16 Maret 1963: Ribuan orang tewas akibat erupsi Gunung Agung
Elshinta.com, 16 Maret 1963 silam, Gunung Agung yang terletak di Bali mengalami erupsi dan menjadi salah satu erupsi terbesar dan paling dahsyat dalam sejarah Indonesia. Akibat letusan ini, setidaknya sebanyak lebih dari seribu orang menjadi peristiwa dalam peristiwa bencana alam ini.

Elshinta.com - 16 Maret 1963 silam, Gunung Agung yang terletak di Bali mengalami erupsi dan menjadi salah satu erupsi terbesar dan paling dahsyat dalam sejarah Indonesia. Akibat letusan ini, setidaknya sebanyak lebih dari seribu orang menjadi peristiwa dalam peristiwa bencana alam ini.
Sebelumnya pada 18 Februari 1963, warga sekitar mendengar ledakan keras dan melihat awan membubung dari kawah Gunung Agung. Pada 24 Februari, lahar mulai mengalir menuruni lereng utara gunung, akhirnya menempuh jarak 7 km dalam 20 hari berikutnya.
Puncaknya, pada 16-17 Maret 1963, puncak Gunung Agung mulai mengeluarkan suara gemuruh yang menggelegar. Abu vulkanik pun mulai menyelimuti udara setnggi 10 kilometer.
Serangkaian letusan terus terjadi sepanjang pekan-pekan berikutnya. Melansir dari, selama tujuh jam, letusan terus belangsung disertai dengan arus gas panas dan materi vulkanik yang bergerak cepat. Sepanjang 1963, sebanyak tiga kali letusan terjadi di Gunung Agung.
hujan lebat pun turut terjadi disertai lahar panas dan dingin. Hal tersebut minumbulkan korban yang mencapai 200 orang. Lahar dingin terus mengalir di sepanjang lereng hingga menutupi permukiman warga dan menghancurkan banyak bangunan.
Dampak erupsi Gunung Agung yaitu terjadinya perubahan iklim dalam jangka pendek, sekitar 1.700 orang meninggal dunia yang disebabkan awan panas atau aerosol vulkanik dengan suhu tinggi dan tersusun atas gas, abu atau massa yang bergerak kecepatan tinggi menuruni lereng gunung.