Komplotan penjahat asal Palembang incar para nasabah bank di Jawa dan Sumatera
Elshinta.com, Tiga orang penjahat asal Palembang beraksi dengan mengincar para nasabah bank yang baru saja mengambil uang tunai di beberapa kota di Jawa dan Sumatera. Mereka adalah Indra Putra Mahkota alias Davit (31), Suratman (40) alias Lik Man, dan Edo Ismanto (32) alias Iis.

Elshinta.com - Tiga orang penjahat asal Palembang beraksi dengan mengincar para nasabah bank yang baru saja mengambil uang tunai di beberapa kota di Jawa dan Sumatera. Mereka adalah Indra Putra Mahkota alias Davit (31), Suratman (40) alias Lik Man, dan Edo Ismanto (32) alias Iis.
Dari enam aksinya, mereka berhasil menggasak uang senilai Rp515 juta. Enam lokasi masing-masing di Pekanbaru, Riau pada September 2022, hasil kejahatan Rp100 juta. Sukabumi, Jawa barat, Januari 2023, uang hasil kejahatan Rp80 juta.
Lalu di Karanganyar Jawa Tengah, Januari 2023, uang hasil kejahatan Rp70 juta. Garut Jawa Barat, Januari 2023, uang hasil kejahatan Rp60 juta. Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir Februari, uang hasil kejahatannya Rp25 juta. Kota Tegal Jawa Tengah, Januari, uang hasil kejahatannya Rp180 juta.
"Saya yang bertugas mengawasi para nasabah yang mengambil uang di bank. Setelah itu kami mengikuti nasabah itu menunggu ia lengah," kata Davit saat dihadapkan ke awak media di Markas Polda Jateng, Semarang, Kamis (9/3/2023).
Setelah nasabah lengah, biasanya ketika keluar mobil untuk makan atau istirahat, tersangka Ismanto memecah kaca mobil menggunakan cincin khusus dengan cara dikenakan terbalik untuk ditempelkan di kaca dan didorong. Sementara tugas Suratman adalah mengalihkan perhatian tukang parkir agar aksi mereka lancar.
Setelah kaca mobil pecah, mereka mengambil uang nasabah dan segera kabur. Uang itu mereka belikan motor dan mobil, sebagian lagi diserahkan kepada istri mereka di rumah.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah, Kombes Johanson Ronald Simamora, mengatakan, kasus itu dapat terungkap atas kerjasama antara Direktorat Reserse Kriminal Umum dengan jajaran Polresta Tegal.
"Mereka beraksi di enam lokasi, di Jawa dan Sumatera, kasus terakhir di kota Tegal bisa kami ungkap," terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Sabtu (11/3).
Untuk kasus di Tegal, korban bernama Kuswinto (40) guru honorer, mengambil uang sebesar Rp 180 juta di bank BRI. Saat Kuswinto makan siang di sebuah rumah makan pada 12 Januari 2023, komplotan Palembang itu menjalankan aksinya. Hasil kejahatan dibagi tiga, masing-masing Rp 80 juta.
Mereka kemudian melarikan diri ada yang ke Bogor dan kembali ke kota asal yakni di Musi Rawas, Sumatera Selatan.
"Kami membentuk satuan tugas. Davit kami tangkap di Bogor pada 27 Januari, dua lainnya kami tangkap di Musi Rawas, Sumatera Selatan," kata Johanson.
Ketiga tersangka kini dijerat pasal 363 KUHP ayat 4 dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.