Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pemerintah daerah geram, BBWSBS terkesan tidak peduli abrasi Bengawan Solo

Elshinta.com, Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani geram dengan penanganan abrasi bantaran Bengawan Solo oleh pengelola sungai, yakni Balai Besar Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Laporan kerusakan dari bawah bahkan pemerintah daerah terkesan diabaikan dan tidak direspon sama sekali.

Pemerintah daerah geram, BBWSBS terkesan tidak peduli abrasi Bengawan Solo
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani geram dengan penanganan abrasi bantaran Bengawan Solo oleh pengelola sungai, yakni Balai Besar Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Laporan kerusakan dari bawah bahkan pemerintah daerah terkesan diabaikan dan tidak direspon sama sekali.

Etik Suryani menegaskan, abrasi Sungai Bengawan Solo berdampak hanyutnya rumah warga di Desa Dalangan dan Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari juga Desa Gupit di kecamatan Nguter. Rata rata adalah tanah hak milik pribadi yang tergerus aliran Bengawan Solo. Ancaman kerusakan berkali kali dilaporkan BBWSBS selaku pengelola sungai tetapi tidak satupun yang ditanggapi dan ditindaklanjuti. Baik berupa laporan langsung, audiensi atau koordinasi tidak pernah ada tanggapan. Maka yang terjadi kerusakan berupa abrasi yang terus menerus.

"BBWSBS sampai tiga kali dipanggil tapi sepertinya tidak ada tanggapan serius soal penanganan sungai," kata Etik.

Bupati menjelaskan, pihaknya tidak bisa memberikan penanganan berupa upaya menghentikan abrasi agar tidak bertambah parah. Sebab, semua tindakan yang berkaitan dengan Bengawan Solo adalah wewenang BBWSBS. Sementara ancaman kerusakan terus melebar berbanding lurus dengan meningkatnya ancaman kerusakan permukiman warga termasuk faslitas umum.Pemerintah daerah terkendala aturan mengelola sungai tetapi dilain pihak warganya juga terancam bencana.

"Mbok ya ditanggapi, ini wewenang BBWSBS. Jangan malah lari dari tanggung jawab tugas," ujarnya.

Senada, Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi mengaku kecewa dengan pengelola sungai yang abai dengan ancaman bencana warga bantaran Bengawan Solo. Kerusakan parah yang dilaporan terjadi dibeberapa titik di Sukoharjo berlangsung bertahun-tahun silam. Selam itu juga tidak ada tindakan nyata dari BBWSBS. Wawan Pribadi mendukung pernyataan keras dari pemerintah kabupaten yang meminta pertanggungjawaban pengelola sungai mengatasi kerusakan sebelum timbul korban jiwa akibat abrasi dibantaran sungai.

"Pengelola sungai ditunggu kerja nyatanya," imbuh Wawan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (15/3).

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire