BEM Nusantara DIY gelar aksi tolak intoleransi, radikalisme dan terorisme
Elshinta.com, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di simpang empat Tugu Yogyakarta menolak radikalisme, intoleransi, terorisme serta maraknya berbagai aksi kejahatan.

Elshinta.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di simpang empat Tugu Yogyakarta menolak radikalisme, intoleransi, terorisme serta maraknya berbagai aksi kejahatan. Aksi yang digelar oleh puluhan aktivis BEM Nusantara DIY berlangsung di simpang empat Tugu Yogyakarta, Kamis (2/2).
Gerakan radikalisme, terorisme, intoleransi dan aksi kejahatan saat ini semakin masif terjadi di segala lini khususnya wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, hal ini banyak meresahkan masyarakat dan mengancam stabilitas nasional. Cara penyebarannya oun cukup beragam dari formal maupun informal.
"Sangat disayangkan sebanyak 60% SMA di Sleman di DIY ditengarai terpapar paham radikalisme. Ini sungguh miris," kata Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, Muhammad Nur Fadillah disela aksi.
Bahkan beberapa waktu lalu juga ditangkap terduga teroris di wilayah sleman, ini menunjukkan bahwa pelaku teror sudah mulai lagi berkembang di wilayah D.I. Yogyakarta. Belum lagi maraknya aksi kejahatan saat ini sangat meresahkan warga masyarakat.
Apapun alasannya kejahatan yang mengatasnamakan kelompok agama dan golongan di NKRI ini tidak dibenarkan, oleh karna itu BEM Nusantara DIY dalam aksinya menyatakan sikap yang tertuang dalam beberapa poin, di antaranya. menolak keras bentuk radikalisme dan tindakan intoleransi dalam dunia pendidikan dan masyarakat luas, mengutuk keras segala bentuk tindakan terorisme di NKRI yang mengganggu stabilitas nasional dan mengecam segala bentuk tindakan kejahatan di wilayah DIY yang sangat mengganggu situasi Keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam menjaga kamtibmas dan keutuhan NKRI bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab aparatur negara saja, melainkan menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat termasuk pemuda dan mahasiswa.
Ketua BEM Nusantara DIY Muhammad Nur Fadillah menyatakan BEM Nusantara DIY menolak keras segala bentuk paham radikalisme, terorisme dan intoleransi serta mengutuk keras segala bentuk aksi kejahatan yang marak terjadi di wilayah Yogyakarta. Mendukung Polri dalam upaya mengusut tuntas kasus kejahatan yang meresahkan warga yogyakarta.
"Kami BEM Nusantara DIY akan bersinergi dengan Polda DIY dalam upaya menjaga kondusivitas Kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI" Pungkas Muhammad Nur Fadillah seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.