Top
Begin typing your search above and press return to search.

Babinsa Boyolali sukses ternak burung kicau, edukasi warga ciptakan usaha

Elshinta.com, Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi waktu luang. Salah satunya Serka Ngatinu yang sehari hari bertugas sebagai Babinsa Koramil 03 Mojosongo, Kodim 0724/Boyolali. Selain menjadi prajurit TNI, ia juga sukses beternak buruh kicau.

Babinsa Boyolali sukses ternak burung kicau, edukasi warga ciptakan usaha
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi waktu luang. Salah satunya Serka Ngatinu yang sehari hari bertugas sebagai Babinsa Koramil 03 Mojosongo, Kodim 0724/Boyolali. Selain menjadi prajurit TNI, ia juga sukses beternak buruh kicau.

“Kegiatan saya ini hanya untuk kegiatan sampingan di rumah yakni ternak burung. "Bukan berbisnis semata namun mengedukasi masyarakat utamanya generasi muda agar tak hanya cari pekerjaan, namun dapat menciptakan pekerjaan," kata Ngatinu saat ditemui di rumahnya di Kampung Gatak, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Rabu (25/1).

Diakui olehnya, hobi yang dia tekuni selama empat tahun terakhir ini diawali keinginan pribadi untuk menciptakan peluang kerja juga untuk menambah perekonomian keluarga.

"Kita harus berbagi waktu baik waktu untuk dinas maupun waktu untuk di rumah. Waktu untuk di rumah saya manfaatkan untuk ternak ini. Biar kalau di rumah ada yang saya kerjakan, bisa menghasilkan untuk tambahan, saya punya banyak waktu di luar dinas untuk keluarga untuk anak untuk istri. Selain itu agar generasi muda khususnya dapat membuat usaha atau menciptakan lapangan usaha," ujarnya.

Ngatinu mengatakan, ada banyak jenis burung yang dipelihara. Saat ini yang ditangkarkan adalah burung murai batu. Sedangkan yang lain jenis burung untuk perlombaan, seperti burung kacer, cocak hijau, pentet, serta burung-burung lainnya. Untuk anakan burung murai dijual dengan kisaran harga Rp1,5 juta hingga Rp3 juta.

Ia juga mampu meraup omzet sekitar Rp7 juta dalam satu bulan karena burung yang ditangkarkan memiliki banyak keistimewaan. Peminat membeli burung ini tak hanya lokal, namun juga datang dari berbagai daerah dan burung yang dijual lebih mementingkan kualitas.

Ngatinu mengatakan, penangkaran yang ia lakukan berbeda dengan yang lain. Ia memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitarnya seperti paralon bekas, toples bekas, kurungan bekas, dan lainnya.

"Saya ingin memberikan contoh pada generasi muda biar mau berpikiran untuk menciptakan pekerjaan. Jangan mencari pekerjaan. Modal jangan menjadi alasan, manfaatkan apa yang ada. Kuncinya semangat dan jeli," ujarnya.

Sementara itu pemerhati satwa burung Boyolali, Bangkit mengatakan, terdapat beberapa ciri burung kicau yang tergolong bagus.

“Jaga kebersihan itu kunci utama. Faktor dari makanan itu juga penunjang untuk Kesehatan. Penjemuran terus kebersihan kandang itu juga harus diperhatikan, serta kesehatan untuk mencari bibit yang kualitas,” pungkasnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire