Aksi berujung bentrok, kantor Arema FC dirusak
Elshinta.com, Aksi bentrok dan pengerusakan warnai unjuk rasa massa yang mengaku suporter. Mereka datang dari Jalan Terusan Bogor menuju ke kantor management Arema FC yang berjarak 200 meter.

Elshinta.com - Aksi bentrok dan pengerusakan warnai unjuk rasa massa yang mengaku suporter. Mereka datang dari Jalan Terusan Bogor menuju ke kantor management Arema FC yang berjarak 200 meter.
Dengan membawa poster dan menyalakan flayer massa aksi berpakaian hitam-hitam tersebut berjalan dan menuju ke depan kantor management Arema FC.
Aksi massa yang semula tertib berubah jadi ajang baku hantam dan saling lempar serta diwarnai sejumlah pemukulan.
Ada dua versi yang menyebut, versi pertama, massa akui telah dihadang beberapa orang bertubuh kekar dan bertato yang diduga petugas pengamanan internal management hingga terjadi aksi saling pukul dan lempar serta petasan yang berasal dari massa.Sedangkan versi kedua massa datang dan melakukan pelemparan dan pengerusakan sejumlah fasilitas termasuk kaca dan sepeda motor yang memancing beberapa orang dari dalam kantor keluar.
Akibatnya bentrokan dan pemukulan terjadi sejumlah orang jadi korban. Juru bicara aksi naik ke atas mobil angkot dan meneriakkan 5 tuntutan terkait ketidakpedulian management Arema FC.
Polisi yang datang ke lokasi dihadang massa, bahkan Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Supiyan dan Kapolsek Klojen, Kompol Domingos De F. Ximenes diusir dari lokasi bentrok.
Kapolresta Malang Kota Kombes. Pol Bhudi Hermanto yang dikonfirmasi membenarkan terjadinya aksi bentrok dan pengerusakan di kantor Arema FC.
“Tiga orang korban mendapat perawatan di rumah sakit dan sejumlah pihak diamankan di sejumlah titik dan kita memastikan bakal mendalami dan mengusut siapa yang bertanggungjawab atas kasus tersebut, dan pada kasus ini pihaknya telah melakukan berbagai mediasi yang melibatkan suporter,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Minggu (29/1).