta.com, Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma meminta k...
29 Januari 2001: Gus Dur didesak mundur dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia
Minggu, 29 Januari 2023 - 06:00 WIB

29 Januari 2001: Gus Dur didesak mundur dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia

Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, didesak mundur dari jabatannya sebagai Presiden Re...
Sekjen PDIP katakan nama calon presiden sudah di kantong Bu Mega
Sabtu, 28 Januari 2023 - 22:24 WIB

Sekjen PDIP katakan nama calon presiden sudah di kantong Bu Mega

Elshinta.com, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiya...

InfodariAnda (IdA)