Top
Begin typing your search above and press return to search.

Beras mahal, Pemkab Majalengka turun tangan 

Elshinta.com, Ratusan warga Majalengka, Jawa Barat antri beras murah yang digelar Pemkab Majalengka bekerja sama dengan Perum Bulog pada Rabu (12/2).

Beras mahal, Pemkab Majalengka turun tangan 
X
Sumber foto: Enok Carsinah/elshinta.com.

Elshinta.com - Ratusan warga Majalengka, Jawa Barat antri beras murah yang digelar Pemkab Majalengka bekerja sama dengan Perum Bulog pada Rabu (15/2).

Beras murah yang dijual merupakan program operasi pasar sebagai bentuk antisipasi mahalnya harga beras di pasaran di saat musim panen di Majalengka belum tiba.

Mengawali operasi pasar, Perum Bulog menyediakan 20 ton beras medium bagi dua kecamatan yaitu Kecamatan Majalengka dan Kecamatan Cigasong.

Warga yang datang dan telah mendapatkan kupon berhak mendapatkan 10kg beras dengan harga 1kg sebesar Rp. 9.400, atau Rp 94.000/kg.

Bupati Majalengka Karna Sobahi, usai meninjau operasi pasar di kecamatan Majalengka dan Cigasong menjelaskan, operasi pasar yang digelar Pemkab Majalengka merupakan kepedulian terhadap rakyat disaat beras mahal.

"Kegiatan operasi pasar ini sebagai bentuk ikhtiar kita untuk melindungi masyarakat dari kondisi di mana harga beras di pasaran sangat mahal, sementara panen belum datang," Kata Bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (15/2).

Untuk itu, kata Bupati pemkab Majalengka bekerjasama dengan Bulog untuk menghadirkan puluhan ton beras untuk masyarakat, dengan sasaran sementara dua kecamatan terlebih dahulu.

"Ini apa artinya masyarakat harus respon dengan kondisi ini, karena beras kebutuhan dasar rakyat, mau gak mau apapun dilakukan pemerintah." Imbuhnya.

Bupati juga mengatakan, target kedepan operasi pasar kan dilakukan di semua kecamatan di Kabupaten Majalengka.

"Untuk kecamatan lain akan digelar nanti mendekati Ramadan, tadi saya sudah berkoordinasi dengan Pak Sekda bagaimana kalau menyasar 26 kecamatan, kita minta langsung ke Bulog tadi untuk mempersiapkan diri dan Alhamdulillah direspon bahkan tidak hany beras melainkan kebutuhan pokok lainnya."

Menyinggung mahalnya harga beras akhir-akhir ini, bupati menyebut faktor, namun semuanya akan terkendali saat panen tiba.

"Terkait kelangkaan beras, faktornya kan banyak, ada pengaruh global, musim panen juga belum datang. Insyaallah kalau musim panen mulai merebak di Majalengka, harga bisa dikendalikan bahkan di titik termurah," ujarnya.

Wakil Pimpinan Bulog Cirebon Rizki Abdullah menyatakan, pihaknya menyediakan beras medium sebanyak 20 ton untuk 2 kecamatan.

"Kami menyediakan beras medium dengan dijual per 5 kilogram dihargai Rp 47 ribu atau per kilogram nya Rp 9.400. Kegiatan ini bekerjasama dengan Polres Majalengka, sehingga untuk kecamatan lain kita tinggal nunggu instruksi saja."terang Rizki

Ia juga mengatakan, stok beras untuk wilayah tiga Cirebon hingga menjelang ramadhan dalam kondisi aman dengan stok sebanyak
5.300 ton. "InsyaAllah, sampai bulan ramadan stok tersebut cukup untuk di wilayah 3 Cirebon." tandasnya.

Sementara pantauan media, dua kecamatan yang mendapat program operasi pasar berlangsung di masing-masing halaman kantor kecamatan dengan dikawal dari petugas kepolisian polres Majalengka dan polsek setempat.

Untuk kecamatan Majalengka, warga yang datang berasal dari 13 desa/kelurahan sedangkan dari kecamatan Cigasong berasal dari 10 desa/kecamatan.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire