Antisipasi kenakalan remaja, Polresta Bandung gelar Jum'at Curhat
Elshinta.com, Polresta Bandung terus menampung keluhan, aspirasi maupun aduan melalui program Jumat Curhat. Dimana kali ini digelar di Aula Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jumat (10/3). \r\n\r\n

Elshinta.com - Polresta Bandung terus menampung keluhan, aspirasi maupun aduan melalui program Jumat Curhat. Dimana kali ini digelar di Aula Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jumat (10/3).
Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan warga yang hadir pada Jumat Curhat ini, pihaknya mendapat keluhan terkait dengan pengadaan Mako Polsek Cangkuang.
"Kami sudah sampaikan itu sudah dalam tahap perencanaan, insya Allah akan dibangun tahun 2024," kata Kusworo.
"Kemudian banyak masyarakat yang menanyakan terkait dengan antisipasi kepolisian memasuki bulan Ramadan," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Titik Mulyana, Sabtu (11/3).
Kusworo menjelaskan menjelang memasuki bulan suci Ramadan 1444 H, pihaknya akan menempatkan personil di tempat-tempat yang dianggap rawan bagi masyrakat.
"Biasanya ditempat yang suka kumpul-kumpul menjelang saur dan juga mejelang buka puasa," tuturnya.
"Tadi juga ada dari pak kiai yang menyampaikan mohon batuan kepolisian untuk memakmurkan masjid, sehingga kami akan menggerakan Bhabinkamtibmas untuk menggerakan warga msyarakat tentang pentingnya memakmurkan masjid," sambung Kusworo.
"Tentunya dengan masjid yang makmur ini, kita bisa meningkatkan iman dan takwa warga masyarakat yang ujung-ujungnya adalah meminimalisir niat adanya terjadi kejahatan," jelasnya.
Tak hanya itu, dari kegiatan Jumat Curhat yang digelar seminggu sekali ini. Polresta Bandung masih mendengar aduan terkait adanya peredaran minuman keras dan juga pil koplo.
"Ini langsung di tanggapi Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba untuk sekrang juga turun kelapangan," tegasnya.
Lanjut Kusworo, pada Jumat Curhat di Desa Ciluncat, ada juga warga yang menyampaikan terkait kenakalan remaja.
"Kami Polresta Bandung juga ada program police goes to school, dimana kami para perwira melakukan kegiatan sebagai pembina upacara," jelasnya.
"Tujuannya menginformasikan yang pertama mencegah stunting dengan mencegah pernikahan dini, kedua mengantisipasi anak-anak muda untuk ikut geng motor, ketiga bagaimana tentang bagaimana bijak bermedia sosial," pungkasnya.