Top
Begin typing your search above and press return to search.

Tim Tagana Kudus siapkan ribuan nasi bungkus untuk warga korban banjir

Elshinta.com, Cekatan begitulah tangan terampil para relawan dari taruna siaga bencana (Tagana) Kudus Jawa Tengah dan relawan lainnya yang berada di dapur umum aula Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati ketika mengaduk nasi, memasak mie instan dan lauk lainnya untuk konsumsi pengungsi dan warga terdampak banjir. Mereka menyiapkan sebanyak 2500 nasi bungkus (nasbung) setiap hari.

Tim Tagana Kudus siapkan ribuan nasi bungkus untuk warga korban banjir
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Cekatan begitulah tangan terampil para relawan dari taruna siaga bencana (Tagana) Kudus Jawa Tengah dan relawan lainnya yang berada di dapur umum aula Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati ketika mengaduk nasi, memasak mie instan dan lauk lainnya untuk konsumsi pengungsi dan warga terdampak banjir. Mereka menyiapkan sebanyak 2500 nasi bungkus (nasbung) setiap hari.

Salah satu relawan Yosua Heri mengatakan setiap hari mereka memasak ribuan nasbung untuk warga Jati Wetan yang desanya terendam banjir. Jumlah relawan yang terlibat tidak tentu makanya sedari subuh mereka sudah menyiapkan masakan.

"Tiga hari ini kami siapkan nasbung sebanyak 2500 karena air banjir semakin tinggi sehingga aktivitas warga terganggu. Sebelumnya kami hanya menyiapkan 300-400 nasbung perhari", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (8/3).

Kegiatan dapur umum sudah kesekian kalinya diadakan. Dimana para relawan ini setiap hari memasak sebanyak 2500 nasi bungkus yang akan dibagikan kepada warga terdampar yakni warga yang kebanjiran tetapi mereka tidak mengungsi dan juga menyiapkan untuk para pengungsi yang berada di balai desa Jati Wetan.

"Kami juga libatkan para pengungsi agar tidak jenuh seperti melipat kertas, ikut untuk membungkus nasi maupun ikut menata nasi bungkus", ujarnya.

Sementara itu hingga hari Selasa (7/3) masih ada ratusan pengungsi di kabupaten Kudus akibat banjir yang melanda sejumlah desa. Para pengungsi ini berasal dari Desa Gulang, Desa Payaman, Desa Tanjungkarang, Desa karangrowo. Ada puluhan ribu warga terdampak banjir, demikian ada 2000 hektar sawah yang hingga hari ini masih terendam banjir. Banjir juga mengenangi jalur Pantura Kudus - Demak tepatnya di kawasan Tanggulangin dan depan Terminal Induk Kudus sehingga setiap hari terjadi kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire