Di Boyolali, satu rumah roboh dan e lainnya retak akibat tanah gerak
Elshinta.com, Akibat diguyur hujan lebat selama dua hari berturut turut, satu rumah warga roboh dan empat rumah lainnya mengalami retak retak pada bagian dinding dan tanah di sekitar rumah.

Elshinta.com - Akibat diguyur hujan lebat selama dua hari berturut turut, satu rumah warga roboh dan empat rumah lainnya mengalami retak retak pada bagian dinding dan tanah di sekitar rumah.
Kejadian ini terjadi pada Sabtu (4/3/2023) sekira pukul 17.00 WIB di Dukuh Kadirno, Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Boyolali JawaTengah. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Keterangan oleh salah satu warga setempat, Tri Wahyuningsih, hujan lebat yang mengakibatkan banjir di Sungai Kadirno menyebabkan tanah longsor hingga mengakibatkan satu rumah roboh dan empat rumah lain retak-retak serta jembatan penghubung antar desa tergerus.
“Awalnya di wilayah di sini diguyur hujan lebat, dan saat itu pula, terjadi tanah bergerak yang mengakibatkan satu rumah roboh. Yang mengakhawatirkan jembatannya karena pada bagian pinggir jembatan hampir longsor,” kata Tri seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Senin (6/3).
Ia mengatakan, jembatan ini merupakan akes jalan antar desa dari Desa Kedungdowo menuju Desa Pranggong.
“Kalau menurut saya, jembatan ini segera diperbaiki. Karena jembatan ini usianya juga sudah cukup tua. Kalau banjir air nya bisa sampai atas, karena disana ada pohon bambu jadi airnya nggak bisa lancar,” ujar dia.
Slamet Raharjo Kepala Dusun (Kadus) Dukuh Kadirno menjelaskan, apabila terjadi hujan deras dan banjir warga yang berdekatan dengan sungai saat ini mulai mengungsi di tempat saudara maupun tetangga dekatnya. Sebab, lima rumah sudah mengalami retak retak pada dinding dan tanah pada sekitar rumah.
“Ya, sekarang kalau sungainya banjir, warga yang dekat sungai itu mengungsi. Tanah yang retak milik, Ngadiman, Sakiyem, Egiyanto, Parjo dan Purwanto. Mereka mulai kawatir dan takut apabila terjadi longsor,” kata dia.
Lebih lanjut, Slamet mengatakan, keretakan tanah kedalaman mulai dari 5 sentimeter hingga 10 cm. Kemudian panjang yang bagian bawah dekat sungai panjang 10 meter hingga 15 meter.
“Tanahnya labil sekali, dan itu akibat gerusan dari air sungai ketika terjadi banjir besar. Kemungkinan air tersebut masuk dari bawah yang mengakibatkan tanah tersebut bergerak,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Andong Kompol Agung Widodo mengatakan, setelah terjadi tanah longsor yang mengakibatkan satu rumah roboh dan empat rumah lainya retak retak, warga dengan dibantu anggota Polri dan TNI melakukan pembersihan pohon bambu dipinggir sungai.
“Kita setelah membersihkan puing puing rumah yang roboh, kemudian melakukan pemotongan pohon bambu yang berada di bibir sungai. Pohon tersebut menyebabkan air tidak lancar dan air mengikis pekarangan rumah,” tandasnya.