Tim gabungan sidak pasar tradisional jaga stok pangan dan kesetabilan harga
Elshinta.com, Dua pasar tradisional di Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, JawaTengah yakni Pasar Boyolali Kota dan Pasar Sunggingan disidak oleh Kapolres Boyolali AKBP Petrus Silalahi bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali Darmadi serta segenap Tim TPID Kabupaten Boyolali. Hal ini dilakukan jelang bulan suci Ramadan pada bulan Maret mendatang.

Elshinta.com - Dua pasar tradisional di Kecamatan Boyolali, Kabupaten Boyolali, JawaTengah yakni Pasar Boyolali Kota dan Pasar Sunggingan disidak oleh Kapolres Boyolali AKBP Petrus Silalahi bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali Darmadi serta segenap Tim TPID Kabupaten Boyolali. Hal ini dilakukan jelang bulan suci Ramadan pada bulan Maret mendatang.
Kapolres mengatakan, sidak kali ini difokuskan pada persediaan, pendistribusian hingga harga sembako yang saat ini masih dalam kategori aman dan tidak ada penyimpangan. Pihaknya meyakinkan masyarakat timnya bersama Disdagperin maupun TNI akan selalu memantau setiap persediaan, pendistribusian dan harga. Jika terbukti ada penyimpangan akan ditindak tegas.
“Jadi pantauan kita selama ini tidak ada penyimpangan-penyimpangan terkait dengan persediaan sembako, jadi masyarakat nggak perlu khawatir, nggak perlu cemas, masih dalam kategori aman,” terang Petrus.Silalahi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta Sarwoto, Rabu (15/2).
Sementara itu, Darmadi selaku Kepala Disdagperin menjelaskan bahwa sembako terutama beras dan minyak goreng saat ini aman terkendali stok dan harganya. Pihaknya berharap tidak akan terjadi penyimpangan jelang hingga bulan Ramadan dan Idul Fitri.
“Mudah-mudahan sampai menjelang hari puasa dan Idul Fitri tidak terjadi apa-apa,” harapnya.
Terkait minyak goreng bersubsidi merk Minyak Kita yang tidak ditemukan di dua pasar tersebut, Darmadi mengatakan bahwa di beberapa daerah kurang pasokan dari pusat, sehingga dinas akan berupaya untuk pendekatan ke pusat agar segera mendapatkan minyak bersubsidi tersebut.
“Untuk stok itu melimpah selain yang Minyak Kita, yang merk lain Hemart dan curah itu banyak sekali, melimpah justru stok itu aman termasuk harganya terjangkau aman tidak ada masalah.” ungkapnya.
Sedangkan untuk harga beras, Darmadi mengakui ada peningkatan sedikit seiring meningkatnya harga secara nasional. Namun khusus Kabupaten Boyolali hanya mengalami peningkatan sedikit karena Boyolali sedang masa panen, sehingga naiknya harga karena faktor cuaca yang berpengaruh pada proses pendistribusian.
Adapun harga beras saat ini untuk yang premium Rp13.500 per kilo. Sedangkan untuk minyak curah harga berkisar Rp13.500 per liter. Pihaknya memastikan bahwa harga masih dalam batas harga ecer tertinggi (HET). Jika nanti ada pedangang yang menjual diatas HET maka akan diingatkan oleh petugas.