Jembatan tak kunjung diperbaiki, warga gunakan rakit untuk akses utama
Elshinta.com, Jembatan penghubung antar Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara tak kunjung diperbaiki, warga Gampong Buket Makarti, Kecamatan Tanah Luas mengeluhkan jembatan rangka baja yang ambruk akibat dihantam banjir pada akhir tahun 2020 lalu yang hingga kini belum dibangun kembali.

Elshinta.com - Jembatan penghubung antar Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara tak kunjung diperbaiki, warga Gampong Buket Makarti, Kecamatan Tanah Luas mengeluhkan jembatan rangka baja yang ambruk akibat dihantam banjir pada akhir tahun 2020 lalu yang hingga kini belum dibangun kembali sebagai salah satu akses penghubung antara Dusun Leubok Klit, Gampong Bare Blang, Kecamatan Meurah Mulia, dan Gampong Buket Makarti, Tanah Luas, dengan Gampong Darussalam, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara.
Salah seorang warga Gampong Buket Makarti, Kecamatan Tanah Luas, Kamaruddin, kepada wartawan mengatakan, jembatan ini menghubungkan antara Kecamatan Meurah Mulia, Tanah Luas dan Geureudong Pase sudah rusak total sejak dua tahun lalu karena diterjang banjir saat itu, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk pembangunan baru. Padahal, jembatan itu merupakan salah satu akses bagi warga di Gampong Buket Makarti maupun Gampong Bare Blang, untuk menuju ke Geureudong Pase dengan berbagai keperluan atau aktivitas masyarakat.
"Jembatan ini adalah penghubung krueng (sungai) pase. Kalau terjadi banjir masyarakat yang ada di sekitaran ini tidak bisa melakukan aktivitas apapun karena meluap air sungai ke sebagian pemukiman, terlebih untuk menyeberang ke Kecamatan Geureudong Pase tidak bisa akibat belum ada jembatan itu," kata Kamaruddin yang juga Ketua Pemuda Gampong Buket Makarti seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Senin (27/2).
Akibatnya, kata Kamaruddin, masyarakat di sini untuk sekarang terpaksa harus menyeberang krueng pase menggunakan rakit dari Dusun Leubok Klit, Gampong Bare Blang, Kecamatan Meurah Mulia menuju Geureudong Pase. Naik rakit itu harus bayar Rp15 ribu perorang, belum dibangun jembatan tersebut sehingga sangat menghambat semua aktivitas warga.
"Apalagi ketika ada orang sakit sangat terkendala untuk akses penyeberangan, kalau banjir itu sama sekali tidak bisa lewat dan harus menunggu air surut. Saat kita membutuhkan pelayanan kesehatan harus ke Ibukota Kecamatan Geureudong Pase, karena lebih dekat dibandingkan ke pusat Kecamatan Tanah Luas untuk berbagai keperluan. Maka selama ini kita terpaksa harus gunakan rakit yang disediakan warga lainnya," ungkap Kamaruddin, didampingi Keuchik Gampong Buket Makarti, T. Syamsul Rizal.