Tampilkan karya terbaik, belasan pelajar antardaerah adu kompetisi IoT
Elshinta.com, Belasan pelajar dari berbagai daerah hadir di kampus ber-tagline 'bernas karena kualitas' untuk adu kemampuan dalam Internet of thing (IoT) competition.

Elshinta.com - Belasan pelajar dari berbagai daerah hadir di kampus ber-tagline 'bernas karena kualitas' untuk adu kemampuan dalam Internet of thing (IoT) competition.
Kegiatan yang dihadiri 5 tim dari sekolah yang datang Cirebon, Karawang dan dari Majalengka sendiri, Masih dalam rangkaian Dies natalis ke-17 Universitas Majalengka (UNMA)
"Mereka (peserta) dilatih dulu. Kemudian (mengembangkan) inovasi, kreativitas siswa tersebut dari materi yang sudah disampaikan berwujud pada internet," kata Ketua pelaksana IoT kompetisi Asep Rachmat seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Minggu (18/3).
"Untuk mempermudah, kami sudah mengarahkan. Hanya tinggal aktual nya untuk apa, silakan (dikembalikan kepada peserta. Variabel-variabel kami sediakan semua. Juri dari TIK Malang. Ini adalah kegiatan rangakaian penutup dari satu rangkaian di fakultas teknik dalam memeriahkan 17 tahun UNMA. Satu bulan yang lalu kita sudah melakukan pameran . Yang kedua adalah kegiatan IoT kompetisi , yang ditutup oleh seminar," beber dia.
Sementara Rektor UNMA Dr. Indra Adi Budiman, sangat mengapresiasi Lomba internet of things tingkat SMA/SMK sederajat yang digelar Fakultas Teknik, ia berharap kegiatan tersebut kedepan diikuti banyak peserta, sebagai ajang promo Unma kepada pelajar
"Kegiatan ini sangat bagus karena dari fakultas teknik sendiri banyak menghasilkan karya-karya mahasiswa yang bisa bersaing ditingkat nasional, sehingga peserta yang hadir bisa tertarik untuk melanjutkan studi di kampus Universitas Majalengka, " harapnya.
Sedangkan Penggiat Teknologi dari Kelompok Sadar Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Pokdar TIK) Erni Sulistiowati mengatakan, saat ini sudah tidak ada lagi gap antara kota besar dan kecil. Kemajuan teknologi, khususnya internet, membuat setiap orang lebih mudah untuk mengasah potensi yang dimilikinya.
"Harusnya kalau untuk gap tidak sih, mengingat internet sekarang sudah banyak ya. Hanya ketersediaan barangnya saja," kata Erni, usai memberi materi dalam seminar Internet of Things (IoT) kompetisi Fakultas Teknik Universitas Majalengka (UNMA).
Kendati demikian, khusus di pulau Jawa, ketersediaan barang atau komponen untuk mendukung pembuatan karya pun cenderung bukan menjadi kendala utama.
"Itu pun sudah bisa dijangkau dari online. Selama itu masih berada di Jawa, harusnya tidak ada gap untuk itu. Karena sarana peralatan mudah didapatkan, akses internet juga ada," papar dia.
"Berbeda dengan daerah (Indonesia) Timur. Aksesnya susah, barangnya susah. Ditambah lagi harga barangnya berkali-kali lipat. Jadi, bicara potensi dan karya dalam budak TIK, seharusnya sudah tidak ada gap antara kota besar dan kecil," papar dia.