Tidak pulang seharian, seorang ibu di Majalengka ditemukan tewas di dalam sumur
Elshinta.com, Seorang warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur pada Jumat pagi (17/02).

Elshinta.com - Seorang warga di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur pada Jumat pagi (17/02).
Jajaran Polsek Majalengka Kota Polres Majalengka yang mendapat laporan warga, bahwa telah ditemukan sesosok jasad di dalam sumur yang berada di Blok Samoja Opat Kelurahan Majalengka Kulon Kabupaten Majalengka.
Atas dasar laporan tersebut, Jajaran Polsek Majalengka Kota dipimpin langsung Kapolsek Majalengka Kota AKP Fiekry Adi Perdana dengan dibantu oleh para personil Polsek Majalengka Kota langsung berangkat ke TKP.
Kapolsek Majalengka Kota AKP dalam keterangannya membenarkan peristiwa tersebut dan dijelaskan bahwa identitas korban yakni Entin Kartini (47 tahun) yang sudah dalam kondisi mengambang dan meninggal di dalam sumur.
“Jadi benar, kami menerima laporan warga bahwa nampak seorang yang berada di dalam sumur dalam posisi telungkup, dan pada saat proses evakuasi sudah tercium bau tidak sedap,” ujar Kapolsek Majalengka Kota, kepada Kontributor Elshinta, Enok Carsinah.
Ia juga menambahkan menurut saksi, korban pamit untuk keluar rumah kepada suami korban Komar, namun hingga keesokan harinya korban tidak kunjung pulang dan suaminya mengira korban menginap di rumah saudaranya yang berada tidak jauh dari rumah korban.
"Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 17 Februari 2023 sekira pukul 08.30 saksi yakni tetangga korban Erum Rumnasih menemukan korban berada di dalam sumur dengan keadaan sudah mengambang dan meninggal dunia. Selanjutnya saksi meminta bantuan dengan melapor ke Polsek Majalengka Kota," terangnya.
Setelah dilakukan olah TKP, selanjutnya warga bersama dengan Petugas dari Polsek Majalengka Kota melakukan evakuasi korban dari sumur menuju rumahnya yang terletak di sebelahnya. Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh Tim Inavis Sat Reskrim Polres Majalengka dan Tim Nakes dari Puskesmas Munjul.
"Atas kejadian tersebut pihak keluarga korban menerima sebagai musibah atau takdir dan menolak dilakukan otopsi, selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan," pungkasnya.